Lintasarta dan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan meluncurkan super apps guna mewujudkan transformasi digital dan pengimplementasian Kota Pintar.
Lintasarta dan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan meluncurkan super apps guna mewujudkan transformasi digital dan pengimplementasian Kota Pintar.
Ilustrasi smart city
Ilustrasi smart city

Jakarta, Selular.ID – Sejumlah kota di Indonesia mulai berbenah diri menjadi smart city alias kota pintar. Mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga Bogor, sudah dipasang sensor dan platform smart city hasil kerja sama vendor jaringan dan pemerintah kota masing-masing. Memang butuh waktu tidak sebentar agar menjadi kota pintar sebenarnya. Setidaknya memerlukan waktu hingga beberapa tahun ke depan.

“Kalau hitungan di atas kertas, mungkin butuh waktu tiga sampai empat tahun agar menjadi kota pintar yang ideal, tentunya asal dikerjakan,” kata Ivan Cahya Permana, Vice President Technology & System PT Telkomsel, kepada Selular.ID.

Terkait waktu, Ivan menambahkan, hal ini karena juga dipengaruhi oleh smart city index. Di Indonesia, khususnya konsep kota pintar Jakarta, saat ini masih menempati rangking 60, dari penilaian dari 0-100. “Padahal untuk mencapai posisi ideal, harus angka 80,” timpalnya.

Di belakang Jakarta, kota Surabaya disebut-sebut juga akan menjadi calon kota pintar yang terus bertumbuh.
(Baca juga: Pengembangan Smart City Butuh Model Bisnis yang Tepat)

Pada pelaksanaannya, Ivan mengatakan bahwa tujuan utama pembentukan kota menjadi sebuah smart city tak lain adalah untuk memberikan kenyamanan hidup lebih baik bagi warga kota.

“Tadinya macet sekarang bisa berjalan lancar, yang tadinya banjir sekarang bisa tidak banjir lagi,” pungkasnya. (bda)