Friday, December 6, 2019
Home Insight Internet Disesaki 280 Juta Domain, Kontribusi Indonesia Hanya 123 Ribu

Internet Disesaki 280 Juta Domain, Kontribusi Indonesia Hanya 123 Ribu

-

Ilustrasi aneka nama domain, foto: themobilepcguys.com/
Ilustrasi nama domain (Foto: themobilepcguys.com)

Jakarta, Selular.ID – Identitas dunia maya atau nama domain sangat berguna dalam mempermudah para pengguna internet jika sewaktu-waktu akan melakukan akses ke web server. Melihat kecenderungan penggunaan internet yang terus tumbuh, saat ini setidaknya jumlah nama domain terdaftar di seluruh dunia pada semua domain tingkat atas (top level domain / TLD) mencapai angka 280 juta pada tanggal 30 Juni 2014, menurut laporan VeriSign dalam Ikhtisar Industri Nama Domain terbaru.

Selama kuartal kedua tahun 2014, ada empat juta nama domain baru yang ditambahkan ke Internet secara global. Peningkatan ini menandakan tingkat pertumbuhan sebesar 1,4 persen selama kuartal pertama tahun 2014, meningkat sebesar 18,6 juta, atau 7,2 persen, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

TLD untuk .com dan .net mengalami pertumbuhan agregat pada kuartal kedua tahun 2014, mencapai jumlah angka gabungan sekitar 128,9 juta nama domain pada zona yang disesuaikan untuk .com dan .net. Hal ini mewakili peningkatan pertumbuhan per tahun sebesar 3,7 persen. Pada tanggal 30 Juni 2014, nama yang terdaftar pada .com mencapai angka 113,7 juta nama, sementara .net mencapai angka 15,2 juta nama.

Sedangkan urutan TLD teratas dalam hal ukuran zona mengalami sedikit perubahan bila dibandingkan dengan kuartal pertama, karena domain China .cn naik dua peringkat dari TLD terbesar ketujuh menjadi terbesar kelima, sehingga .uk (Inggris) dan .org (organisasi) masing-masing turun satu peringkat ke urutan TLD terbesar keenam dan ketujuh. Semua TLD di peringkat 10 besar bertahan di posisinya masing-masing.

Ranking domain tingkat atas
Ranking domain tingkat atas

Beberapa domain kode negara (ccTLD), termasuk .tk, .co, .me dan .tv dipasarkan secara global, digunakan oleh pendaftar dan diperlakukan oleh mesin pencari sebagai global TLD (gTLD). Jumlah pendaftaran ccTLD adalah sekitar 129,3 juta pada kuartal kedua tahun 2014, dengan penambahan 2,2 juta nama domain, atau naik 1,7 persen bila dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2014. Hal ini menandakan peningkatan sekitar 13,3 juta nama domain, atau 11,5 persen, bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Rincian Country Code TLD (ccTLD) terbesar berdasarkan zona.
Rincian Country Code TLD (ccTLD) terbesar berdasarkan zona.

Dari 10 ccTLD terbesar, dua ccTLD melebihi angka pertumbuhan per kuartal sebesar 4 persen: Tokelau (7,3 persen) dan Tiongkok (7,3 persen). Hal ini menjadi titik acuan, di mana Tokelau telah melampaui angka pertumbuhan 4 persen selama lima kuartal berturut-turut.

Bagaimana dengan domain .id milik Indonesia?

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat pertumbuhan nama domain .ID sebesar 21 persen. Di awal 2014, jumlah domain .ID tercatat sebanyak 102.647 domain. Pada akhir tahun 2014 tercatat sebanyak 123.751 nama domain telah didaftarkan. Ini berarti, kontribusi domain lokal .id di internet terbilang sangat kecil.

Pada  17 Agustus 2015 PANDI meresmikan TLD .id yang mana sebelumnya hanya memperkenankan domain ccTLD seperti co.id,or.id, dan sebagainya. Domain berakhiran .id tergolong bagus karena selain dianggap sebagai kependekan Indonesia, juga bisa populer sebagai singkatan dari identitas. Website inipun memilih untuk mengubah nama domain dari sebelumnya www.selular.co.id menjadi selular.id.

Statistik domain Indonesia (sumber: PANDI)
Statistik domain Indonesia (sumber: PANDI)

Namun dibukanya domain .id belum mampu mendongkrak popularitasnya karena pendaftar yang masih sedikit.  “Hingga saat ini sudah hampir 8 ribu nama domain apapun.ID didaftarkan,” ujar Sigit Widodo, Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi.

Menurut Sigit, pertumbuhan DTD masih mendominasi pertumbuhan domain .ID tahun lalu. Sepanjang 2014, domain co.id tumbuh sebanyak 9.449 nama domain. Selain co.id, DTD sch.id untuk sekolah juga mengalami pertumbuhan yang cukup pesat hingga hampir mencapai 2.400 nama domain dalam setahun.

Walaupun secara kuantitas masih sedikit, pihaknya menganggap pertumbuhan domain .ID sepanjang 2014 cukup mengesankan. Sigit mengutip data dari APTLD, Asosiasi Pengelola Nama Domain se-Asia Pasifik yang pada September 2014 sempat mencatat domain .ID sebagai domain yang mengalami pertumbuhan tertinggi di kawasan ini. Pada bulan itu, domain .ID mengalami pertumbuhan sebesar 4 persen, di atas .IR (Iran) sebesar 2,3 persen dan .CN (Tiongkok) sebesar 2,2 persen.

“Namun kami masih belum puas, mengingat jumlah nama domain .ID terbilang masih rendah dibanding pengguna internet Indonesia yang diperkirakan sekarang sudah lebih dari 80 juta pengguna,” ujarnya. Untuk itu, PANDI sepanjang 2015 akan bekerja lebih keras lagi untuk mensosialisasikan manfaat penggunaan domain .ID kepada masyarakat. (bda)

Latest