Selular.ID – Motorola Razr Ultra 2025 kembali menjadi sorotan setelah harga ponsel lipat premium tersebut turun drastis di pasar Amerika Serikat. Media tekno global melaporkan bahwa perangkat itu kini dijual seharga US$699,99 atau sekitar Rp11,5 juta, turun dari harga awal US$1.299,99 atau sekitar Rp21,4 juta.
Penurunan harga ini membuat Razr Ultra 2025 lebih murah sekitar US$800 atau setara Rp13,2 juta dibandingkan Motorola Razr Ultra 2026 yang dibanderol US$1.499 atau sekitar Rp24,7 juta.
Diskon besar tersebut muncul menjelang peluncuran resmi lini Motorola Razr 2026 yang dijadwalkan mulai tersedia pada 21 Mei 2026.
Dalam laporan Motorola Razr Ultra 2025 bahkan disebut sebagai “flip phone, nearly perfected” karena menawarkan spesifikasi yang masih sangat kompetitif untuk kelas flagship foldable.
Motorola Razr Ultra 2025 hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite, RAM 16GB, serta penyimpanan internal hingga 512GB.
Ponsel ini juga membawa layar lipat pOLED 7 inci dengan refresh rate 165Hz dan layar eksternal 4 inci yang mendukung berbagai fungsi aplikasi tanpa membuka perangkat.
Motorola turut membekali perangkat tersebut dengan engsel titanium yang diperkuat serta sertifikasi IP48 untuk ketahanan terhadap air dan partikel debu berukuran tertentu.
Penurunan harga Razr Ultra 2025 menjadi perhatian karena Motorola Razr Ultra 2026 hanya membawa sejumlah peningkatan minor.
Berdasarkan perbandingan yang dimuat Android Central, model terbaru memang menawarkan baterai lebih besar 5.000mAh, sensor kamera Sony LOFIC terbaru, dan peningkatan kecerahan layar internal hingga 5.000 nits.
Namun sebagian besar spesifikasi inti masih identik dengan generasi sebelumnya, termasuk penggunaan Snapdragon 8 Elite, RAM 16GB, dan kapasitas penyimpanan 512GB.
Kondisi tersebut memunculkan persepsi bahwa Motorola sedang menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan harga di pasar smartphone lipat premium.
Apalagi segmen foldable saat ini semakin kompetitif dengan kehadiran Samsung Galaxy Z Flip series, Oppo Find N Flip, hingga perangkat lipat dari Xiaomi dan Honor.
Android Central juga menyoroti bahwa selisih harga antara Razr Ultra 2025 dan Razr Ultra 2026 dinilai terlalu besar jika dibandingkan peningkatan fitur yang diberikan.
Dalam sejumlah diskusi komunitas pengguna di Reddit, sebagian konsumen bahkan memilih membeli model 2025 karena dianggap menawarkan value lebih tinggi di kelas flagship lipat.
Selain faktor harga, Motorola Razr Ultra 2025 juga masih dianggap relevan karena dukungan fitur AI dan software terbaru.
Perangkat ini telah mendukung berbagai fitur Moto AI serta integrasi Google Gemini. Motorola juga mempertahankan desain premium dengan material khusus seperti finishing kayu dan Alcantara pada beberapa varian warna.
Di sisi lain, Motorola Razr Ultra 2026 tetap menjadi model paling premium di lini terbaru Motorola.
Perangkat tersebut membawa peningkatan kamera berbasis sensor LOFIC untuk dynamic range lebih tinggi serta dukungan perekaman video 8K.
Motorola juga meningkatkan kapasitas baterai menggunakan teknologi silicon-carbon yang memungkinkan daya lebih besar tanpa mempertebal bodi perangkat.
Strategi penurunan harga generasi lama menjelang peluncuran model baru sebenarnya bukan hal baru di industri smartphone premium.
Baca Juga:Ikuti Tren, Motorola Kembangkan Moto AI untuk Mudahkan Pengguna
Namun dalam kasus Motorola Razr Ultra 2025, besarnya diskon membuat perangkat tersebut kembali kompetitif di pasar foldable flagship, terutama bagi pengguna yang menginginkan ponsel lipat premium tanpa harus membayar harga generasi terbaru yang jauh lebih mahal.




