24 June 2014 11:00
Aplikasi pesan instan yang paling irit, Yo, tengah menjadi sorotan pekan lalu. Instant messaging karya developer Life Before US LLC tersebut cukup fenomenal karena dianggap paling sederhana sekaligus mudah digunakan.Yo tidak memerlukan proses registrasi yang panjang layaknya permulaan aplikasi chatting lainnya. Anda tak harus memasukkan alamat email ataupun nomor telepon. Setelah selesai unduh aplikasi, tinggal buat username dan undang teman berkirim pesan lewat beberapa akun jejaring sosial. Untuk mengobrol dalam konteks apa pun, teks yang muncul hanya berupa “Yo” di layar penerima.Selang beberapa hari pasca ketenarannya, Yo malah diterpa situasi buruk. Pasalnya, aplikasi ini telah diretas oleh sekelompok mahasiswa dari Georgia Tech. Dalam sebuah email yang diterima TechCrunch (20/6/2014), para hacker mengirmkan pesan berisi, “Kita bisa mendapatkan nomor telepon setiap pengguna Yo (saya benar-benar mengirim sms ke founder, dan dia menelepon saya kembali). Kita bisa membuat lelucon dari seluruh pengguna Yo, dan kita dapat mengirim spam Yo yang banyak. Kami juga bisa mengirim push notification dengan teks sebanyak yang kita inginkan (meskipun kami memutuskan untuk tidak melakukan itu).

Saat diminta keterangannya perihal kasus ancaman ini, pihak Yo yang diwakili oleh Or Arbel memang mengakui bahwa aplikasi sedang mengalami “masalah keamanan” dan mereka menganggapnya sangat serius. Saat ini, Arbel mempercayakan penanganan masalah peretasan kepada tim keamanan.

Di lain pihak, gampangnya Yo dibobol juga ditunjukkan oleh oknum bernama Shubham Datta. Dalam postingan di Yo, Ia mengklaim telah berhasil menggondol username ElonMusk (CEO PayPal dan Tesla Motors), dan mulai mencoba untuk menipu pengguna lain dengan cara menyamar sebagai Elon Musk sesungguhnya. (Choi)

 

 

Sumber : http://techcrunch.com/