Chatbot Diprediksikan Jadi Tren 2017

Chatbot Diprediksikan Jadi Tren 2017

SHARE

Jakarta, Selular.ID – Chatbot diyakini akan menjadi tren di tahun 2017. Chatbot merupakan program komputer yang dapat bekerja di dalam aplikasi pesan instan, berinteraksi dengan pengguna dengan cara menirukan percakapan manusia.

Matthew Talbot, CEO BBM, percaya bahwa bot akan mendorong kemajuan besar di dunia teknologi pada tahun 2017. Hal ini tak lain karena aplikasi pesan telah menjadi aplikasi “pembunuh” yang membuat orang menghabiskan sebagian besar waktu di ponsel  mereka.

Hal ini pun didukung oleh beberapa statistik. Pada saat yang sama, berbagai merek dan perusahaan mulai beralih dari aplikasi milik mereka sendiri, karena membangun dan memelihara aplikasi terlalu rumit dan membutuhkan biaya besar, tidak seimbang dengan pendapatan yang terlalu kecil. Selain itu, di pasar negara berkembang, biaya untuk mengunduh serta kapasitas memori ponsel juga menjadi tantangan tersendiri.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Chief Product Officer eBay ketika perusahaannya meluncurkan ShopBot pada Oktober lalu: “Kami akan mendatangi pengguna ketimbang membuat mereka mengunjungi situs eBay.com atau aplikasi ponsel kami,” katanya.

Saat ini, chatbot dapat digunakan untuk melakukan berbagai hal berbeda. “Pengguna dapat memesan pizza, memesan Uber, mendapatkan kopi dari gerai kopi kesayangan hanya dengan satu aplikasi. Bot tidak mengubah cara Anda melakukan hal-hal tersebut secara fundamental. Pada dasarnya, bot menggantikan sebuah panggilan telepon atau wujud jaringan sederhana,” ujar Matthew.

Akan tetapi, yang menarik adalah, chatbot menciptakan sebuah jenis tatap muka baru dan membuka berbagai kemungkinan tentang bagaimana bisnis dapat berinteraksi dengan pelanggan mereka.

Sebagai contoh, ShopBot milik eBay yang telah disebutkan di atas dapat membantu pengguna mencari hal yang mereka inginkan dalam sebuah pasar besar dengan menggunakan foto, teks (diketik ataupun via pengenalan suara). Bot juga akan menanyakan beragam pertanyaan untuk membantu menyaring pencarian, bertindak lebih seperti asisten pribadi ketimbang sebuah fitur pencarian. Banyak situs ecommerce dapat memanfaatkan bot serupa, membantu pelanggan mencari apa yang mereka butuhkan lebih cepat.

Absa, sebuah bank Afrika Selatan, memiliki chatbot pionir yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan sederhana. “Saya yakin kita akan melihat lebih banyak chatbot yang menyediakan layanan pelanggan otomatis untuk perbankan dan layanan lembaga keuangan lain. Saya dapat melihat mereka dengan cepat menggantikan panggilan interactive voice response (IVR) untuk melakukan tugas sederhana seperti, membantu pelanggan memeriksa saldo rekening, melaporkan kartu hilang, verifikasi tagihan, dan lebih banyak lagi,” ujar Matthew.

Chatbot juga siap untuk mengubah cara pemesanan tiket perjalanan dan akomodasi secara online. Chatbot untuk pemesanan perjalanan membantu pengguna mencari dan membandingkan harga, waktu, atau maskapai penerbangan, dan memberikan penawaran terbaik tujuan perjalanan pengguna tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat jadwal penerbangan di situs-situs perjalanan.

Menurut survei Pingup, 50% pengguna chatbot (dan 55% dari millennial pengguna chatbot) mengatakan bahwa menggunakan chatbot milik sebuah perusahaan meningkatkan persepsi mereka terhadap bisnis perusahaan tersebut.

“Saya tak sabar untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh para pengembang, untuk melihat pendekatan berbeda dari industri berbeda, dan teknologi mobile apa saja yang digabungkan: geolokasi, biometrik dan pengenalan suara,” pungkas Matthew.

URL: http://selular.id/1sWCJ9