Selular.ID -

Pendapatan Xiaomi Tembus RMB 108,9 Miliar pada Q2 2026

BACA JUGA

Selular.ID – Xiaomi Corporation membukukan pendapatan sebesar RMB 108,9 miliar atau sekitar Rp287,24 triliun pada kuartal kedua 2026 yang berakhir 30 Juni 2026.

Kinerja tersebut tumbuh 9,9% dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara laba bersih yang disesuaikan mencapai RMB 6,2 miliar atau sekitar Rp16,35 triliun, naik 2,4% secara kuartalan.

Xiaomi menyampaikan hasil tersebut di tengah kenaikan biaya sejumlah komponen utama, termasuk memori, serta persaingan yang semakin ketat di industri elektronik konsumen.

Perusahaan menyebut kinerja pada Q2 2026 didorong oleh pertumbuhan bisnis smartphone, AIoT, kendaraan listrik pintar atau smart EV, serta layanan internet.

Pada periode yang sama, Xiaomi melanjutkan strategi ekosistem “Human × Car × Home” dengan memperkuat investasi teknologi dan pengembangan produk.

Belanja riset dan pengembangan atau R&D Xiaomi pada semester pertama 2026 mencapai lebih dari RMB 18 miliar atau sekitar Rp47,48 triliun.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Smartphone dan AIoT Jadi Kontributor Utama Xiaomi

Segmen smartphone dan AIoT masih menjadi salah satu kontributor terbesar bagi bisnis Xiaomi. Pendapatan dari segmen tersebut mencapai RMB 84 miliar pada kuartal kedua 2026.

Dari jumlah tersebut, bisnis smartphone menghasilkan pendapatan RMB 42,1 miliar dengan total pengapalan global mencapai 31,2 juta unit.

Xiaomi juga menyebut posisi pengiriman smartphone globalnya bertahan di tiga besar selama 24 kuartal berturut-turut.

Mengacu pada data Omdia yang dikutip Xiaomi, perusahaan berada di tiga besar pasar smartphone di 53 negara dan wilayah.

Xiaomi juga masuk lima besar di 67 negara dan wilayah, serta menempati posisi kedua di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Di tengah kenaikan biaya memori, Xiaomi melakukan penyesuaian terhadap komposisi produk dan strategi penetapan harga.

Langkah tersebut turut mendorong kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) smartphone global Xiaomi.

ASP smartphone Xiaomi pada Q2 2026 naik 25,9% secara tahunan menjadi RMB 1.351 atau sekitar Rp3,56 juta.

Angka tersebut menjadi rekor tertinggi bagi Xiaomi berdasarkan data yang disampaikan perusahaan.

Di pasar Tiongkok Daratan, smartphone Xiaomi dengan harga ritel RMB 3.000 ke atas menyumbang 32,1% dari total unit yang dijual Grup.

Xiaomi juga mencatat pangsa pasar 16,2% pada segmen harga RMB 3.000 hingga RMB 4.000.

Strategi premiumisasi tersebut juga diperkuat melalui peluncuran Xiaomi 17T Series pada Mei 2026.

Xiaomi menyebut perangkat flagship itu memperkaya portofolio smartphone premium perusahaan dan meningkatkan kontribusi pengapalan perangkat premium di pasar luar negeri.

Bisnis Smart EV Raup RMB 24,9 Miliar

Selain smartphone dan AIoT, Xiaomi mencatat pertumbuhan pada segmen kendaraan listrik pintar, AI, dan inisiatif baru.

Total pendapatan segmen tersebut mencapai RMB 24,9 miliar atau sekitar Rp65,68 triliun pada Q2 2026, meningkat 17,1% secara tahunan.

Pendapatan dari bisnis smart EV mencapai RMB 23,9 miliar. Xiaomi mengirimkan 104.199 kendaraan dalam satu kuartal, naik 28,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut data BitAuto yang dikutip perusahaan, Xiaomi SU7 Series menempati posisi pertama penjualan sedan listrik murni dengan harga RMB 200.000 ke atas di Tiongkok Daratan pada semester pertama 2026.

Xiaomi juga terus memperluas portofolio kendaraan listriknya. Setelah Xiaomi SU7 Series dan Xiaomi YU7 Series, perusahaan memperkenalkan Xiaomi SkyNomad Series sebagai SUV dengan teknologi extended-range.

Xiaomi SkyNomad N90 Max menggunakan Xiaomi Armor Scale Battery berkapasitas 76 kWh dan diklaim memiliki jarak tempuh gabungan hingga 1.705 kilometer berdasarkan standar CLTC atau China Light-duty Vehicle Test Cycle.

Kendaraan tersebut juga mendukung sejumlah konfigurasi kabin, termasuk office mode dan bed mode.

Pendapatan IoT Xiaomi Capai RMB 31,3 Miliar

Bisnis produk IoT dan gaya hidup Xiaomi menghasilkan pendapatan RMB 31,3 miliar atau sekitar Rp82,57 triliun pada kuartal kedua 2026. Segmen ini mencatat margin laba kotor sebesar 20,1%.

Xiaomi menyebut perluasan distribusi dan bertambahnya kategori produk menjadi salah satu faktor pertumbuhan bisnis IoT, khususnya di pasar internasional.

Jumlah perangkat IoT yang terhubung ke platform AIoT Xiaomi, tidak termasuk smartphone dan tablet, mencapai 1.160,8 juta unit per 30 Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 17,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah pengguna yang memiliki lima perangkat atau lebih yang terhubung ke platform AIoT Xiaomi mencapai 24,6 juta, naik 20,2% secara tahunan.

Aplikasi Xiaomi Home mencatatkan 124,1 juta pengguna aktif bulanan atau MAU pada Juni 2026, meningkat 9,7% secara tahunan. Xiaomi AI Assistant mencatat MAU 174,9 juta, tumbuh 14,2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada bisnis perangkat lain, data Omdia yang dikutip Xiaomi menunjukkan pengapalan tablet perusahaan berada di posisi keempat secara global pada Q2 2026. Pengapalan TWS earbud dan wearable band Xiaomi juga masing-masing berada di posisi kedua secara global.

Xiaomi Tingkatkan Investasi AI dan Teknologi Inti

Xiaomi mengalokasikan RMB 9,2 miliar untuk R&D selama kuartal kedua 2026, meningkat 18,9% secara tahunan. Total investasi R&D pada semester pertama tahun ini mencapai lebih dari RMB 18 miliar.

Investasi tersebut mencakup pengembangan AI, sistem operasi, hingga robotika. Xiaomi menyebut model AI buatannya, Xiaomi MiMo-V2.5, mencatatkan penggunaan 10,5 triliun token mingguan di platform OpenRouter.

Pada Juli 2026, Xiaomi juga menyelesaikan proses pendaftaran nasional untuk model on-device Xiaomi MiMo. Sementara Xiaomi 17 Max menjadi salah satu perangkat yang menerima sertifikasi Level 3 berdasarkan standar nasional “Intelligence Grading of Artificial Intelligence Terminal” dari China Computer Industry Association.

Di bidang robotika, Xiaomi memperkenalkan dua embodied foundation model, yakni Xiaomi-Robotics-U0 dan Xiaomi-Robotics-1. Teknologi tersebut turut diterapkan dalam proses operasional di pabrik Xiaomi EV.

Xiaomi kemudian meluncurkan versi beta Xiaomi HyperOS 4 pada Agustus 2026. Sistem operasi generasi baru tersebut menghadirkan Xiaomi Hyper XiaoAi 2.0 yang ditenagai model Xiaomi MiMo untuk mendukung interaksi AI lintas perangkat dan ekosistem.

Kinerja Q2 2026 menunjukkan strategi Xiaomi kini bertumpu pada beberapa mesin pertumbuhan, mulai dari smartphone premium dan AIoT hingga kendaraan listrik pintar dan teknologi AI.

Perusahaan juga terus meningkatkan investasi R&D untuk memperkuat integrasi ekosistem “Human × Car × Home” yang menjadi strategi utama Xiaomi dalam pengembangan bisnis dan teknologi ke depan.

Baca Juga: Redmi Note 17 Series Jadi Smartphone Pertama Xiaomi dengan Baterai 10.000mAh

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU