Selular.ID -

MR.D.I.Y., CIMB Niaga, dan Kemenperin Perkuat IKM Hijau

BACA JUGA

Selular.ID – MR.D.I.Y. Indonesia, CIMB Niaga, dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia berkolaborasi memperkuat kapasitas industri kecil dan menengah (IKM) melalui pelatihan manajemen keuangan dan bisnis berkelanjutan pada 19 Oktober 2026 di Jakarta.

Kegiatan yang digelar dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026 ini diikuti 100 pelaku usaha, terdiri dari IKM binaan Kemenperin dan pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia, dengan materi yang mencakup penerapan prinsip keberlanjutan, pengelolaan keuangan, serta efisiensi operasional.

Mengusung tema Growing Sustainably Together: Future Proofing ESG-Driven Supply Chain, pelatihan tersebut bertujuan membekali pelaku IKM dengan pengetahuan untuk meningkatkan daya saing bisnis sekaligus menyesuaikan diri dengan tuntutan rantai pasok yang semakin memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG).

Program ini juga menghubungkan kebutuhan pengembangan usaha dengan akses pembiayaan dan praktik produksi yang lebih bertanggung jawab.

Rika Juniaty Tanzil, CFO MR.D.I.Y. Indonesia, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan pemasok lokal melalui edukasi dan peningkatan kapasitas bisnis.

Menurutnya, pengetahuan mengenai keuangan dan manajemen usaha dapat membantu pemasok meningkatkan kualitas produk, efisiensi, serta daya saing.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Bagi MR.D.I.Y. Indonesia, keberlanjutan merupakan bagian dari cara kami bertumbuh bersama ekosistem. Kami percaya bahwa ketika pemasok lokal memiliki akses terhadap pengetahuan keuangan dan manajemen bisnis serta kapasitas yang tepat, mereka akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing bisnisnya,” ujar Rika.

Kolaborasi Perkuat Kapasitas IKM

Berdasarkan data yang disampaikan dalam keterangan perusahaan, jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,52 juta unit usaha atau sekitar 99,7% dari total industri nasional.

Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut membuat peningkatan kapasitas IKM menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong transformasi industri yang lebih inklusif.

Tantangan yang dihadapi IKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan produksi dan akses pasar.

Pengelolaan arus kas, pemanfaatan layanan keuangan formal, efisiensi penggunaan bahan baku, serta pemenuhan standar keberlanjutan juga menjadi bagian dari kesiapan bisnis menghadapi kebutuhan pasar.

Dalam pelatihan tersebut, CIMB Niaga memberikan materi mengenai pengelolaan keuangan dan solusi layanan perbankan bagi pelaku usaha.

Salah satu aspek yang dibahas adalah supplier financing, yakni fasilitas pembiayaan yang berkaitan dengan transaksi antara pemasok dan pembeli.

Skema ini dapat membantu pengelolaan kebutuhan modal kerja, bergantung pada ketentuan pembiayaan dan kelayakan masing-masing usaha.

Miranty Supardi, Head of Corporate Banking, Investment Banking Coverage, & Loan Syndication CIMB Niaga, menyatakan bahwa dukungan terhadap IKM perlu mencakup akses pendanaan sekaligus pendampingan untuk meningkatkan kesiapan bisnis menghadapi transisi menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.

“Sejalan dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk berjalan berdampingan dengan para pelaku IKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Melalui penyediaan solusi pembiayaan berkelanjutan, kami hadir tidak hanya untuk memberikan akses pendanaan, tetapi juga mendampingi IKM melakukan transisi hijau menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi,” kata Miranty.

Keterlibatan sektor perbankan dalam program ini menghubungkan agenda keberlanjutan dengan kebutuhan operasional usaha.

Bagi pelaku IKM, kemampuan mengelola keuangan secara terstruktur dapat mendukung perencanaan investasi, pengendalian biaya, dan pemenuhan kebutuhan produksi.

Akses pembiayaan tetap bergantung pada persyaratan yang ditetapkan penyedia layanan keuangan.

Kemenperin Dorong Program IKM Hijau

Kolaborasi MR.D.I.Y. Indonesia dan CIMB Niaga juga sejalan dengan Program Pemberdayaan IKM Hijau yang diluncurkan Kemenperin pada Juli 2026 melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA).

Program tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi IKM agar lebih adaptif terhadap tuntutan pasar, termasuk kebutuhan akan proses produksi yang efisien dan praktik usaha yang memperhatikan lingkungan.

Penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.

Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, menegaskan bahwa transformasi industri hijau juga membuka peluang bagi industri berskala kecil dan menengah.

“Transformasi menuju industri hijau bukan hanya tanggung jawab industri skala besar, tetapi juga menjadi peluang strategis bagi IKM dalam negeri. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memastikan transformasi industri hijau berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan,” ujar Reni.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi dari Tri Hita Consulting mengenai penerapan ESG bagi IKM. Sementara itu, Jejakin membahas metode penghitungan emisi karbon dan pentingnya mengukur jejak karbon dalam proses transformasi bisnis.

Pengukuran emisi karbon dapat membantu perusahaan memahami sumber emisi dari aktivitas operasionalnya. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar untuk mengidentifikasi proses yang dapat diperbaiki, meskipun langkah pengurangan emisi selanjutnya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha.

Pemasok Lokal Berbagi Praktik Bisnis Berkelanjutan

Pelatihan ini turut menghadirkan CV Karya Wahana Sentosa (KWaS Wooden Kitchenware), pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia sejak 2023.

Perusahaan tersebut membagikan pengalaman dalam mengembangkan usaha sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan, termasuk penggunaan bahan baku kayu yang bersumber secara bertanggung jawab dan bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC).

Sertifikasi FSC berkaitan dengan standar pengelolaan hutan dan rantai pengawasan produk berbasis hutan. Penerapannya pada bahan baku kayu menjadi salah satu cara untuk mendukung ketertelusuran sumber bahan, sesuai cakupan sertifikasi yang dimiliki.

Robertus Agung, Direktur Utama CV Karya Wahana Sentosa, mengatakan kemitraan dengan MR.D.I.Y. Indonesia membantu perusahaan memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.

“Melalui pelatihan ini pun, kami berharap pengalaman KWaS dapat menjadi inspirasi bagi pelaku IKM dan pemasok lokal lainnya untuk mulai menerapkan prinsip IKM hijau dan melihat keberlanjutan sebagai bagian dari upaya membangun bisnis yang lebih kuat,” ujar Robertus.

Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, penjualan KWaS di MR.D.I.Y. Indonesia hingga Oktober 2026 telah mencapai 85% dari total penjualan sepanjang 2025.

Angka tersebut merupakan perbandingan nilai penjualan sampai periode Oktober 2026 dengan keseluruhan penjualan tahun sebelumnya, bukan pertumbuhan tahunan sebesar 85%.

MR.D.I.Y. Perluas Pemberdayaan UMKM dan Pemasok

Program pelatihan ini melengkapi inisiatif MR.D.I.Y. Untuk Indonesia, yang mencakup pemberdayaan UMKM melalui pendampingan dan pelatihan.

Pada 2025, lebih dari 300 UMKM di tiga provinsi mengikuti program selama tiga bulan untuk mengintegrasikan digitalisasi dan keberlanjutan ke dalam kegiatan usaha.

Materi program tersebut juga mencakup penyusunan laporan keberlanjutan yang merujuk pada standar Global Reporting Initiative (GRI).

Standar GRI menyediakan kerangka pelaporan bagi organisasi untuk mengungkapkan dampak aktivitas bisnis terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat.

Selain meningkatkan kapasitas UMKM, MR.D.I.Y. Indonesia melibatkan pemasok lokal dalam rantai pasoknya. Perusahaan mencatat total transaksi pembelian dari mitra pemasok lokal mencapai Rp949 miliar sepanjang 2025.

Dengan jaringan lebih dari 1.400 toko di Indonesia, MR.D.I.Y. Indonesia menyediakan jalur distribusi bagi pemasok lokal untuk menjangkau konsumen di berbagai wilayah.

Kemitraan dengan jaringan ritel dapat membuka akses pasar yang lebih luas, sementara peningkatan kualitas, konsistensi pasokan, dan pengelolaan bisnis tetap menjadi bagian dari kesiapan pemasok untuk memenuhi kebutuhan mitra.

Melalui kolaborasi dengan CIMB Niaga dan Kemenperin, MR.D.I.Y. Indonesia menggabungkan penguatan manajemen keuangan, akses pembiayaan, dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengembangan IKM.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemasok lokal, industri ritel, lembaga keuangan, dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan usaha yang lebih kompetitif dan bertanggung jawab.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU