Selular.ID -

Dian Siswarini Dianggap Gagal Pimpin Telkom? Pengamat Ungkap Hal Ini

BACA JUGA

Selular.ID – Pergantian Dian Siswarini dari posisi Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk setelah sekitar 16 bulan menjabat memunculkan pertanyaan mengenai penilaian pemegang saham terhadap kinerjanya.

Namun, pergantian tersebut dinilai belum cukup menjadi dasar untuk menyebut Dian gagal memimpin Telkom.

Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, mengatakan masa kepemimpinan sekitar 16 bulan terlalu singkat untuk menjadi ukuran keberhasilan maupun kegagalan transformasi perusahaan sebesar Telkom.

Terlebih, menurut Heru, sejumlah indikator keuangan perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan.

“Pergantian dalam waktu relatif singkat tentu menimbulkan pertanyaan, tetapi menurut saya publik jangan langsung menyimpulkan bahwa pemegang saham tidak puas terhadap kinerja Dian Siswarini,” kata Heru kepada Selular, Jumat (2/10/2026).

Heru: Jangan Langsung Anggap Dian Siswarini Gagal

Heru menjelaskan keputusan mengganti direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sepenuhnya merupakan kewenangan pemegang saham.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Namun, perubahan posisi Direktur Utama Telkom tidak otomatis membuktikan adanya ketidakpuasan terhadap kinerja Dian.

Heru menunjuk kinerja Telkom pada semester I 2026 yang masih mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 3,9%, EBITDA 3,8%, serta laba bersih ternormalisasi 6,2%.

“Karena itu, lebih tepat melihat pergantian ini sebagai bagian dari keputusan strategis pemegang saham mengenai arah transformasi Telkom, bukan langsung sebagai vonis terhadap kinerja individu,” jelasnya.

Pada 2025, menurut Heru, Telkom juga membukukan pendapatan Rp146,7 triliun dengan laba bersih ternormalisasi Rp22,7 triliun.

Indikator tersebut membuat label gagal terhadap Dian dinilai terlalu dini.

Baca juga:

“Menurut saya, tidak tepat menyimpulkan seseorang gagal hanya berdasarkan masa jabatan sekitar 16 bulan. Transformasi perusahaan sebesar Telkom membutuhkan waktu dan hasilnya harus dilihat melalui indikator yang lebih luas daripada satu atau dua periode keuangan,” tegas Heru.

Pergantian Dirut Telkom Sisakan Pertanyaan

Telkom melalui RUPSLB pada 30 September 2026 menunjuk Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama menggantikan Dian Siswarini.

Nanang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Network Telkom. Pergantian tersebut sekaligus menjadi perubahan kepemimpinan kedua Telkom dalam waktu relatif singkat.

Heru menilai hal terpenting setelah pergantian tersebut adalah memastikan agenda transformasi perusahaan tidak ikut terganggu.

Publik juga membutuhkan transparansi mengenai pertimbangan strategis pemegang saham melakukan perubahan pucuk pimpinan ketika sejumlah indikator perusahaan masih tumbuh.

“Yang penting bagi publik adalah transparansi mengenai alasan strategisnya dan memastikan perubahan kepemimpinan tidak mengganggu agenda transformasi yang sedang berjalan,” ujarnya.

Heru bahkan tidak menutup kemungkinan pergantian tersebut bukan akhir perjalanan Dian di lingkungan BUMN maupun pemerintahan.

“Siapa tahu Dian akan masuk jadi pimpinan Danantara atau jadi Wamen Komdigi ke depannya,” kata Heru.

Dengan demikian, pergantian Direktur Utama Telkom belum dapat serta-merta dibaca sebagai kegagalan Dian Siswarini.

Pertanyaan yang lebih besar justru berada pada strategi apa yang ingin dipercepat pemegang saham melalui kepemimpinan baru Telkom.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU