Selular.ID – NVIDIA bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci serta jajaran mitra produsen laptop dan desktop menyelenggarakan ajang RTX AI PC Day di Tangerang pada Kamis (15/10/2026).
Inisiatif kolaboratif ini digelar untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI).
Sekaligus mendorong peran mereka dari sekadar pengguna menjadi pengembang yang mampu menciptakan aplikasi dan solusi riset berbasis teknologi komputasi.
Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan dukungan ekosistem komputasi GeForce RTX 50 Series Laptop GPU yang dilengkapi unit pemrosesan Tensor Cores khusus untuk mengakselerasi berbagai beban kerja AI lokal.
Melalui pemrosesan data secara langsung di perangkat, mahasiswa dapat menjalankan perangkat lunak Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), melatih model AI, hingga mengolah materi desain 3D dan pemrosesan video secara lebih efisien tanpa bergantung penuh pada jaringan cloud.
Fransisca Maya, Head of Marketing Acer Indonesia, , menyatakan bahwa penguasaan teknologi AI perlu dibangun melalui pengalaman langsung dalam bereksperimen dan memecahkan masalah.
Melalui penyerahan unit laptop berperforma tinggi untuk program GeForce Campus Leaders di UPH.
“Acer mendukung talenta muda agar siap memasuki dunia industri sekaligus tumbuh sebagai inovator yang mampu menghadirkan solusi teknologi bagi masyarakat,”terang Fransisca.
Apresiasi terhadap kemitraan ini juga disampaikan Rizaldi Sistiabudi, Executive Dean of College of Emerging Science UPH, Pihaknya menilai kehadiran teknologi RTX AI PC berperan sebagai sarana pemacu untuk mempercepat proses riset.
Memperkuat kompetensi teori, serta menghasilkan karya akademik yang sesuai dengan standar industri lintas disiplin ilmu.
Implementasi Proyek Inovasi Mahasiswa UPH
Dalam penerapannya di lingkungan kampus UPH Karawaci, tiga mahasiswa mempresentasikan prototipe berbasis pemrosesan AI lokal menggunakan laptop Predator bertenaga GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series.
Penelitian ini mencakup berbagai bidang, mulai dari sektor kesehatan, komputasi terapan, hingga pemanfaatan teknologi di bidang pertanian.
Richie Cedrick Adrian memanfaatkan Predator Helios 18 AI bertenaga GeForce RTX 5090 untuk mengakselerasi riset segmentasi polip.
Kapasitas VRAM yang besar dan kinerja Tensor Cores terbukti mempercepat tahap pengujian serta pelatihan model visual medis.
Sementara itu, Annabel Kineta Jovinne Caron dari program studi Informatika menggunakan Predator Helios Neo 16 AI GeForce RTX 5070 untuk menjalankan kalkulasi matriks berskala besar dan algoritma graf berbasis CUDA guna mendukung komputasi paralel.
Pada sektor pertanian digital, Bryan Daniel Angelino dari program studi Sistem Informasi mengembangkan SIPETIK, yaitu sistem deteksi hama tanaman berbasis algoritma YOLOv8.
Mengandalkan laptop Predator Triton 14 AI GeForce RTX 5070, proses pelatihan model dan deteksi hama secara real-time dapat dilakukan langsung dari perangkat portabel dengan tingkat responsivitas yang tinggi.
Ekosistem Perangkat dan Program Back to School
Ekosistem RTX AI PC saat ini telah mendukung lebih dari 1.000 aplikasi dan game berbasis AI.
Selain mengakselerasi produktivitas akademik dan riset STEM, pemrosesan GPU ini turut mendukung fitur pembuat konten seperti pembersihan suara dan latar belakang melalui NVIDIA Broadcast, rendering desain 3D, fine-tuning model generative AI, serta peningkatan grafis permainan menggunakan NVIDIA DLSS.
Untuk meluaskan jangkauan pemanfaatan teknologi tersebut di lingkungan pendidikan, NVIDIA bersama para mitra seperti Acer, ASUS, Axioo, Colorful, Gainward, GIGABYTE, HP, INNO3D, Lenovo, MSI, Palit, dan ZOTAC GAMING menghadirkan program promo Back to School.
Akses terhadap ragam pilihan laptop dan desktop berbasis GeForce RTX 50 Series kini telah disediakan melalui mitra resmi di platform e-commerce Shopee dan Tokopedia.
Baca Juga:Rekomendasi Laptop Asus AI Terbaru Dengan NVIDIA RTX Spark, Cocok Untuk Konten Kreator
Penguatan kolaborasi antara penyedia teknologi dan institusi pendidikan tinggi ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mencetak sumber daya manusia yang kompetitif di bidang kecerdasan buatan.


