Selular.ID -

Pengembang AI Nekat Bikin GTA 6 Sendiri, Malah Salah Kota

BACA JUGA

Selular.id – Seorang pengembang independen menjadi perhatian komunitas gim setelah mendokumentasikan proyek ambisius membangun game bergaya GTA 6 menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Alih-alih menunggu peluncuran resmi dari Rockstar Games, pengembang tersebut mencoba menciptakan versinya sendiri. Namun dalam prosesnya, proyek itu justru mengalami berbagai kendala, termasuk menghasilkan lingkungan yang tidak sesuai dengan konsep kota Vice City yang menjadi latar GTA 6.

Pengembang yang dikenal dengan nama Ziwen membagikan perkembangan proyeknya secara terbuka melalui media sosial. Ia menyebut seluruh proses pengembangan dilakukan dengan bantuan sejumlah AI agent yang bertugas menulis kode, membuat aset, hingga menyusun sistem permainan.

Targetnya terbilang berani, yakni menyelesaikan proyek tersebut sebelum GTA 6 resmi meluncur pada November 2026.

Dalam salah satu pembaruan, Ziwen mengungkap bahwa AI justru membangun lingkungan yang menyerupai kota lain dan bukan Vice City seperti yang diharapkan. Kesalahan tersebut menjadi salah satu contoh bahwa AI generatif masih membutuhkan arahan dan pengawasan manusia, terutama ketika digunakan untuk mengembangkan proyek gim berskala besar.

Perjalanan pengembangan proyek ini juga diwarnai beberapa pergantian game engine. Awalnya Ziwen menggunakan Godot karena bersifat open source dan dianggap lebih fleksibel.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Namun setelah beberapa hari pengembangan, ia memutuskan beralih ke Unreal Engine agar dapat memanfaatkan fitur grafis yang lebih mendukung proyek berskala AAA.

Meski demikian, perpindahan tersebut tidak langsung menyelesaikan seluruh masalah. Ziwen mengaku masih menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan berbagai sistem permainan, termasuk pembuatan dunia terbuka, perilaku karakter non-pemain (NPC), hingga integrasi aset yang dihasilkan AI. Pada akhirnya ia bahkan kembali mengevaluasi engine yang digunakan demi mencari platform paling sesuai untuk pengembangan berbasis AI.

Selama beberapa hari pertama, perkembangan proyek memang cukup cepat. AI berhasil membuat menu utama, sistem loading, karakter yang dapat dikendalikan, hingga prototipe jalanan lengkap dengan kendaraan dan lalu lintas sederhana. Walau demikian, hasil akhirnya masih jauh dari kualitas yang selama ini identik dengan gim buatan Rockstar Games. C

Proyek ini sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi AI mulai mengubah proses pengembangan gim. Berbagai model AI kini mampu membantu pembuatan kode program, aset visual, animasi, hingga dokumentasi teknis sehingga mempercepat pekerjaan pengembang.

Namun, eksperimen Ziwen menunjukkan bahwa AI belum mampu menggantikan seluruh proses kreatif yang selama ini dikerjakan tim pengembang profesional.

Di sisi lain, Epic Games juga terus mengembangkan dukungan AI pada teknologi Unreal Engine. Dalam pemaparan terbaru mengenai roadmap Unreal Engine 6, Epic menyatakan akan menghadirkan integrasi model AI seperti Claude dan Gemini untuk membantu pengembang mengotomatisasi berbagai pekerjaan teknis tanpa menghilangkan kendali kreatif dari tim pengembang.

Sementara itu, Rockstar Games masih terus mempersiapkan peluncuran GTA 6 yang dijadwalkan hadir pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Hingga kini belum ada versi PC yang diumumkan secara resmi.

Eksperimen Ziwen memang tidak dimaksudkan sebagai pengganti GTA 6. Namun proyek tersebut menjadi gambaran menarik mengenai bagaimana AI mulai dimanfaatkan dalam industri pengembangan gim.

Seiring kemajuan teknologi, AI kemungkinan akan semakin banyak digunakan sebagai alat bantu produktivitas, sementara keputusan kreatif dan kualitas akhir sebuah gim tetap bergantung pada campur tangan para pengembang.

Baca juga: Rockstar Tetapkan Game GTA VI Siap Meluncur di Indonesia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU