Selular.ID – Galva Technologies (GTC) memperkuat perannya sebagai penyedia solusi teknologi untuk rumah sakit melalui delapan kategori layanan yang mendukung transformasi digital sektor kesehatan di Indonesia.
Diperkenalkan melalui partisipasi perusahaan dalam Hospital Expo 2026, solusi tersebut mencakup teknologi medis berbasis kecerdasan buatan (AI), pengelolaan dokumen digital, perawatan pasien, keamanan rumah sakit, hingga aplikasi layanan terintegrasi.
Pendekatan ini ditujukan untuk membantu rumah sakit meningkatkan efisiensi operasional, koordinasi antarlayanan, dan pengalaman pasien.
Dalam keterangan resmi pada 13 Oktober 2026, Galva Technologies menjelaskan bahwa pengembangan Smarter Hospital Ecosystem berangkat dari kebutuhan rumah sakit untuk menghubungkan berbagai sistem teknologi.
Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat medis atau aplikasi, tetapi juga mencakup pengelolaan informasi, pemantauan operasional, keamanan, dan layanan pasien.
Head of Sales Smart Solutions Health Service PT Galva Technologies Tbk, Irwin Supriyanto, menilai pendekatan berbasis ekosistem semakin dibutuhkan untuk menjawab kompleksitas layanan kesehatan.
Integrasi kecerdasan buatan, infrastruktur digital, pengalaman pasien, dan solusi cerdas dinilai dapat membantu rumah sakit membangun sistem yang saling terhubung.
“Menjawab kebutuhan sektor kesehatan yang semakin kompleks dunia kesehatan sekarang ini membutuhkan pendekatan ekosistem dalam pengembangan Smart Hospital di Indonesia. Untuk itu pelaku industri ini perlu mengintegrasikan perspektif AI, infrastruktur digital, patient experience, dan intelligent solutions sehingga digitalisasi bisa terwujud secara seamless untuk rumah sakit yang lebih cerdas dan terhubung,” ujar Irwin.
Delapan Kategori Solusi Galva Technologies
Melalui konsep Smarter Hospital Ecosystem, GTC menghadirkan delapan kategori solusi yang mencakup kebutuhan klinis, administrasi, keamanan, serta pengelolaan layanan rumah sakit. Berikut cakupan solusi yang diperkenalkan perusahaan:
- AI Medical Technology – pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung kebutuhan teknologi medis.
- Intelligent Document Solutions – solusi pengelolaan dokumen untuk mendukung proses administrasi dan informasi.
- Inpatient Care – teknologi yang berkaitan dengan kebutuhan pelayanan pasien rawat inap.
- Safe Hospital – solusi yang berfokus pada aspek keselamatan dan keamanan lingkungan rumah sakit.
- Patient Experience – teknologi untuk mendukung pengalaman pasien selama mengakses layanan kesehatan.
- Command Centre – pusat pemantauan yang membantu mengonsolidasikan informasi operasional.
- Corporate Wellness – solusi yang berkaitan dengan program kesehatan dan kesejahteraan korporasi.
- SuperApp Hospital – aplikasi terpadu untuk menghubungkan berbagai kebutuhan layanan rumah sakit.
GTC menempatkan kedelapan kategori tersebut sebagai bagian dari pendekatan digitalisasi yang terintegrasi, bukan sebagai penerapan teknologi secara terpisah.
Implementasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing rumah sakit.
Sebagai contoh, integrasi sistem informasi dan pengelolaan dokumen berpotensi membantu memperlancar aliran informasi antardepartemen.
Sementara itu, solusi pemantauan operasional dapat memberikan gambaran lebih terpusat mengenai aktivitas rumah sakit.
Adapun aplikasi layanan pasien dapat menjadi salah satu sarana untuk menyederhanakan akses terhadap informasi dan layanan yang tersedia.
Meski demikian, efektivitas setiap penerapan bergantung pada desain sistem, kesiapan infrastruktur, dan kesesuaian teknologi dengan proses kerja rumah sakit.
GTC tidak merinci dalam pengumuman tersebut daftar produk spesifik, nama mitra teknologi, maupun hasil implementasi yang telah diukur dari masing-masing kategori.
Integrasi Sistem Menjadi Bagian Penting Digitalisasi Kesehatan
Galva Technologies menekankan bahwa transformasi digital rumah sakit tidak cukup dilakukan dengan menambah perangkat atau aplikasi baru.
Rumah sakit juga perlu mempertimbangkan integrasi dengan sistem yang sudah digunakan, kesiapan infrastruktur digital, serta keamanan data.
Aspek tersebut penting karena operasional rumah sakit melibatkan banyak fungsi yang saling berkaitan.
Data pasien, proses administrasi, layanan klinis, pengelolaan fasilitas, dan koordinasi tenaga kesehatan perlu dikelola dengan alur informasi yang sesuai.
Ketika sistem tidak terhubung dengan baik, digitalisasi berisiko menambah pekerjaan administratif atau menciptakan data yang tersebar di berbagai aplikasi.
Dalam konteks ini, Command Centre dapat dipahami sebagai pendekatan untuk memusatkan pemantauan informasi operasional, sedangkan Intelligent Document Solutions berfokus pada pengelolaan dokumen.
Keduanya memiliki fungsi berbeda, tetapi dapat menjadi bagian dari arsitektur teknologi yang lebih luas apabila sistem dirancang untuk saling bertukar informasi.
Pemanfaatan AI dalam teknologi medis juga memerlukan perhatian terhadap kualitas data, validasi, keamanan, serta kesesuaian penggunaan dengan kebutuhan klinis.
Teknologi tersebut dapat mendukung proses tertentu, tetapi tidak otomatis menggantikan penilaian profesional tenaga kesehatan.
GTC belum memaparkan secara terperinci jenis model AI, perangkat medis, atau skenario klinis yang termasuk dalam kategori AI Medical Technology.
Irwin mengatakan, keberhasilan transformasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah teknologi yang diterapkan. Menurutnya, rumah sakit perlu memilih solusi berdasarkan kebutuhan pengguna dan hasil yang ingin dicapai.
“Keberhasilan transformasi bukan semata-mata diukur dari banyaknya teknologi yang diterapkan, tetapi dari relevansi solusi terhadap kebutuhan pelanggan dan hasil yang ingin dicapai. Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan dan solusi yang dipilih juga perlu disesuaikan,” tambah Irwin.
Pendekatan tersebut menempatkan kebutuhan operasional sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas investasi teknologi.
Rumah sakit dapat memiliki tingkat kesiapan digital yang berbeda, sehingga kebutuhan integrasi, keamanan, dan pengembangan sistemnya tidak selalu sama.
SATUSEHAT dan Standar Smart Hospital Jadi Konteks
Pengembangan ekosistem rumah sakit digital juga berlangsung di tengah upaya integrasi data kesehatan di Indonesia.
Salah satu inisiatif yang relevan adalah SATUSEHAT, platform yang dikembangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendukung pertukaran data kesehatan secara terintegrasi.
Integrasi data menjadi bagian penting dalam digitalisasi kesehatan karena informasi pasien dan layanan dapat melibatkan berbagai fasilitas serta sistem. Interoperabilitas, yaitu kemampuan sistem berbeda untuk bertukar dan menggunakan data, menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan layanan digital.
GTC turut menyinggung SNI 9459:2026 tentang Smart Hospital sebagai salah satu rujukan dalam pembahasan rumah sakit cerdas di Indonesia.
Namun, rincian ruang lingkup standar tersebut, status penerapan, dan hubungannya dengan setiap kategori solusi GTC perlu merujuk pada dokumen resmi Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebelum dijabarkan lebih jauh.
Kesesuaian dengan kebijakan dan standar yang berlaku menjadi pertimbangan tersendiri bagi rumah sakit ketika mengembangkan infrastruktur digital.
Selain memastikan sistem dapat beroperasi secara terpadu, pengelola juga perlu memperhatikan tata kelola data dan pembatasan akses terhadap informasi sensitif pasien.
Dalam siaran persnya, Galva Technologies menyatakan pendekatan berbasis kebutuhan pelanggan akan menjadi dasar perusahaan dalam membantu rumah sakit mengeksplorasi dan mengintegrasikan teknologi.
Perusahaan juga mengajak pengelola rumah sakit, tenaga profesional kesehatan, dan mitra industri untuk berdiskusi mengenai pengembangan ekosistem yang terintegrasi, aman, serta berorientasi pada pasien.
Melalui delapan kategori solusi tersebut, GTC memperluas penawaran teknologi yang mencakup kebutuhan medis hingga pengelolaan operasional.
Perusahaan belum mengumumkan target implementasi, jumlah rumah sakit yang akan menggunakan solusi tersebut, ataupun indikator kinerja terukur yang ingin dicapai.
Pengembangan berikutnya akan bergantung pada kebutuhan masing-masing institusi, kesiapan infrastruktur, serta kemampuan sistem yang diterapkan untuk mendukung layanan kesehatan secara terpadu.
Baca Juga: Keyboard Gaming G915 X Tampil Dengan Desain Tipis dan Pembaruan Tombol Switch


