Selular.ID -

Evolusi Layar iPhone Temui Jalan Buntu, Apple Kesulitan Sempurnakan Kamera Bawah Layar

BACA JUGA

Selular.ID – Perusahaan teknologi multinasional Apple dilaporkan masih mempertahankan potongan fisik pada bagian atas layar ponsel pintar iPhone sebagai bagian dari strategi integrasi sensor pemindai wajah Face ID dan kamera depan.

Berdasarkan analisis industri yang dipublikasikan pada Maret 2026, desain poni (notch) yang pertama kali diperkenalkan pada iPhone X edisi 2017 telah mengalami transformasi secara bertahap.

Hingga menjadi fitur interaktif Dynamic Island pada lini ponsel terbaru, meski potongan fisik pada panel layar belum sepenuhnya dihilangkan.

Pengembangan teknologi panel layar penuh (full-screen display) tanpa ponok atau lubang kamera menghadapi kendala teknis pada transmisi cahaya dan akurasi sensor.

Penerapan kamera di bawah layar (under-display camera) menuntut cahaya untuk menembus lapisan piksel aktif sebelum mencapai sensor gambar.

Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas foto, memicu efek bias cahaya (flare), serta menimbulkan perbedaan penurunan kualitas piksel pada area layar di atas kamera dibandingkan dengan area panel lainnya.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Tantangan teknis ini semakin kompleks bagi Apple karena sistem keamanan biometrik Face ID tidak hanya mengandalkan sensor kamera standar.

Sistem tersebut memanfaatkan pemancar inframerah, flood illuminator, dan dot projector yang bekerja secara bersamaan untuk memproyeksikan pola titik cahaya pada wajah pengguna.

Menempatkan rangkaian komponen sensor tingkat tinggi di bawah lapisan layar tanpa mengurangi tingkat presisi dan keamanan biometrik menjadi fokus utama dalam riset perangkat keras perusahaan.

Sejumlah produsen smartphone Android di pasar seluler global telah menerapkan solusi kamera bawah layar pada beberapa lini produk mereka.

Kendati demikian, hasil pengujian industri menunjukkan bahwa kualitas jepretan kamera bawah layar umumnya masih di bawah standar sensor kamera depan konvensional, terutama saat pengambilan gambar dalam kondisi pencahayaan rendah.

Menjelang peringatan dua dekade peluncuran iPhone pertama yang dijadwalkan pada 2027, pengamat industri memproyeksikan potensi terobosan desain layar penuh dari Apple.

Perusahaan diperkirakan hanya akan menerapkan teknologi kamera dan sensor bawah layar apabila kualitas gambar serta tingkat keamanan biometrik telah memenuhi standar performa yang ditetapkan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.

Tantangan Integrasi Sensor di Bawah Layar
Proses integrasi sensor di bawah panel layar melibatkan rekayasa material layar OLED yang sangat presisi.

Pabrikan panel layar harus mengatur kerapatan piksel pada area di atas lensa agar cahaya luar dapat menembus struktur layar menuju sensor gambar tanpa menimbulkan interferensi visual saat layar menampilkan konten.

Selain aspek tangkapan cahaya, faktor daya tahan panel layar turut menjadi pertimbangan teknis.

Penggunaan arus listrik secara terus-menerus pada piksel di sekitar area sensor dapat memicu efek burn-in atau degradasi warna yang tidak merata dalam jangka panjang, sehingga memerlukan penyesuaian perangkat lunak untuk menjaga konsistensi tampilan.

Arah Tren Perangkat Keras Industri Seluler
Kompetisi di industri ponsel pintar kelas atas terus mendorong para produsen untuk mengeksplorasi rasio layar-ke-bodi yang lebih maksimal.

Inovasi pada sektor komponen layar dan sensor biometrik menjadi salah satu tolok ukur utama dalam menentukan arah desain perangkat flagship di masa mendatang.

Pengembangan sistem biometrik bawah layar dan penyempurnaan lensa kamera berukuran mikro diperkirakan tetap menjadi fokus riset manufaktur komponen global.

Baca Juga:Demi Kejar Target Pasokan, Apple Diduga Longgarkan Standar iPhone Duo

Langkah ini diambil untuk memastikan transisi menuju desain layar utuh dapat terwujud tanpa mengorbankan fungsi fungsionalitas dan keamanan perangkat seluler.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU