Pasar elektronik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami dinamika yang signifikan seiring ekspansi merek-merek global dari China, Korea Selatan, hingga Jepang.
Persaingan tidak hanya terjadi dari sisi harga, tetapi juga kualitas produk, fitur, daya tahan, serta layanan purna jual yang kini semakin menjadi perhatian konsumen. Perubahan perilaku konsumen ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi brand lokal.
Konsumen tidak lagi hanya melihat nama besar merek, tetapi juga nilai guna produk dalam jangka panjang. Karena itu, produsen lokal dituntut mampu menjaga kualitas, menghadirkan inovasi, dan membangun kepercayaan pasar.
Sebagai salah satu pemain lokal, Niko Elektronik terus beradaptasi melalui inovasi produk, penguatan distribusi, penyesuaian harga, serta kedekatan dengan kebutuhan konsumen.
Strategi ini penting agar Niko tetap relevan di tengah gempuran brand global dan dinamika industri elektronik.
Lantas, bagaimana strategi Niko Elektronik dalam menjaga daya saing di tengah persaingan pasar dan situasi geopolitik saat ini?
Selular membahasnya dalam bincang santai bersama Tjandra Lianto, Direktur Marketing Niko Elektronik, dipandu oleh CEO sekaligus Editor in Chief Selular Media Network, Uday Rayana.
Baca Juga:Â INDUSTRI GADGET STAGNAN, ERAJAYA TETAP PANEN RP 76 TRILIUN!




