Selular.ID – Pendapatan pasar DRAM (Dynamic Random-Access Memory) global mengalami lonjakan drastis sebesar 369 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal ketiga tahun 2026, mendekati angka US$200 miliar atau setara dengan sekitar Rp3.240 triliun.
Peningkatan signifikan ini didorong oleh ekspansi masif infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) serta kenaikan harga komponen memori secara keseluruhan.
Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga riset pasar Counterpoint Research yang dirilis pada 5 November 2026, pertumbuhan masif tersebut merefleksikan tingginya kebutuhan industri terhadap komponen memori berkinerja tinggi.
Jeongku Choi, Senior Analyst Counterpoint Research, menjelaskan bahwa peningkatan volume ini membuat pendapatan industri kuartal tersebut melonjak hingga hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dalam laporan tersebut, Samsung Electronics mempertahankan posisi puncak di industri memori global dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 38 persen pada kuartal ketiga 2026.
Sementara itu, SK Hynix memperketat persaingan dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan lebih dari 40 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter), yang membantu perusahaan memperbesar pangsa pasarnya hingga mencapai 29 persen.
Lonjakan permintaan global ini tidak hanya berpusat pada komponen memori khusus seperti High Bandwidth Memory (HBM) yang lazim digunakan pada akselerator AI, melainkan juga merambah ke memori konvensional.
Associate Director Counterpoint Research, Brady Wang, memaparkan bahwa pertumbuhan adopsi teknologi agentic AI serta peningkatan kapasitas server modern mendongkrak pendapatan segmen memori DDR dan LPDDR masing-masing sebesar 500 persen dan hampir 400 persen secara tahunan.
Dinamika pasar semikonduktor saat ini juga dipengaruhi oleh pengetatan rantai pasok global.
Pihak Counterpoint Research mencatat bahwa pabrikan besar menerapkan perjanjian pasokan jangka panjang (long-term agreements) guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komponen di tengah tingginya permintaan pusat data.
Kondisi pasokan semikonduktor diproyeksikan akan tetap ketat dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan analisis industri.
Baca Juga:Pengiriman PC Global Anjlok 21%, Counterpoint Prediksi Tekanan Berlanjut
Kapasitas produksi tambahan baru diperkirakan baru akan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2028 setelah pembangunan fasilitas pabrik semikonduktor (fab) baru rampung.

