Selular.ID – Headset kabel masih menjadi pilihan banyak gamer, terutama untuk permainan kompetitif seperti FPS (First Person Shooter), MOBA, maupun battle royale.
Di tengah berkembangnya headset nirkabel dengan teknologi Bluetooth dan koneksi 2,4 GHz, perangkat audio berkabel tetap menawarkan keunggulan yang sulit tergantikan, terutama dari sisi latensi, stabilitas koneksi, dan konsistensi kualitas suara.
Dari penelusuran selular Sejumlah lembaga pengujian perangkat audio dan media teknologi, seperti RTINGS, menyebut koneksi kabel analog masih menjadi solusi dengan latensi paling rendah karena sinyal audio dikirim langsung melalui kabel tanpa proses kompresi, pengiriman nirkabel, maupun dekode ulang.
Kondisi tersebut membuat suara yang didengar pemain hampir bersamaan dengan kejadian di dalam gim, sebuah faktor penting untuk permainan yang membutuhkan reaksi cepat.
Bagi gamer kompetitif, keterlambatan suara beberapa milidetik saja dapat memengaruhi kemampuan mendengar langkah kaki lawan, arah tembakan, atau efek suara lainnya.
Karena itu, banyak pemain esports maupun pengguna PC masih memilih headset kabel ketika mengutamakan performa dibanding mobilitas.
Selain memiliki latensi rendah, headset kabel juga tidak bergantung pada baterai. Pengguna dapat bermain dalam waktu lama tanpa khawatir daya perangkat habis di tengah permainan.
Koneksi kabel juga lebih stabil karena tidak dipengaruhi interferensi sinyal nirkabel atau kualitas koneksi Bluetooth yang dapat berubah sesuai lingkungan penggunaan.
Keunggulan lainnya adalah kualitas audio yang konsisten. Pada headset Bluetooth, sinyal suara harus melalui proses kompresi menggunakan codec sebelum dikirim ke perangkat.
Sebaliknya, koneksi kabel analog mengirimkan sinyal secara langsung sehingga potensi penurunan kualitas suara menjadi lebih kecil.
Hal ini membantu gamer menangkap detail audio secara lebih akurat, termasuk posisi musuh melalui efek suara spasial dalam permainan.
Meski demikian, bukan berarti semua headset kabel otomatis cocok untuk gaming. Pemilihan headset tetap harus mempertimbangkan beberapa aspek teknis agar pengalaman bermain menjadi optimal.
- Driver speaker
Untuk kebutuhan gaming, ukuran driver 40 mm hingga 50 mm menjadi standar yang banyak digunakan produsen karena mampu menghasilkan keseimbangan antara detail suara, vokal, dan efek ledakan.
Driver yang baik juga membantu menghadirkan positional audio, yakni kemampuan mengenali arah datangnya suara di dalam permainan.
2. Mikrofon
Gamer yang sering bermain secara daring membutuhkan mikrofon dengan karakter cardioid atau directional agar suara pengguna lebih jelas dan kebisingan di sekitar dapat dikurangi.
Mikrofon yang dapat dilepas (detachable) juga menjadi nilai tambah karena membuat headset lebih fleksibel digunakan untuk mendengarkan musik atau menonton film.
3. Kenyamanan
Sesi bermain dapat berlangsung selama beberapa jam sehingga bantalan telinga berbahan memory foam, headband empuk, dan bobot headset yang ringan menjadi faktor penting.
Media teknologi PC Gamer juga menempatkan kenyamanan sebagai salah satu pertimbangan utama saat memilih headset gaming karena berpengaruh langsung terhadap pengalaman penggunaan jangka panjang.
5. Jenis konektor
Untuk pengguna PC, headset dengan jack 3,5 mm masih menjadi pilihan paling universal.
Sementara beberapa model juga menyediakan koneksi USB yang memungkinkan pengguna mengakses fitur tambahan seperti equalizer (EQ), virtual surround, atau pengaturan mikrofon melalui perangkat lunak bawaan.
RTINGS menyebut koneksi USB juga banyak dimanfaatkan pada headset gaming modern karena mendukung fitur perangkat lunak tanpa mengorbankan kompatibilitas.
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas material kabel. Kabel dengan pelindung (braided cable) atau penguat di bagian konektor umumnya lebih tahan terhadap tekukan dan penggunaan jangka panjang.
Faktor ini menjadi penting mengingat kabel merupakan salah satu komponen yang paling sering mengalami kerusakan pada headset berkabel.
Berkembangnya teknologi headset nirkabel memang memberikan pilihan baru bagi gamer yang mengutamakan mobilitas.
Bahkan koneksi nirkabel berbasis 2,4 GHz kini mampu menghadirkan latensi yang jauh lebih rendah dibanding Bluetooth konvensional.
Namun, untuk pengguna yang menginginkan performa audio paling stabil, respons tercepat, serta tidak ingin bergantung pada baterai, headset kabel masih menjadi pilihan yang relevan.
Baca Juga:Headset Kabel Belum Mati, TWS Belum Menang Total
Sejumlah produsen seperti HyperX, Logitech G, SteelSeries, Razer, Corsair, ASUS ROG, JBL Quantum, hingga EPOS masih mempertahankan lini headset gaming berkabel dalam portofolio mereka.



