Selular.ID -

Survei Salesforce: 70 Responden Lebih PD Bekerja Dengan AI

BACA JUGA

Selular.ID – Salesforce mengungkap temuan terbaru terkait adopsi kecerdasan buatan (AI) melalui survei terhadap 1.000 responden, yang menunjukkan bahwa pengalaman penggunaan AI secara pribadi berperan besar dalam membangun kepercayaan terhadap teknologi tersebut di lingkungan kerja.

Temuan ini disampaikan  Andreas Diantoro, AVP dan President Director Salesforce Indonesia, Andreas menjelaskan bahwa tingkat kesiapan individu terhadap AI saat ini semakin meningkat, seiring dengan semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari

Ia menyebut bahwa interaksi langsung dengan AI dalam konteks personal menjadi faktor kunci dalam membangun rasa percaya (trust) terhadap teknologi tersebut.

“Manusia pada dasarnya sudah semakin siap menggunakan AI. Pengalaman pribadi dalam menggunakan AI justru menjadi faktor yang membangun kepercayaan saat teknologi ini digunakan di lingkungan kerja,” ujar Andreas, di Jakarta, (23/04/26).

Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 68 persen responden menyatakan bahwa penggunaan AI secara pribadi telah meningkatkan kepercayaan mereka dalam menggunakan AI di tempat kerja.

Sementara itu, sekitar 70 persen responden juga mengaku bahwa pengalaman tersebut meningkatkan rasa percaya diri (PD) mereka dalam mengoperasikan teknologi AI dalam konteks profesional.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, hanya sekitar 3 persen responden yang menyatakan belum memiliki rencana untuk menggunakan AI.

Angka ini menunjukkan bahwa resistensi terhadap teknologi AI relatif kecil, dibandingkan dengan tingkat penerimaan yang terus meningkat.

Survei Salesforce: 70 Responden Percaya Diri Bekerja Dengan Menggunakan AI
Survei Salesforce: 70 Responden Percaya Diri Bekerja Dengan Menggunakan AI

Temuan ini mencerminkan perubahan pola adopsi teknologi, di mana pengalaman individu di luar lingkungan kerja kini menjadi faktor penting dalam mendorong implementasi di tingkat organisasi.

Dalam konteks ini, penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari, seperti asisten digital, aplikasi produktivitas, atau layanan berbasis otomatisasi, berperan sebagai pintu masuk bagi adopsi yang lebih luas di dunia kerja.

Salesforce melihat bahwa tren ini juga berkaitan dengan berkembangnya teknologi generative AI, yaitu jenis AI yang mampu menghasilkan konten seperti teks, gambar, atau kode secara otomatis.

Kemampuan ini membuat AI semakin mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat luas, sehingga mempercepat proses familiarisasi pengguna terhadap teknologi tersebut.

Seiring meningkatnya eksposur terhadap AI, tingkat pemahaman pengguna juga mengalami peningkatan.

Hal ini berdampak pada berkurangnya kekhawatiran atau keraguan dalam menggunakan AI di lingkungan profesional.

“Pengguna yang telah terbiasa dengan AI dalam kehidupan sehari-hari cenderung lebih siap untuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam pekerjaan mereka,”ujar Andreas.

Dalam konteks organisasi, kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk mempercepat transformasi digital berbasis AI.

Dengan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi, proses adopsi teknologi dapat berjalan lebih cepat dan efisien, tanpa menghadapi hambatan signifikan dari sisi sumber daya manusia.

Namun demikian, Salesforce menekankan bahwa adopsi AI tetap memerlukan pendekatan yang terstruktur, termasuk pelatihan, edukasi, serta kebijakan penggunaan yang jelas.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan AI dapat berjalan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Temuan survei ini juga memperkuat pandangan bahwa faktor manusia tetap menjadi elemen penting dalam transformasi teknologi.

Meskipun AI terus berkembang dari sisi kemampuan, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada tingkat penerimaan dan kepercayaan pengguna.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU