Selular.ID -

Rollover Kuota Internet Bikin Harga Paket Data Naik? Operator Seluler Membantah

BACA JUGA

Selular.ID – Penerapan fitur rollover atau akumulasi sisa kuota internet setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memunculkan polemik baru.

Kebijakan yang bertujuan melindungi hak konsumen tersebut justru dituding menjadi penyebab kenaikan harga paket data seluler di Indonesia.

Isu tersebut mencuat seiring kewajiban operator seluler memberikan perlindungan terhadap sisa kuota internet pelanggan yang belum digunakan hingga masa aktif paket berakhir.

Namun, Indosat Ooredoo Hutchison membantah anggapan bahwa penerapan perlindungan sisa kuota menjadi penyebab meningkatnya harga paket internet.

Baca juga:

Operator seluler tersebut menegaskan bahwa harga dan besaran kuota yang ditawarkan kepada pelanggan saat ini justru semakin kompetitif dibandingkan sebelumnya.

Indosat Bantah Harga Internet Naik Akibat Rollover

Indosat menjelaskan bahwa nilai paket internet yang dibayarkan pelanggan saat ini sebanding dengan kuota dan kualitas layanan yang diterima.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai gambaran, paket internet seharga Rp50.000 yang sebelumnya menawarkan kuota 12 GB kini dapat memberikan kuota lebih besar, yakni sekitar 18 GB hingga 20 GB.

Artinya, dengan nominal pembelian yang sama, pelanggan berpotensi memperoleh kapasitas internet lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Perbandingan tersebut digunakan Indosat untuk menepis anggapan bahwa kebijakan perlindungan sisa kuota otomatis membuat paket internet semakin mahal.

Meski demikian, perbandingan harga dan kuota perlu memperhatikan masa aktif, jenis paket, serta ketentuan penggunaan agar nilai manfaat yang diterima pelanggan dapat dinilai secara setara.

Komdigi Tegaskan Operator Dilarang Kenakan Biaya Tambahan

Terpisah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa operator seluler tidak diperbolehkan membebankan biaya tambahan kepada pelanggan dalam penerapan perlindungan sisa kuota internet.

Sekretaris Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Evan Fathurokhman Adiwidjaja, mengatakan larangan tersebut merupakan bagian dari amanat putusan Mahkamah Konstitusi.

“Terkait kenaikan harga, secara eksplisit dalam putusan MK diatur bahwa dalam memberikan perlindungan substantif terkait kuota, operator tidak boleh mengenakan biaya apa pun dengan alasan dan persyaratan apa pun,” ujar Evan.

Dengan demikian, mekanisme perlindungan sisa kuota tidak boleh dijadikan alasan untuk menarik pungutan tambahan dari pelanggan.

Perlindungan tersebut bertujuan memastikan manfaat ekonomi dari kuota internet yang telah dibeli konsumen tidak hilang begitu saja.

Harga Paket Internet Naik, Komdigi Siap Evaluasi

Komdigi juga membuka kemungkinan melakukan evaluasi apabila ditemukan indikasi kenaikan harga paket internet setelah penerapan kebijakan perlindungan sisa kuota.

Menurut Evan, evaluasi akan difokuskan pada kepatuhan operator terhadap formula tarif yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jika ada kenaikan harga saat ini, kami akan melakukan evaluasi dari sisi bagaimana operator menerapkan formulasi tarif yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak serta-merta menyimpulkan setiap kenaikan harga paket internet disebabkan oleh kebijakan rollover.

Pemerintah perlu memeriksa struktur tarif dan mekanisme penetapan harga untuk memastikan operator tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

Rollover Bukan Satu-satunya Cara Melindungi Sisa Kuota

Perlu diketahui, perlindungan sisa kuota internet tidak harus selalu dilakukan melalui mekanisme rollover atau akumulasi kuota ke periode berikutnya.

Operator dapat menerapkan mekanisme perlindungan lain sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tetap menjaga hak pelanggan atas manfaat kuota yang telah dibeli.

Dengan demikian, fokus utama kebijakan bukan sekadar mewajibkan seluruh paket internet menggunakan skema rollover, melainkan memastikan konsumen tidak kehilangan manfaat ekonomi sisa kuota secara sepihak.

Evan menegaskan bahwa jenis paket internet bukan persoalan utama dalam implementasi kebijakan tersebut.

“Artinya, apa pun jenis paketnya, yang paling krusial adalah bagaimana kuota tersebut tetap dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai amanat putusan MK,” pungkas Evan.

Benarkah Rollover Membuat Paket Internet Mahal?

Berdasarkan penjelasan Indosat dan Komdigi, belum ada bukti dalam informasi yang disampaikan bahwa penerapan rollover secara langsung menyebabkan kenaikan harga paket internet.

Indosat justru mengklaim pelanggan kini memperoleh kuota lebih besar dengan harga yang sama. Sementara itu, Komdigi menegaskan larangan biaya tambahan untuk perlindungan sisa kuota.

Namun, untuk memastikan dampaknya terhadap harga pasar secara keseluruhan, diperlukan perbandingan tarif berbagai operator sebelum dan sesudah kebijakan diterapkan.

Hal ini penting karena harga paket internet juga dapat dipengaruhi oleh besaran kuota, masa aktif, kualitas jaringan, biaya operasional, dan strategi promosi masing-masing operator.

Bagi pelanggan, putusan MK memberikan landasan perlindungan agar kuota internet yang telah dibeli tetap memiliki manfaat ekonomi.

Dengan adanya larangan biaya tambahan dan pengawasan tarif oleh Komdigi, operator seluler dituntut menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen, harga paket internet yang terjangkau, dan keberlanjutan bisnis telekomunikasi.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU