Selular.ID -

J&T Express Perkuat Teknologi dan Layanan di Usia 11 Tahun

BACA JUGA

Selular.ID – J&T Express memasuki usia ke-11 dengan memperkuat kapasitas logistik, pemanfaatan teknologi, dan pengalaman pelanggan.

Hingga paruh pertama 2026, perusahaan mencatat jumlah pengiriman meningkat lebih dari 65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut diikuti pengembangan sistem sortir otomatis, pemanfaatan artificial intelligence (AI), serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

J&T Express menyampaikan perkembangan tersebut bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-11 yang digelar pada 26 Agustus 2026 di Jakarta.

Mengusung tema “Selalu Dekat, Selalu di Hati”, perusahaan menempatkan penguatan layanan, kedekatan dengan pelanggan, dan kontribusi sosial sebagai bagian dari agenda pertumbuhan.

Dari sisi industri, perkembangan bisnis J&T Express berlangsung ketika sektor transportasi dan pergudangan Indonesia juga mencatat pertumbuhan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04% secara tahunan pada triwulan I 2026. BPS menyebut pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

CEO J&T Express Robin Lo mengatakan peningkatan volume pengiriman perlu diimbangi dengan kemampuan operasional yang lebih kuat. Menurutnya, teknologi digunakan untuk menjaga efisiensi sekaligus konsistensi layanan ketika jumlah paket terus bertambah.

“Pertumbuhan kami bukan hanya terlihat dari jumlah paket, tetapi dari kemampuan kami membangun jaringan yang semakin kuat, luas, dan adaptif. Teknologi bagi kami bukan sekadar investasi, tetapi cara untuk memastikan pertumbuhan volume dapat diikuti dengan efisiensi dan konsistensi layanan,” ujar Robin Lo.

Otomatisasi Sortir Perkuat Kapasitas Logistik

Untuk menangani peningkatan volume pengiriman, J&T Express memperluas pemanfaatan otomatisasi dalam proses sortir paket. Automatic Sorting System saat ini diterapkan di 19 pusat sortir perusahaan.

Sistem tersebut diklaim mampu mempercepat proses penyortiran hingga empat kali dibandingkan metode manual. Selain pusat sortir, J&T Express juga mengoperasikan lebih dari 1.000 mesin sortir di sekitar 500 Drop Center.

Menurut perusahaan, penggunaan mesin tersebut dapat membuat proses sortir hingga tiga kali lebih cepat. Drop Center merupakan titik operasional yang menangani aktivitas penerimaan, pemrosesan, dan distribusi paket sebelum dikirimkan ke tujuan berikutnya.

Penggunaan teknologi tidak hanya diterapkan pada proses fisik pemrosesan paket. J&T Express juga memanfaatkan AI dan data analytics untuk mendukung optimalisasi rute serta pemantauan operasional secara real-time.

AI dalam konteks tersebut digunakan sebagai bagian dari pengolahan data operasional untuk membantu perusahaan mengoptimalkan rute pengiriman.

Sementara pemantauan secara real-time memungkinkan kondisi operasional dipantau berdasarkan data yang tersedia pada saat proses berlangsung.

Penguatan teknologi menjadi relevan ketika volume logistik meningkat dan pola pengiriman semakin kompleks.

BPS mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61% secara tahunan, sementara sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu lapangan usaha yang mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 8,04%.

Bagi J&T Express, pengembangan kapasitas tersebut diarahkan bukan hanya untuk menangani lebih banyak paket, tetapi juga menjaga standar operasional ketika skala jaringan semakin besar.

Customer Experience Jadi Fokus Berikutnya

Selain kapasitas operasional, J&T Express menjadikan pengalaman pelanggan atau customer experience sebagai bagian dari strategi layanan.

Perusahaan menyebut kedekatan dengan pelanggan tidak hanya diukur dari kecepatan dan keamanan pengiriman, tetapi juga dari kemampuan memahami pengalaman pengguna dan menjadikannya sebagai masukan untuk perbaikan layanan.

Brand Manager J&T Express Herline Septia mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari tema “Selalu Dekat, Selalu di Hati” yang diusung dalam perayaan tahun ke-11.

“Bagi kami, menjadi dekat berarti memahami pelanggan, mendengarkan mereka, dan terus memberikan pengalaman yang lebih baik. Semangat inilah yang kami bawa melalui ‘Selalu Dekat, Selalu di Hati’, agar pertumbuhan J&T Express juga selalu diikuti dengan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan customer,” ujar Herline.

Salah satu implementasinya adalah program Kurir Bintang 5. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas layanan kurir dengan sejumlah indikator, mulai dari kehadiran, kinerja pick up, keberhasilan delivery, hingga pemahaman terhadap sistem dan prosedur operasional.

J&T Express juga menghadirkan jntdekatdihati.com sebagai kanal bagi pelanggan untuk menyampaikan testimoni dan pengalaman. Masukan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengevaluasi serta meningkatkan kualitas layanan.

Dalam rangka ulang tahun ke-11, J&T Express juga menggelar rangkaian program pada 13–23 Agustus 2026. Program tersebut mencakup diskon ongkos kirim, Poinversary Deals, dan J&T Brand Week yang ditujukan sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan.

Dorong UMKM dan Program Keberlanjutan

Agenda J&T Express pada usia ke-11 tidak hanya berfokus pada layanan logistik. Perusahaan juga menjalankan program yang diarahkan untuk memberikan manfaat kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Salah satunya adalah Jawara Lokal J&T Express, program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijalankan bersama Kementerian UMKM Republik Indonesia.

Melalui program tersebut, UMKM terpilih mendapatkan sejumlah dukungan. Bentuknya mencakup bantuan permodalan sebesar Rp15 juta, subsidi diskon ongkir J&T Express hingga 30%, serta akses kanal promosi untuk membantu pengembangan bisnis.

Program Jawara Lokal pertama kali dilaksanakan di Sulawesi Selatan dan menurut J&T Express akan dilanjutkan ke empat provinsi lainnya. Perusahaan menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat ekosistem logistik kepada pelaku UMKM.

Di sisi lingkungan, J&T Express menjalankan J&T Sustainability Impact Program (J&T SIP). Program ini menggabungkan aspek pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan melalui kegiatan pemanfaatan kembali limbah tekstil.

Dalam pelaksanaannya, sekitar 146 kilogram limbah tekstil diolah kembali menjadi produk baru.

Proses upcycling tersebut diperkirakan dapat menghindari 1,25 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO₂e), dengan perusahaan menyebut angka tersebut setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh sekitar 5.000 kilometer.

Robin Lo mengatakan J&T Express ingin memperluas makna kehadiran perusahaan, tidak hanya melalui layanan pengiriman tetapi juga melalui pengalaman pelanggan dan manfaat bagi masyarakat.

“Di usia yang ke-11, kami ingin J&T Express terus dikenal bukan hanya karena layanan logistiknya, tetapi juga karena pengalaman dan manfaat yang kami berikan kepada pelanggan dan masyarakat. J&T Express berkomitmen untuk terus hadir, tumbuh bersama, dan memberikan arti bagi masyarakat di setiap langkah kami,” kata Robin.

Memasuki tahun ke-11, J&T Express menempatkan pertumbuhan volume pengiriman, otomatisasi operasional, pemanfaatan AI dan data, serta peningkatan customer experience dalam satu rangkaian pengembangan bisnis.

Di saat yang sama, program UMKM dan keberlanjutan menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas dampak di luar aktivitas pengiriman paket.

Baca Juga: J&T Express Perluas Layanan Internasional ke Lebih 60 Negara

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU