Selular.ID – Modena Energy pada 10 Juli 2026 memperkenalkan solusi energi berbasis tenaga surya yang ditujukan untuk segmen residensial dan komersial.
Melalui layanan end-to-end, perusahaan menawarkan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang membantu rumah tangga maupun pelaku usaha mengelola konsumsi energi secara lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan.
Peluncuran solusi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan listrik di berbagai sektor serta tren pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
Modena Energy menilai pengelolaan energi kini tidak hanya berfokus pada penghematan biaya listrik, tetapi juga pada kemampuan membangun sistem pasokan energi yang lebih andal untuk mendukung operasional jangka panjang.
Head of Modena Energy, Agiya Fersya, mengatakan rumah tangga maupun pelaku usaha membutuhkan solusi energi yang mampu menjaga efisiensi biaya operasional sekaligus meningkatkan kemandirian energi.
Menurutnya, Modena Energy menghadirkan sistem tenaga surya yang dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan setiap pelanggan, sehingga dapat mendukung keberlanjutan dalam jangka panjang.
Potensi pengembangan energi surya di Indonesia dinilai sangat besar.
Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA), tenaga surya menjadi salah satu sumber energi terbarukan dengan prospek paling menjanjikan karena Indonesia berada di wilayah khatulistiwa yang memperoleh paparan sinar matahari relatif stabil sepanjang tahun.
Secara global, instalasi PLTS juga terus meningkat berkat proses pemasangan yang lebih cepat, fleksibel, dan dapat diterapkan pada berbagai jenis bangunan.
Modena Energy menawarkan layanan yang mencakup seluruh proses implementasi sistem tenaga surya, mulai dari konsultasi, asesmen kebutuhan energi, perancangan sistem, instalasi, hingga layanan operasional dan pemeliharaan.
Pendekatan tersebut ditujukan agar performa sistem tetap optimal sepanjang masa operasional serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.
Salah satu fokus utama solusi Modena Energy adalah membantu pelanggan memperoleh kendali yang lebih besar terhadap sumber energi.
Seiring meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dan elektrifikasi di berbagai sektor, kebutuhan listrik juga terus bertambah.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan energi menjadi faktor penting, terutama bagi pelaku usaha yang ingin menjaga efisiensi biaya operasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber pasokan listrik.
Untuk memenuhi kebutuhan yang beragam, Modena Energy menyediakan tiga pilihan konfigurasi sistem tenaga surya.
Sistem on-grid terhubung langsung dengan jaringan listrik PLN tanpa menggunakan baterai penyimpanan.
Energi yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan secara langsung pada siang hari ketika intensitas matahari optimal.
Konfigurasi ini cocok diterapkan pada gedung perkantoran, kawasan industri, hotel, ruko, maupun bangunan komersial yang memiliki konsumsi listrik tinggi pada siang hari.
Sementara itu, sistem off-grid beroperasi secara mandiri tanpa terhubung ke jaringan PLN.
Energi yang dihasilkan panel surya disimpan di dalam Battery Energy Storage System (BESS) sehingga tetap dapat digunakan pada malam hari atau ketika cuaca tidak mendukung produksi listrik.
Solusi ini ditujukan bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik maupun pelanggan yang membutuhkan pasokan energi secara independen.
Pilihan lainnya adalah sistem hybrid, yang menggabungkan panel surya, baterai penyimpanan, dan jaringan PLN.
Dalam konfigurasi ini, listrik dari panel surya digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan bangunan.
Apabila terdapat kelebihan energi, sistem akan menyimpannya di baterai. Ketika kapasitas baterai menurun, sistem secara otomatis beralih menggunakan pasokan listrik dari PLN.
Model hybrid dinilai sesuai untuk rumah tinggal, fasilitas kesehatan, maupun bisnis yang membutuhkan kontinuitas pasokan listrik tanpa mengabaikan efisiensi energi.

Selain menawarkan fleksibilitas konfigurasi, Modena Energy juga menekankan manfaat ekonomi dari penggunaan tenaga surya.
Besaran penghematan biaya listrik bergantung pada pola konsumsi energi, kapasitas sistem yang dipasang, konfigurasi instalasi, serta tarif listrik yang berlaku.
Menurut Agiya Fersya, secara umum pelanggan sektor komersial dan industri yang memiliki konsumsi listrik tinggi pada siang hari berpotensi mengurangi tagihan listrik sekitar 30 hingga 70 persen.
Sementara itu, pelanggan residensial berpotensi memperoleh efisiensi sekitar 30 hingga 50 persen, bergantung pada karakteristik penggunaan listrik di masing-masing properti.
Untuk mendukung pengelolaan energi yang lebih modern, Modena Energy melengkapi layanannya dengan platform pemantauan digital berbasis cloud dan Internet of Things (IoT).
Melalui aplikasi maupun dashboard berbasis web, pelanggan dapat memantau produksi energi panel surya, konsumsi listrik, serta estimasi pengurangan emisi karbon secara real-time.
Platform tersebut juga menyediakan notifikasi otomatis apabila terdeteksi potensi gangguan pada sistem.
Fitur ini memungkinkan pelanggan maupun tim teknis melakukan tindakan lebih cepat sehingga performa instalasi tetap terjaga dan risiko gangguan operasional dapat diminimalkan.

Modena Energy turut memperkenalkan solusi energi surya tersebut kepada pengunjung IndoBuildTech 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.
Melalui pameran tersebut, perusahaan memberikan konsultasi mengenai implementasi sistem tenaga surya bagi rumah tinggal maupun sektor komersial.
Ke depan, Modena Energy menyatakan akan terus mengembangkan solusi energi berbasis surya yang dipadukan dengan teknologi digital untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha membangun sistem energi yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan elektrifikasi dan transformasi menuju pemanfaatan energi bersih di Indonesia.
Baca Juga: Cooler dan Freezer Modena Terbaru Incar Pelaku Usaha



