25 February 2014 13:00
Euphoria smartwatch belum mencapai puncak namun konsumen secara bertahap sudah ‘menerima’ perangkat yang bisa dikenakan. Saat ini perangkat tersebut mayoritas digunakan untuk menampilkan notifikasi, memotret, menelepon, dan bahkan untuk memantau data kebugaran. Jadi belum ada satu implementasi teknologi yang benar-benar baru, termasuk smartwatch. Mungkin ini adalah yang pertama, pembuat senjata api Armatix mengembangkan sistem baru yang memasangkan pistol kaliber .22 dengan sebuah jam tangan pintar.

Dengan Armatix Smart System, pengguna bisa menembakkan pistol hanya jika arloji berada dalam radius yang ditentukan. Jika arloji di luar jangkauan, maka pistol akan selalu terkunci dan tidak akan bisa ditembakkan. Chip RFID yang terbenam dalam pistol akan mengukur jarak kedekatan. Ketika ia mengendus keberadaan smartwatch, lampu pada grip akan berwarna hijau yang mengindikasikan bahwa pistol Armatix iP1 telah aktif secara otomatis dan siap untuk menembak.

Perusahaan meyakini dengan konsep baru itu akan membantu menurunkan kecelakaan akibat pistol. Pistol Armatix iP1 dijual seharga $1.399 (sekitar Rp17 juta), sedangkan smartwatch harus dibeli secara terpisah seharga $399 (sekitar Rp4,8 juta). Mungkin itu jumlah yang terlalu mahal untuk sebuah pistol kaliber .22 , tetapi mengingat keamanan ekstra yang disediakan, mungkin akan lebih layak. (Nis)

Sumber : http://www.extremetech.com/ (19/2/2014)