Selular.ID -

Ancaman Serangan Siber PHP2Shell, Kemenperin Matikan Situs TKDN hingga 25 Oktober

BACA JUGA

Selular.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah drastis dengan menonaktifkan sementara sejumlah layanan digital, termasuk situs Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman serangan siber yang memanfaatkan dua celah keamanan kritis PHP2Shell.

Penonaktifan layanan dimulai Kamis (22/10/2026) pukul 22.00 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (25/10/2026).

Melalui pengumuman di akun media sosial resminya, Kemenperin menyebut kebijakan tersebut merupakan langkah mitigasi risiko keamanan siber.

Baca juga:

Layanan yang terdampak meliputi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), situs resmi Kemenperin, situs TKDN, serta seluruh domain kemenperin.go.id.

Berdasarkan pantauan Selular pada Sabtu (24/10/2026), situs TKDN di alamat tkdn.kemenperin.go.id masih belum dapat diakses.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Ketika alamat tersebut dibuka melalui browser, halaman menampilkan pesan “This site can’t be reached”.

Situs TKDN Lumpuh, Informasi Ponsel Baru Tak Bisa Diakses

Penonaktifan situs TKDN menjadi perhatian karena portal tersebut merupakan salah satu sumber informasi penting bagi industri elektronik dan telekomunikasi Indonesia.

Melalui situs TKDN, masyarakat dapat menelusuri daftar produk yang telah tercatat dalam sistem Tingkat Komponen Dalam Negeri.

Informasi yang tersedia mencakup nama produsen, nomor model perangkat, keterangan jaringan, hingga persentase kandungan lokal.

Data tersebut kerap menjadi rujukan untuk memantau keberadaan smartphone, tablet, laptop, dan perangkat elektronik lainnya yang telah masuk dalam sistem TKDN.

Bagi industri smartphone, kemunculan nomor model baru dalam database TKDN juga sering menjadi petunjuk awal mengenai perangkat yang berpotensi dipasarkan di Indonesia.

Namun, pencatatan dalam sistem TKDN tidak otomatis memastikan tanggal peluncuran maupun ketersediaan produk di pasar.

Dengan situs yang sementara dinonaktifkan, akses publik terhadap informasi tersebut ikut terhenti hingga layanan kembali beroperasi.

Kemenperin Waspadai Celah PHP2Shell dengan Skor 9,2

Penutupan sementara layanan digital Kemenperin berkaitan dengan ancaman dua kerentanan kritis pada PHP yang dikenal sebagai PHP2Shell.

Kedua celah keamanan tersebut memiliki identitas CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619.

Menurut informasi yang beredar, kerentanan ini ditemukan pada Agustus 2026 dan diumumkan secara publik pada 20 Oktober 2026.

Tingkat keparahannya dilaporkan mencapai skor 9,2 dari skala 10.

PHP merupakan bahasa pemrograman sisi server yang banyak digunakan untuk membangun dan menjalankan situs web dinamis.

Kerentanan kritis pada komponen tersebut berpotensi dimanfaatkan penyerang untuk menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh atau remote code execution pada sistem yang rentan.

Apabila eksploitasi berhasil, dampaknya dapat mencakup gangguan layanan, akses tidak sah terhadap data, hingga pengambilalihan server.

Meski demikian, penonaktifan situs Kemenperin tidak otomatis berarti sistem kementerian tersebut telah berhasil diretas.

Langkah penghentian sementara dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan ketika pengelola memeriksa keamanan sistem dan menerapkan pembaruan.

Ancaman PHP2Shell Disebut Meluas ke Berbagai Negara

Kewaspadaan terhadap PHP2Shell tidak hanya terjadi di Indonesia.

Sejumlah institusi pemerintah dan organisasi di luar negeri juga dilaporkan mengambil langkah pencegahan dengan membatasi akses terhadap layanan digital mereka.

Di Nepal, sejumlah situs pemerintah dengan domain .gov.np dilaporkan tidak dapat diakses, termasuk situs lembaga pemerintahan pusat dan daerah.

Langkah serupa dilaporkan terjadi di Finlandia dan Belanda.

Sementara di Inggris, Dewan Kota Edinburgh serta sejumlah halaman situs BBC disebut turut mengalami penonaktifan sementara.

Namun, belum ada rincian dalam laporan tersebut yang memastikan seluruh gangguan layanan itu disebabkan oleh eksploitasi yang berhasil.

Penutupan akses juga dapat menjadi bagian dari prosedur mitigasi untuk mencegah kerentanan dimanfaatkan penyerang.

BSSN Keluarkan Peringatan, Pengelola Website Diminta Update PHP

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebelumnya telah menerbitkan peringatan keamanan terkait dua kerentanan PHP2Shell.

Dalam advisori tersebut, BSSN mengimbau pengelola situs web segera memperbarui PHP ke versi yang telah mendapatkan perbaikan.

Versi yang direkomendasikan meliputi PHP 8.5.12, PHP 8.4.27, PHP 8.3.36, atau PHP 8.2.35, sesuai cabang versi yang digunakan.

Pembaruan perlu diterapkan pada seluruh lingkungan PHP yang menjalankan layanan web, termasuk PHP-FPM, Apache mod_php, dan php-cgi.

Setelah pembaruan dipasang, pengelola juga disarankan menjalankan ulang layanan terkait agar perbaikan keamanan diterapkan sepenuhnya.

Apabila pembaruan belum dapat dilakukan, BSSN menyarankan pembatasan akses jaringan atau isolasi sementara terhadap layanan yang berisiko.

Langkah tersebut bertujuan memperkecil peluang penyerang mengeksploitasi sistem yang masih rentan.

Kapan Situs TKDN Kemenperin Kembali Normal?

Berdasarkan jadwal yang diumumkan, penonaktifan sementara layanan digital Kemenperin berlangsung hingga Minggu (25/10/2026).

Namun, belum ada kepastian dalam informasi yang tersedia mengenai jam pemulihan masing-masing layanan, termasuk situs TKDN.

Kembalinya layanan juga bergantung pada hasil pemeriksaan dan langkah pengamanan yang dilakukan pengelola.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman keamanan siber tidak hanya berisiko terhadap data, tetapi juga dapat mengganggu akses masyarakat dan pelaku industri terhadap layanan digital pemerintah.

Bagi industri teknologi, penghentian sementara situs TKDN memperlihatkan pentingnya ketahanan infrastruktur digital yang selama ini menjadi rujukan dalam memantau perkembangan produk elektronik di Indonesia.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU