Selular.ID -

InfraNexia dan CCSI-KD Kembangkan SKKL SUB-2

BACA JUGA

Selular.ID – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) memperkuat kolaborasi dengan PT CCSI Konektivitas Digital (CCSI-KD) melalui penandatanganan Berita Acara Kesepakatan (BAK) pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) SUB-2.

Kesepakatan yang ditandatangani di Bali tersebut menjadi tahapan lanjutan pengembangan infrastruktur kabel laut yang dirancang menghubungkan Pulau Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan kapasitas data dan layanan digital di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Planning InfraNexia Ronny Arnaz dan Direktur Utama CCSI-KD Peter Djatmiko.

Melalui kesepakatan ini, kedua perusahaan melanjutkan proses persiapan pembangunan SKKL SUB-2, mencakup pembahasan teknis, komersial, hingga penyusunan perjanjian definitif.

Pengembangan tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sebelumnya dijajaki Telkom dan PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI).

Pada Desember 2025, Telkom dan CCSI menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki pembangunan SKKL SUB-2 dengan ruas Gresik–Makassar–Takisung. Rute tersebut dirancang menghubungkan wilayah Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Ronny mengatakan peningkatan trafik data dan pertumbuhan layanan digital perlu diikuti kesiapan infrastruktur konektivitas yang memadai.

“Pengembangan infrastruktur konektivitas membutuhkan sinergi yang kuat dan perencanaan jangka panjang. Melalui pengembangan SKKL SUB-2 bersama CCSI-KD, kami ingin membangun fondasi yang semakin andal untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan data sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan ekosistem digital nasional,” ujar Ronny.

Dalam tahap berikutnya, InfraNexia dan CCSI-KD akan melakukan berbagai persiapan yang dibutuhkan sebelum proyek masuk ke fase pembangunan.

Kedua pihak juga sepakat membentuk Komite Manajemen Interim (KMI) untuk menjadi wadah koordinasi dalam mempersiapkan dan mengawal proses lanjutan.

SKKL merupakan jaringan kabel serat optik yang dipasang di dasar laut untuk membawa lalu lintas komunikasi antardaerah maupun antarwilayah.

Infrastruktur ini menjadi salah satu bagian dari jaringan backbone telekomunikasi karena mampu menyediakan jalur konektivitas berkapasitas besar untuk menghubungkan pusat-pusat jaringan di wilayah yang terpisah oleh laut.

Bagi InfraNexia, pengembangan SKKL SUB-2 berlangsung ketika perusahaan memperluas perannya sebagai operating company Telkom yang menangani bisnis infrastruktur konektivitas.

Telkom menyelesaikan tahap kedua spin-off InfraCo pada 2026 dan menyebut InfraNexia kini mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk sekitar 26.000 kilometer SKKL domestik yang tersebar di Indonesia.

Transformasi tersebut juga memperbesar ruang InfraNexia untuk membangun kemitraan dengan pelaku industri. Pada semester pertama 2026, InfraNexia mencatat pendapatan Rp7,7 triliun.

Telkom menyebut pertumbuhan bisnis Wholesale Network turut didorong oleh kebutuhan kapasitas jaringan yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas digital.

Sebelum pengembangan bersama CCSI-KD, Telkom dan CCSI telah melakukan sejumlah tahapan penjajakan untuk SKKL SUB-2.

Keduanya menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 21 Maret 2025 sebagai dasar pertukaran informasi dalam fase awal pembahasan.

MoU kemudian ditandatangani pada 15 Desember 2025 sebagai langkah awal penjajakan pengembangan jaringan tersebut.

Dalam kerja sama sebelumnya, Telkom dan CCSI juga membahas pemanfaatan rencana teknis dan perizinan yang sudah tersedia.

Skema kolaborasi tersebut diarahkan untuk memanfaatkan kapabilitas masing-masing pihak dalam pengembangan infrastruktur secara terintegrasi.

CCSI sendiri merupakan produsen dan penyedia kabel serat optik darat maupun laut, sementara PT CCSI Konektivitas Digital bergerak antara lain di bidang telekomunikasi dengan kabel dan jasa interkoneksi internet.

Pengembangan SKKL SUB-2 juga menambah portofolio infrastruktur yang dikelola InfraNexia di tengah kebutuhan konektivitas antardaerah yang semakin kompleks.

Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan memperluas kerja sama dengan sejumlah pelaku industri untuk meningkatkan kapasitas jaringan.

Pada September 2026, misalnya, InfraNexia dan XLSMART memperkuat konektivitas melalui pemanfaatan layanan Wavenexia, Metronexia, serta infrastruktur pasif di sejumlah koridor strategis Indonesia.

Di sisi lain, InfraNexia juga bekerja sama dengan Lintasarta melalui pemanfaatan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), yaitu teknologi yang memungkinkan beberapa kanal data dikirim melalui satu serat optik menggunakan panjang gelombang berbeda.

Kolaborasi tersebut mencakup rute Medan–Batam dan Padang–Batam untuk meningkatkan kapasitas konektivitas lintas provinsi.

Ronny menegaskan bahwa pembangunan SKKL SUB-2 diarahkan tidak hanya pada penambahan infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan konektivitas antardaerah.

“Kami melihat SKKL SUB-2 bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat konektivitas Indonesia. Dengan kapabilitas yang saling melengkapi, kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi industri dan mendukung konektivitas yang semakin luas di Indonesia,” tutup Ronny.

Dengan penandatanganan BAK tersebut, InfraNexia dan CCSI-KD memasuki tahapan persiapan lanjutan sebelum pembangunan SKKL SUB-2 direalisasikan.

Fokus berikutnya mencakup penyelesaian aspek teknis dan komersial, pembentukan koordinasi melalui KMI, serta penyusunan perjanjian definitif sebagai dasar pelaksanaan proyek.

Baca Juga: InfraNexia Catat Pendapatan Rp7,7 Triliun pada Semester I 2026

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU