Selular.ID – Agoda memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan perjalanan digital dengan menghadirkan Agoda AI Assistant bagi pengguna di 21 negara, termasuk Indonesia, pada 30 Oktober 2026.
Fitur ini memungkinkan wisatawan mencari inspirasi destinasi, menyusun rencana perjalanan, membandingkan akomodasi dan penerbangan, memeriksa harga serta ketersediaan, hingga melanjutkan pemesanan melalui satu percakapan di aplikasi Agoda.
Kehadiran Asisten AI tersebut menandai pengalaman pemesanan baru pertama yang diperkenalkan Agoda dalam lebih dari 20 tahun perjalanan bisnisnya.
Sebelumnya, perusahaan telah menguji fitur ini secara terbatas pada September 2026 sebelum memperluas ketersediaannya ke pasar yang lebih luas.
Chief Executive Officer Agoda, Omri Morgenshtern, menjelaskan bahwa perusahaan ingin menyederhanakan proses perencanaan perjalanan yang selama ini tersebar di berbagai platform.
Wisatawan kerap harus berpindah antara aplikasi percakapan AI, mesin pencari, situs ulasan, layanan peta digital, dan platform pemesanan hanya untuk mengatur satu perjalanan.
“Melalui Asisten AI Agoda, kami ingin mengubah pengalaman tersebut. Kami menghadirkan asisten cerdas yang dapat memahami preferensi dan kebutuhan perjalanan setiap wisatawan, serta menyesuaikan rekomendasinya. Tujuan kami adalah mengurangi berbagai pekerjaan berulang dalam merencanakan perjalanan, sehingga wisatawan dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” ujar Omri.
Satu Percakapan untuk Berbagai Kebutuhan Perjalanan
Melalui Agoda AI Assistant, pengguna dapat menyampaikan kebutuhan perjalanan menggunakan bahasa percakapan sehari-hari.
Misalnya, wisatawan yang ingin merencanakan liburan keluarga selama lima hari ke Osaka, Jepang, dapat meminta rekomendasi kawasan wisata, restoran, dan atraksi yang sesuai dengan rencana perjalanan.
Asisten AI kemudian membantu mencari akomodasi dan penerbangan berdasarkan tanggal yang diinginkan. Pengguna juga dapat membandingkan sejumlah pilihan sebelum menentukan layanan yang akan dipesan.
Salah satu kemampuan yang ditawarkan adalah mempertahankan preferensi dan konteks perjalanan selama proses perencanaan berlangsung.
Artinya, pengguna tidak harus mengulang seluruh informasi ketika ingin mengubah atau menambahkan kebutuhan perjalanan.
Agoda juga menyediakan tampilan trip planner atau perencana perjalanan yang menggabungkan berbagai informasi dalam satu tempat.
Tampilan ini memuat pemesanan yang akan datang, destinasi yang ingin dikunjungi, serta rencana perjalanan yang masih disusun.
Pengguna dapat memberikan instruksi lanjutan melalui percakapan ataupun memilih rekomendasi yang ditampilkan sistem.
Sementara itu, pilihan dan keputusan sebelumnya tetap terlihat sehingga proses penyusunan rencana perjalanan dapat berlanjut tanpa harus memulai pencarian dari awal.
Pendekatan tersebut menghubungkan tahap pencarian inspirasi dengan proses transaksi. Jika sebelumnya wisatawan perlu membuka layanan berbeda untuk mencari informasi destinasi, membaca ulasan, memeriksa harga, dan melakukan pemesanan, Agoda berupaya mengintegrasikan tahapan tersebut dalam satu pengalaman aplikasi.
Menggabungkan Teknologi OpenAI dan Google Gemini
Dari sisi teknologi, Agoda AI Assistant memanfaatkan model OpenAI sebagai teknologi utama untuk mendukung kemampuan percakapan.
Model tersebut membantu sistem memahami permintaan pengguna, mempertahankan konteks pembicaraan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan perjalanan.
Agoda juga menggunakan Google Gemini yang terintegrasi dengan Google Maps Grounding untuk pencarian restoran dan tempat menarik.
Google Maps Grounding merupakan mekanisme yang menghubungkan kemampuan AI dengan informasi berbasis Google Maps agar rekomendasi lokasi memiliki konteks geografis yang relevan.
Melalui integrasi tersebut, Asisten AI dapat menyajikan informasi tempat yang mencakup rating, foto, jam operasional, dan lokasi.
Informasi ini membantu wisatawan memperoleh gambaran mengenai destinasi atau tempat makan yang ingin dikunjungi.
Selain mengandalkan data dari Google Maps dan katalog layanan internal, Agoda telah mengintegrasikan kemampuan pencarian web ke dalam asisten.
Fitur ini memungkinkan pengguna memperoleh informasi terkini dari internet sekaligus melihat ketersediaan produk perjalanan yang ditawarkan Agoda.
Kombinasi tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan Agoda. Rekomendasi destinasi tidak hanya disajikan sebagai jawaban percakapan, tetapi juga dihubungkan dengan pilihan akomodasi, penerbangan, tur, dan atraksi yang dapat diperiksa harga serta ketersediaannya.
Dorong Pemesanan Beberapa Produk Perjalanan Sekaligus
Agoda turut mengungkapkan hasil awal dari pengujian versi beta Asisten AI. Berdasarkan pengamatan perusahaan, pelanggan yang menggunakan fitur tersebut cenderung lebih sering melakukan pemesanan perjalanan terpadu atau connected trip.
Istilah ini merujuk pada perjalanan yang menggabungkan beberapa jenis produk dalam satu rangkaian kebutuhan, seperti hotel, penerbangan, tiket atraksi wisata, dan tur.
Temuan awal tersebut memperlihatkan bagaimana Agoda mengarahkan pengembangan layanan AI bukan hanya untuk membantu pencarian informasi, tetapi juga menghubungkan rekomendasi dengan transaksi di dalam platform.
Meski begitu, Agoda belum memublikasikan angka terperinci mengenai peningkatan tingkat konversi pemesanan, jumlah pengguna selama masa pengujian, maupun kontribusi fitur tersebut terhadap pendapatan perusahaan.
Dalam skala layanan, aplikasi Agoda menyediakan akses ke lebih dari 6 juta pilihan properti liburan, lebih dari 130.000 rute penerbangan, serta lebih dari 300.000 aktivitas wisata. Katalog tersebut mencakup berbagai kebutuhan perjalanan yang kini dapat dijelajahi melalui bantuan Asisten AI.
Perluasan fitur ke 21 negara, termasuk Indonesia, juga menunjukkan bahwa Agoda mulai membawa pengalaman pemesanan berbasis percakapan ke pasar internasional setelah tahap pengujian terbatas pada September 2026.
Bagi Agoda, pengembangan ini menjadi bagian dari perubahan cara pengguna berinteraksi dengan platform perjalanan digital. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan pencarian berdasarkan destinasi, tanggal, harga, atau filter produk, tetapi turut menyediakan antarmuka percakapan untuk memahami kebutuhan wisatawan.
Melalui Agoda AI Assistant, perusahaan menempatkan teknologi AI, pencarian web, Google Maps, dan inventaris produk perjalanan dalam satu alur layanan.
Pengguna dapat memulai dari pertanyaan sederhana mengenai destinasi, mengembangkan rencana perjalanan, hingga memeriksa pilihan yang tersedia untuk dilanjutkan ke proses pemesanan melalui aplikasi Agoda.
Baca Juga: 6 Aplikasi Travel Agent Asing Minta Waktu Untuk Daftar PSE


