Selular.ID – iPhone lipat pertama Apple tampaknya bakal menjadi salah satu smartphone termahal yang pernah ditawarkan perusahaan.
Bocoran harga yang muncul dari Mesir dan Australia menunjukkan perangkat yang sementara disebut iPhone Fold atau iPhone Ultra itu berpotensi dibanderol mulai Rp47 jutaan dan menembus Rp59 juta untuk varian tertinggi.
Angka tersebut tentu belum bisa dianggap sebagai harga resmi. Apple sendiri belum mengonfirmasi nama, harga maupun detail pemasaran perangkat lipat tersebut.
Namun, munculnya bocoran dari dua pasar berbeda memberikan gambaran awal mengenai kelas harga yang mungkin ditempati iPhone lipat apabila perangkat tersebut benar-benar diluncurkan.
iPhone Lipat Tembus Rp53 Juta di Mesir
Bocoran pertama muncul dari Mesir. Perangkat yang disebut sebagai iPhone Ultra lipat dikabarkan sempat tercantum di situs Vodafone Egypt dengan harga 155.750 pound Mesir atau sekitar Rp53,9 juta.
Konversi tersebut menggunakan acuan kurs JISDOR Bank Indonesia pada 8 September 2026 sebesar Rp17.653 per dolar AS.
Menariknya, daftar yang sama juga mencantumkan dua model iPhone lain. iPhone 18 Pro disebut memiliki harga 98.000 pound Mesir atau sekitar Rp33,9 juta, sedangkan iPhone 18 Pro Max mencapai 105.000 pound Mesir atau sekitar Rp36,4 juta.
Jika angka tersebut nantinya mendekati harga final, terdapat selisih cukup besar antara iPhone lipat dengan model Pro maupun Pro Max.
Namun harga yang muncul di Vodafone Egypt disebut masih dapat berubah ketika perangkat benar-benar tersedia di pasar.
Baca juga:
- Sejumlah Orang Sudah Gunakan iPhone Lipat Meski Belum Rilis
- Casing Ungkap Desain iPhone Lipat , Kamera Ganda Terungkap
Varian 1TB Hampir Rp60 Juta
Bocoran yang lebih menarik datang dari Australia.
Akun X EVDownunder pada Rabu (9/9/2026) mengeklaim telah mendapatkan konfirmasi dari Vodafone Australia bahwa iPhone Fold akan tersedia untuk pre-order mulai 12 September 2026.
Dalam informasi tersebut, iPhone Fold disebut akan tersedia dalam tiga pilihan kapasitas penyimpanan.
Versi 256GB dibanderol A$3.699 atau sekitar Rp47 juta, sedangkan model 512GB mencapai A$4.199 atau sekitar Rp53,3 juta.
Varian paling tinggi dengan penyimpanan 1TB disebut mencapai A$4.699 atau sekitar Rp59,7 juta.
Dengan angka tersebut, harga sebuah iPhone lipat bahkan sudah mendekati Rp60 juta.
Mengapa Harga iPhone Fold Bisa Sangat Mahal?
Apabila bocoran itu akurat, positioning iPhone lipat tampaknya akan berada di atas lini iPhone reguler, bahkan masuk ke kategori perangkat ultra-premium.
Harga tinggi pada smartphone lipat sebenarnya bukan fenomena baru. Perangkat jenis ini membutuhkan konstruksi berbeda dibandingkan smartphone konvensional, terutama pada panel layar fleksibel dan mekanisme engsel.
Namun dalam kasus Apple, masih terlalu dini menyimpulkan apa yang membuat harga perangkat tersebut mencapai level tersebut karena perusahaan belum mengumumkan spesifikasi resminya.
Nama produknya pun masih menjadi teka-teki. Sejumlah bocoran menyebutnya sebagai iPhone Fold, sementara informasi lain menggunakan nama iPhone Ultra.
Keduanya karena itu masih harus diperlakukan sebagai nama yang beredar dalam bocoran, bukan penamaan resmi Apple.
Kalau Masuk Indonesia Bisa Berapa?
Harga Rp47 juta hingga Rp59,7 juta dari Australia maupun Rp53,9 juta dari Mesir tidak dapat langsung dijadikan patokan harga iPhone lipat di Indonesia.
Struktur harga smartphone di setiap negara berbeda karena dipengaruhi pajak, biaya distribusi, nilai tukar, bea masuk hingga kebijakan harga masing-masing pasar.
Artinya, konsumen Indonesia belum bisa menyimpulkan iPhone Fold 256GB nantinya pasti berharga Rp47 juta atau model 1TB Rp59,7 juta.
Namun bocoran dari Mesir dan Australia setidaknya memberikan satu sinyal: iPhone lipat berpotensi menjadi barang yang sangat mahal ketika akhirnya masuk pasar.
Jika kisaran tersebut benar, Apple bukan sekadar memasuki persaingan smartphone layar lipat.
Perusahaan tampaknya juga akan menguji seberapa jauh konsumen bersedia membayar harga premium untuk mendapatkan iPhone lipat pertama dalam sejarah Apple.


