Selular.ID -

Olike Ungkap Pergeseran Selera Pengguna Powerbank Indonesia, Kini Tak Hanya Pentingkan Kapasitas Daya

BACA JUGA

Selular.ID – Permintaan powerbank di pasar Indonesia masih tinggi. Tak hanya kapasitas daya yang menjadi pertimbangan.

Sekarang ini standar keamanan dan sertifikasi kualitas baterai menjadi syarat dalam memilih powerbank.

Hal tersebut diungkapkan Wan Chigang, Head of Product Olike Indonesia, yang akrab disapa Oscar. Selain isu harga, Oskar menyoroti pergeseran preferensi konsumen ke arah produk yang mengutamakan aspek keselamatan.

Oscar menyebut sejumlah insiden kebakaran gudang penyimpanan yang dipicu oleh baterai sebagai salah satu faktor yang membuat konsumen kini lebih selektif dalam memilih powerbank.

Standar keamanan dan sertifikasi kualitas baterai, menurutnya, akan menjadi pertimbangan utama pembeli ke depan, bukan sekadar kapasitas daya.

Tren Integrasi dengan Pengisian Daya Nirkabel

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Oscar menjelaskan bahwa selain aspek keamanan, arah pengembangan produk power bank juga bergerak menuju integrasi dengan teknologi pengisian daya nirkabel atau wireless charging.

Tren ini muncul karena konsumen menginginkan kepraktisan, yakni tidak perlu lagi membawa powerbank, kepala charger, dan kabel data secara terpisah.

“Kadang power bank bisa kehabisan daya, jadi kita mencari power bank yang ringan, dengan sistem keamanan yang baik, dan pengguna tidak perlu membawa kabel tambahan. Ini adalah bentuk integrasi untuk power bank ke depan,” kata Oscar.

Ia menambahkan, kombinasi antara efisiensi bentuk, keamanan baterai, dan kemudahan pengisian daya nirkabel menjadi kombinasi yang dicari konsumen saat ini.

Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan mobilitas tinggi pengguna gawai di Indonesia, yang menginginkan aksesori pendukung yang ringkas namun tetap andal.

Manajemen Termal untuk Perpanjang Usia Baterai Perangkat
Di luar konteks powerbank, Oskar juga menyinggung perkembangan teknologi manajemen termal atau thermal management pada baterai perangkat secara umum.

Teknologi ini berfungsi memantau suhu baterai secara real-time untuk menjaga kesehatan sel baterai, sehingga masa pakai perangkat dapat diperpanjang.

Ia mencontohkan pergeseran perilaku konsumen yang dahulu cenderung mengganti perangkat setiap tahun, namun kini menahan penggunaan perangkat lebih lama seiring membaiknya daya tahan baterai.

Kondisi ini, menurut Oskar, turut membuka peluang baru bagi produsen aksesori konvensional seperti power bank, karena siklus penggantian perangkat yang lebih panjang membuat kebutuhan terhadap aksesori pendukung daya tetap relevan.

“Ada teknologi yang mengetahui kondisi termal baterainya agar bisa melindungi kesehatan baterai, sehingga orang-orang bisa menjaga perangkat mereka lebih lama. Pada masa lalu, orang mengganti perangkat setiap tahun, tapi sekarang siklus itu lebih panjang. Ini menunjukkan peluang baru bagi kami sebagai produsen aksesori konvensional,” jelas Oskar..

Oscar menegaskan bahwa meski menghadapi tekanan harga bahan baku dan regulasi keselamatan yang lebih ketat, pasar powerbank di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda penurunan permintaan secara signifikan.

Ia menilai preferensi konsumen ke depan akan lebih banyak diarahkan pada produk yang memenuhi standar keamanan, efisien dari sisi desain, dan mendukung teknologi pengisian daya nirkabel sebagai nilai tambah utama.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU