Selular.ID -

Samsung Exynos 2700 Dikabarkan Ungguli Snapdragon hingga 20%

BACA JUGA

Selular.ID – Samsung dikabarkan mencatat hasil pengujian internal yang menempatkan chipset Exynos 2700 di atas Qualcomm Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dalam sejumlah pengujian performa.

Berdasarkan laporan yang beredar, Exynos 2700 meraih skor sekitar 13.000 poin pada pengujian CPU multi-core Geekbench 6.5, atau sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan skor sekitar 11.000 poin yang dikaitkan dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 pada Xiaomi 18 Pro Max.

Hasil tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam persaingan chipset kelas atas Samsung dan Qualcomm. Exynos 2700 diperkirakan akan digunakan pada sebagian model Samsung Galaxy S27 yang dijadwalkan hadir pada awal 2027.

Meski begitu, Samsung belum mengumumkan secara resmi hasil pengujian tersebut, sementara angka yang beredar masih berasal dari laporan media yang mengutip pengujian internal perusahaan.

Pengujian kali ini membandingkan Exynos 2700 dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 yang digunakan Xiaomi 18 Pro Max.

Dalam Geekbench 7.0, chipset Samsung itu juga dikabarkan unggul sekitar 15% pada pengujian multi-core.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Perbandingan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 pada Xiaomi 18 Pro bahkan menghasilkan selisih yang lebih besar, meskipun angka tersebut juga belum dikonfirmasi melalui pengujian independen.

Exynos 2700 Diklaim Unggul pada CPU dan GPU

Geekbench merupakan aplikasi benchmark yang digunakan untuk mengukur kinerja komputasi perangkat. Pengujian multi-core menilai kemampuan prosesor ketika beberapa inti CPU bekerja secara bersamaan, misalnya saat menangani sejumlah tugas sekaligus.

Dalam pengujian Geekbench 6.5, skor sekitar 13.000 poin yang dikaitkan dengan Exynos 2700 dibandingkan dengan sekitar 11.000 poin dari Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Selisih tersebut setara dengan keunggulan sekitar 20% berdasarkan angka yang dilaporkan.

Sementara itu, pada Geekbench 7.0, keunggulan Exynos 2700 dikabarkan mencapai sekitar 15% ketika dibandingkan dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.

Terhadap Snapdragon 8 Elite Gen 6 pada Xiaomi 18 Pro, selisihnya dilaporkan mencapai 44% di Geekbench 6.5 dan 36% di Geekbench 7.0.

Angka-angka tersebut perlu dibaca sesuai perangkat dan skenario pengujian masing-masing. Skor benchmark dari perangkat tertentu tidak otomatis menggambarkan hasil yang sama pada seluruh ponsel yang menggunakan chipset serupa, karena konfigurasi perangkat dan pengelolaan performa dapat berbeda.

Pada sektor grafis, Exynos 2700 juga dikabarkan mencatat hasil lebih tinggi.

Dalam pengujian yang disebut melibatkan pemrosesan grafis tingkat tinggi untuk gim dengan teknologi grafis terbaru, performa puncak chipset Samsung itu dilaporkan sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.

Untuk pengujian pemrosesan grafis pada gim 3D kelas atas secara umum, selisihnya disebut berada di kisaran 5%.

Namun, laporan tersebut tidak mengungkap nama benchmark GPU yang digunakan maupun rincian kondisi pengujiannya.

Karena itu, angka tersebut belum cukup untuk memastikan keunggulan Exynos 2700 dalam sesi bermain gim berdurasi panjang.

Proses Produksi 2 Nanometer Jadi Bagian Pengembangan

Selain performa, Exynos 2700 juga dikaitkan dengan pengembangan proses manufaktur semikonduktor Samsung. Chipset generasi berikutnya itu disebut menggunakan proses produksi 2 nanometer generasi kedua milik Samsung Foundry, yang dikenal sebagai SF2P.

Samsung Foundry merupakan unit bisnis Samsung yang bergerak di bidang manufaktur chip untuk kebutuhan internal maupun pelanggan.

Proses produksi yang lebih maju menjadi salah satu faktor dalam pengembangan prosesor karena berkaitan dengan kepadatan transistor, konsumsi daya, dan kemampuan meningkatkan kinerja dalam batas termal tertentu.

Exynos 2700 juga disebut menggunakan pengembangan kemasan Heat Path Block (HPB), teknologi yang berkaitan dengan jalur pelepasan panas dari chip.

Pengelolaan panas penting untuk prosesor ponsel karena suhu yang meningkat saat beban kerja tinggi dapat memengaruhi kemampuan perangkat mempertahankan performa.

Meski demikian, penggunaan proses manufaktur yang lebih maju tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sebuah chipset lebih hemat daya atau lebih dingin dalam semua kondisi.

Kesimpulan mengenai efisiensi membutuhkan data konsumsi daya, suhu, dan performa berkelanjutan yang diuji dalam kondisi sebanding.

Laporan sebelumnya mengenai Exynos 2700 juga mengaitkan chipset ini dengan peningkatan hasil pengujian internal Samsung. Namun, hasil yang beredar masih perlu dibedakan dari pengujian independen pada perangkat komersial.

Galaxy S27 Berpotensi Menjadi Perangkat Pertama

Exynos 2700 diperkirakan akan mengisi sebagian model Galaxy S27, lini ponsel flagship Samsung berikutnya yang diperkirakan hadir pada awal 2027.

Jika rencana tersebut terealisasi, chipset ini akan menjadi salah satu komponen utama yang menentukan performa perangkat generasi terbaru Samsung.

Samsung selama beberapa generasi menggunakan kombinasi chipset Exynos buatannya sendiri dan Snapdragon dari Qualcomm pada sejumlah model flagship, bergantung pada perangkat dan pasar.

Keputusan penggunaan chipset dapat mempertimbangkan lebih dari sekadar skor benchmark, termasuk kinerja berkelanjutan, efisiensi daya, pengelolaan suhu, kapasitas produksi, dan biaya.

Untuk saat ini, belum ada kepastian resmi mengenai distribusi Exynos 2700 pada seluruh varian Galaxy S27 maupun wilayah pemasarannya.

Perusahaan juga belum memublikasikan hasil pengujian independen yang memungkinkan perbandingan langsung dengan chipset Qualcomm tersebut.

Pengujian pada perangkat komersial nantinya diperlukan untuk melihat apakah keunggulan yang dilaporkan tetap terlihat saat ponsel menjalankan aplikasi harian, merekam video, memproses fitur kecerdasan buatan, atau memainkan gim dalam waktu lama.

Pengujian semacam itu juga dapat memperlihatkan bagaimana konsumsi daya dan suhu memengaruhi performa.

Hingga Samsung mengungkap spesifikasi dan hasil pengujian resmi Exynos 2700, angka yang beredar masih menjadi indikasi awal perkembangan chipset tersebut, bukan tolok ukur final untuk menentukan performa Galaxy S27 atau keunggulannya atas perangkat berbasis Snapdragon.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU