21 March 2013 09:30
Di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, pengguna layanan selular bisa mengarahkan iPhone atau smartphone lain ke suatu obyek dan meminta informasi tentang obyek tadi.

Nah, baru-baru ini Apple mendapat paten augmented reality (realitas tertambah) dari Kantor Hak Cipta dan Merek Dagang Amerika Serikat. Paten yang dijuluki “Synchronized, tampilan realitas tertambah interaktif untuk perangkat multifungsi” menyoroti sistem realitas tertambah yang akan menangkap live video feed dari sebuah benda nyata untuk ditampilkan pada perangkat portabel. Teknologi ini kemudian akan menghamparkan informasi tentang objek tersebut di perangkat.

Dalam satu contoh yang dikutip dalam paten, pengguna bisa mengarahkan kamera dari perangkat portabel di sebuah papan sirkuit komputer. Live video feed akan menampilkan gambar dari papan yang dilapisi dengan penjelasan tiap bagian. Penjelasan itu mencakup informasi dari database lokal atau jaringan, perpustakaan online, atau situs Web.

Sistem ini terdengar mirip seperti Google Glass dan City Lens Nokia. Tapi paten Apple ini membawa teknologi AR selangkah lebih maju. Layar AR akan interaktif. Pengguna bisa menambahkan penjelasan sendiri dengan menulis atau menggambarnya pada perangkat portabel. Anda bahkan bisa berbagi penjelasan tadi dengan orang lain sebagai kolaborasi virtual pada informasi yang sama.

Teknologi ini juga bisa membagi layar perangkat, menampilkan live video ditambah informasi dalam setengah layar ditambah informasi di setengah lainnya. Tampilan yang ada di layar itu bahkan bisa dibagi dengan orang lain. Pilihan ini berguna jika Anda mencoba untuk memberikan pengarahan kepada seseorang atau menunjukkan suatu lokasi publik dengan peta.

Teknologi ini tampaknya cocok untuk mobile phone ketika pengguna berada di perjalanan. Dalam paten itu juga disebutkan perangkat berkemampuan-AR lain yang potensial termasuk PC, tablet, konsol game, dan media player. Khusus pada handphone atau tablet layar sentuh, pengguna bisa menciptakan penjelasan sendiri akan suatu obyek agar dilihat juga oleh orang lain.

Serah terima paten ini tidak serta merta berarti konsumen akan melihat teknologi AR di produk Apple dalam waktu dekat. Tapi dengan persaingan dari Google dan Nokia yang sudah lebih dulu mengadopsi teknologi ini, semoga Apple menyegerakan sistem baru realitas tertambah ini. (Khoirunnisa)

 

Sumber : http://appleinsider.com (19/3/2013)