Selular.id – Perkembangan teknologi audio pribadi dalam satu dekade terakhir telah mengubah cara masyarakat Indonesia mendengarkan musik, menonton video, hingga berkomunikasi.
Kehadiran True Wireless Stereo (TWS) atau earbud nirkabel membuat penggunaan perangkat audio menjadi lebih praktis karena tidak lagi bergantung pada kabel.
Data Canalys (Maret 2025) menunjukkan pasar perangkat smart personal audio global tumbuh 11,2 persen menjadi 455 juta unit pada 2024.
Canalys memperkirakan pengiriman perangkat audio personal akan menembus 500 juta unit pada 2025, didorong meningkatnya penggunaan TWS, headphone nirkabel, konsumsi konten digital, mobile gaming, dan aktivitas kerja hybrid.
Namun di tengah pertumbuhan TWS yang pesat, headset kabel belum kehilangan pasar. Sejumlah pengguna masih memilih perangkat berkabel karena menawarkan latensi rendah, kualitas suara yang konsisten, serta tidak memerlukan baterai.
Perkembangan TWS dan Headset Kabel di Indonesia
Pasar perangkat audio Indonesia mengalami perubahan signifikan sejak 2020 ketika adopsi TWS meningkat seiring tren kerja dan belajar dari rumah.
Kehadiran smartphone tanpa jack audio 3,5 mm dari berbagai vendor seperti Apple, Samsung, Xiaomi, OPPO, dan vivo turut mempercepat migrasi pengguna menuju perangkat audio nirkabel.
Laporan lembaga riset Counterpoint Research dan Canalys dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan TWS menjadi salah satu kategori perangkat elektronik konsumen dengan pertumbuhan tercepat di dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Dalam penelusuran Selular, meski demikian, headset kabel masih mempertahankan pangsa pasar tertentu.
Produk berkabel tetap banyak digunakan oleh kalangan gamer kompetitif, kreator konten, pekerja audio profesional, hingga pengguna yang mengutamakan kualitas suara tanpa kompresi dan tidak ingin bergantung pada daya baterai.
Di Indonesia, pertumbuhan e-commerce juga membuat kedua kategori produk ini semakin mudah diakses, mulai dari segmen entry-level hingga premium.
Akibatnya, pasar tidak hanya bergeser ke TWS, tetapi berkembang menjadi ekosistem audio yang lebih beragam.
Dampak Penggunaan dalam Jangka Panjang
Baik headset kabel maupun TWS pada dasarnya aman digunakan selama mengikuti batas volume yang direkomendasikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan paparan suara keras dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
Beberapa efek yang dapat muncul akibat penggunaan berlebihan antara lain:
• Kelelahan pendengaran (ear fatigue).
• Tinnitus atau denging pada telinga.
• Penurunan sensitivitas pendengaran secara bertahap.
• Ketidaknyamanan pada saluran telinga jika perangkat digunakan terlalu lama.
Risiko tersebut lebih dipengaruhi oleh tingkat volume dan durasi penggunaan dibanding jenis konektivitas perangkatnya.
Praktik yang umum direkomendasikan adalah aturan 60/60, yaitu mendengarkan pada maksimal 60 persen volume selama tidak lebih dari 60 menit.
Secara umum, headset kabel masih unggul untuk kebutuhan performa dan kualitas audio yang konsisten.
Baca Juga:Tren Headset Kabel Dongkrak Penjualan Aksesoris di Pusat Penjualan HP
Sementara itu, headset Bluetooth dan TWS mendominasi kebutuhan mobilitas serta kenyamanan penggunaan sehari-hari. Kedua kategori diperkirakan akan terus berkembang karena melayani kebutuhan pengguna yang berbeda, bukan saling menggantikan sepenuhnya.



