BerandaNewsTelcoIni Yang Akan Terjadi Jika Operator dan OTT Tidak Sepakat

Ini Yang Akan Terjadi Jika Operator dan OTT Tidak Sepakat

-

Social media sebagai salah satu bentuk layanan OTT (img: soshable.com)
Social media sebagai salah satu bentuk layanan OTT (img: soshable.com)

Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia menargetkan polemik pembagian keuntungan atas layanan yang diberikan OTT dengan operator dapat terselesaikan pada kuartal pertama 2015. Hal ini dimaksudkan agar terciptanya hubungan co-exist antara operator dan OTT. Bagaimana jika ternyata kata sepakat tidak tercipta dalam polemik ini.

Kedua belah pihak menurut Alexander Roesli, Ketua ATSI, akan sama-sama mengalami kerugian. Bagi OTT, khususnya penyelenggara portal mereka akan kesulitan mendapatkan iklan karena pengiklan khawatir iklan yang mereka pasang di portal akan ditutupi oleh iklan yang muncul dari operator. “Yang mau pasang iklan akhirnya pikir-pikir, nanti iklannya ditutupin operator apa tidak”, ungkap Alex.

Dari sisi operator, kepada Selular.ID Alex menjelaskan secara finansial tidak berdampak cukup banyak karena revenue utama operator bukan dari iklan.”Revenue dari iklan kecil, kita tidak rugi apa-apa, baru mau make money“, jelasnya.

Lalu bagaimana dengan nasib pelanggan yang menggunakan layanan baik milik operator maupun OTT? Pria yang juga menjabat sebagai Dirut Indosat ini mengakui mungkin pelanggan akan sedikit terganggu dengan adanya iklan. Tapi menurutnya pelanggan tidak akan terlalu memperdulikannya karena bisa langsung menutup iklan yang muncul tersebut.

“Pelanggan tinggal tutup saja iklannya, sekarang internet sudah cukup kencang kok. Ditutup iklannya sudah bisa mulai lagi dari awal dalam waktu yang tidak lama. Beda kalau kita masih pakai 2G,” pungkasnya. (bda)

Artikel Terbaru