Data serangan siber (Foto: trend micro)
Data serangan siber (Foto: trend micro)

Washington, Selular.ID – Trend Micro dan OAS (Organization of American States) pekan lalu (07/04/2015) mengumumkan laporan hasil survei bersama yang berfokus pada tren serangan terhadap infrastruktur-infrastruktur penting. Laporan yang bertajuk “Keamanan Siber dan Proteksi Infrastruktur Penting” tersebut juga menyertakan tanggapan-tanggapan yang berasal dari berbagai lembaga pemerintahan dan para profesional di bidang keamanan yang mewakili industri-industri penting seperti komunikasi, keuangan, manufaktur, energi dan keamanan.

Tom Kellermann, Chief Cybersecurity Officer, Trend Micro mengatakan riset ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa infrastruktur-infrastruktur penting telah menjadi target utama serangan yang dilakukan oleh penjahat siber. “Kelompok-kelompok ini telah meningkatkan serangan mereka dengan memanfaatkan atau membonceng kampanye-kampanye negatif yang saat ini tengah gencar diarahkan kepada infrastruktur Western Hemisphere,” ujarnya.

Dia berharap temuan-temuan ini akan berfungsi sebagai katalisator serta bermanfaat dalam mendorong terwujudnya perubahan-perubahan yang diperlukan. Terlebih dengan adanya pertanda yang positif ketika para pemimpin di berbagai lembaga pemerintahan maupun industri menyadari betapa seriusnya ancaman yang muncul. Mereka juga memiliki komitmen kuat untuk mengatasinya melalui terwujudnya investasi dan kerjasama yang solid antara pemerintah dengan pihak swasta.

Hasil temuan survei ini menggambarkan adanya fakta dan realitas bahwa telah terjadi upaya-upaya serius berdampak negatif terhadap infrastruktur penting. Sebanyak 44 persen responden mengaku telah menerima serangan serius, sementara 40 persen bahkan mengalami serangan yang berdampak pada matinya sistem. Laporan ini juga dilengkapi dengan beragam studi kasus yang menggambarkan kejadian spesifik di masing-masing negara, analisis serangan siber dan metodologinya, informasi detil tentang kebijakan serta tindakan penanganan, serta pencegahan terhadap kemungkinan munculnya serangan siber.

Sementara itu Neil Klopfenstein, Executive Secretary of the OAS Inter-American Committee against Terrorism (CICTE), menekankan bahwa pemerintah di wilayah Benua Amerika dan juga di seluruh dunia harus menyadari setiap ancaman serius yang mengakibatkan munculnya kerentanan pada infrastruktur penting serta segala konsekuensi yang menyertainya jika tidak dilakukan penanganan masalah keamanan dengan seksama. “Dari sistem jaringan listrik negara, penampungan dan pengolahan air, eksplorasi minyak bumi, hingga transportasi, secara virtual masing-masing memiliki peranan penting sebagai elemen vital bagi masyarakat. Laporan ini sekaligus menegaskan pentingnya upaya untuk terus memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur penting dan menjadi ajang berkolaborasi serta bertukar pikiran baik pemerintah, bisnis, maupun masyarakat dalam meningkatkan keamanan siber,” tegasnya.