Anti Gores Bawaan Terlalu Ringkih, Pembeli Hp Rela Rogoh Kocek Ekstra

BACA JUGA

Selular.ID – Tingginya permintaan anti gores didorong oleh kebutuhan konsumen akan perlindungan layar yang lebih mumpuni dibandingkan pelindung bawaan pabrik yang umumnya masih berbahan plastik standar.

Berdasarkan penelusuran langsung Selular.ID di pusat penjualan ponsel ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, permintaan aksesoris pelindung layar ini tercatat sangat stabil dan menjadi salah satu komoditas paling terlaris setiap harinya.

Jimin, Karyawan Global Cell di ITC Roxy Mas, mengungkapkan bahwa faktor utama pembeli tetap berburu anti gores tambahan adalah demi memastikan keselamatan komponen layar ponsel mereka dari potensi benturan fisik.

“Anti gores yang ada dalam kemasan bawaan pembelian biasanya berbahan plastik tipis. Oleh karena itu, pembeli tetap memilih membeli anti gores yang lebih mumpuni dalam melindungi layar ponsel dari goresan maupun benturan,” ujar Jimin saat ditemui di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat.

Jimin memaparkan bahwa pedagang menawarkan dua kategori pelindung layar di toko ritel, yaitu tipe khusus yang presisi sesuai jenis ponsel dan tipe universal yang fleksibel disesuaikan.

Dari sisi kisaran harga, pelindung layar tipe biasa dipasarkan mulai dari harga Rp40.000 hingga Rp75.000, dengan variasi biaya yang sangat tergantung pada tipe serta spesifikasi perangkat milik konsumen.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Namun, untuk perangkat smartphone kelas menengah ke atas yang mengusung teknologi layar lengkung (curved display), patokan harganya relatif lebih tinggi.

Aksesoris pelindung layar khusus tipe layar lengkung tersebut dijual mulai dari kisaran harga Rp125.000 hingga menembus kisaran Rp300.000-an, lantaran material dan tingkat presisi pemasangan yang jauh lebih rumit.

Kondisi senada juga disampaikan Wilma, pemilik toko Happy Cell di ITC Roxy Mas, yang menegaskan bahwa aksesoris pelindung layar selalu masuk dalam daftar belanja harian para pengunjung.

Di tengah kondisi pasar di mana harga unit smartphone kerap mengalami kenaikan, Wilma menyebutkan bahwa harga jual pelindung layar justru relatif bertahan stabil tanpa ada kenaikan sama sekali.

“Setiap hari aksesoris ini selalu dibeli oleh konsumen. Mengenai patokan harga, berbeda dari perangkat ponsel yang kerap mengalami kenaikan, untuk aksesoris anti gores harganya tidak mengalami kenaikan dan relatif tetap sama,” tutur Wilma.

Bertahannya tren transaksi pelindung layar di pusat perdagangan seluler terbesar ini menunjukkan tingginya ketergantungan pengguna terhadap perlindungan fisik ekstra.

Walaupun berbagai produsen smartphone terus mempercanggih daya tahan layar bawaan dengan proteksi kaca temper kelas tinggi.

Mahalnya estimasi biaya penggantian layar asli jika pecah tetap mendorong pengguna untuk memasang perlindungan berlapis sejak hari pertama pembelian.

Keberadaan pelindung tipe universal menjadi jawaban bagi pemilik perangkat yang sulit menemukan aksesoris khusus, sehingga perputaran stok aksesoris pelindung layar dapat terus berjalan lancar.

Ke depan, lanskap bisnis aksesoris pelindung layar di tingkat pedagang ritel diproyeksikan akan terus tumbuh sejajar dengan tingginya volume penjualan smartphone di Indonesia.

Baca Juga:Apakah Smartphone dengan Layar AMOLED Masih Perlu Anti Gores?

Permintaan pasar terhadap varian pelindung layar berteknologi tinggi seperti hydrogel dan tempered glass khusus diprediksi tetap konsisten menjadi penopang utama pendapatan pedagang aksesoris di pusat grosir elektronik nasional.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU