Selular.ID – Konektivitas udara memperkuat hubungan ekonomi kedua negara yang mencatatkan nilai perdagangan bilateral sebesar USD 6,6 miliar pada 2025 serta USD 2,6 miliar pada semester pertama 2026.
Sektor otomotif menjadi salah satu pendorong utama kerja sama perdagangan tersebut dengan nilai transaksi melampaui USD 1,7 miliar per tahun.
Melihat data tersebut, maskapai penerbangan nasional baru asal Arab Saudi, Riyadh Air, resmi membuka penjualan tiket untuk rute penerbangan langsung yang menghubungkan Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dengan Riyadh via Bandara Internasional King Khalid (RUH) pada Senin (5/10/2026).
Layanan penerbangan komersial ini dijadwalkan mulai beroperasi secara efektif pada 16 November 2026 dengan frekuensi tiga kali seminggu.
Tony Douglas, Chief Executive Officer Riyadh Air, , menyatakan bahwa pembukaan rute penerbangan menuju Jakarta merupakan pencapaian krusial dalam strategi perluasan jaringan maskapai di kawasan Asia.
Langkah ini sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Visi 2030 yang dicanangkan Pemerintah Arab Saudi.
Selain memfasilitasi perjalanan bisnis dan korporasi, hadirnya penerbangan langsung ini juga memberikan fleksibilitas akses bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Layanan transit di Riyadh mempermudah akses lanjutan menuju Jeddah sebagai gerbang utama Makkah dan Madinah, mengingat kuota haji Indonesia mencapai 203.149 jemaah pada 2026.
“Melalui hub penerbangan di Riyadh, penumpang dari Jakarta juga dapat melanjutkan perjalanan transit menuju kota-kota utama di Eropa seperti London, Manchester, Madrid, dan Milan,”terang Tony.
Lebih jauh Tony menjelaskan, ekspansi rute ke Indonesia tersebut menambah portofolio jaringan Riyadh Air menjadi 16 destinasi global yang kini dapat dipesan oleh publik.
Pengoperasian rute baru ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas udara antara kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Sekaligus mendukung kemitraan strategis, mobilitas bisnis, dan sektor pariwisata antar kedua negara anggota G20 tersebut.
“Penerbangan ini mencerminkan komitmen strategis kami untuk menghubungkan pasar-pasar global utama melalui Riyadh, mendorong pertumbuhan bisnis dan pariwisata sejalan dengan Visi 2030, serta menghadirkan pengalaman perjalanan berbasis digital yang luar biasa dengan armada canggih Boeing 787-9 Dreamliner kami. Kami berharap dapat segera menambah frekuensi penerbangan pada rute ini seiring meningkatnya permintaan,” tambah Tony.
Jadwal Operasional dan Potensi Pasar
Riyadh Air melayani rute Riyadh-Jakarta menggunakan armada Boeing 787-9 Dreamliner.
Penerbangan dari Bandara Internasional King Khalid (RX0869) dijadwalkan berangkat setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 22.50 waktu setempat, lalu tiba di Jakarta pukul 12.00 WIB keesokan harinya.
Sementara itu, penerbangan sebaliknya dari Jakarta (RX0870) beroperasi setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 15.00 WIB dan mendarat di Riyadh pukul 20.15 waktu setempat.
Integrasi Teknologi dan Layanan Kabin
Armada Boeing 787-9 Dreamliner milik Riyadh Air mengusung konfigurasi empat kelas kabin, yang mencakup Business Elite, Business, Premium Economy, dan Economy.
Untuk menunjang kenyamanan penumpang, maskapai mengintegrasikan sistem hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment) Astrova buatan Panasonic Avionics.
Infrastruktur penerbangan ini juga dilengkapi konektivitas berfokus seluler, dukungan perangkat audio nirkabel, fasilitas amenities Kayanee, serta sajian kuliner khusus.
Selain itu, penumpang dapat mengakses program loyalitas bernama Sfeer, yang memberikan jaminan penawaran harga, poin tanpa masa kedaluwarsa, dan akses Wi-Fi gratis di atas pesawat selama perjalanan.
Baca Juga:AirNav Indonesia Gandeng Alibaba Cloud untuk Transformasi Navigasi Penerbangan
Pengoperasian rute Jakarta–Riyadh secara berkelanjutan diharapkan memperkuat posisi Bandara Internasional King Khalid sebagai pusat transit internasional, sekaligus mendorong integrasi moda transportasi udara digital antara kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah.


