Selular.ID -

Strava: Baby Boomer Paling Aktif Bersepeda selama 2025

BACA JUGA

Selular.ID – Strava merilis laporan perdana Strava Metro: Commute Report pada 22 April 2026 yang mengungkap tren berkomuter dengan sepeda secara global sepanjang 2025.

Laporan ini menunjukkan total jarak tempuh pesepeda mencapai 550 juta mil atau setara 885,1 juta kilometer, mencerminkan peran penting aktivitas bersepeda dalam mobilitas harian di berbagai negara.

Data dalam laporan ini dihimpun melalui Strava Metro, yaitu platform berbasis data anonim yang menyediakan insight mobilitas bagi perencana kota, pemerintah, dan pemangku kepentingan.

Hingga saat ini, lebih dari 4.000 mitra global telah memanfaatkan data tersebut untuk mendukung pengembangan infrastruktur transportasi aktif, termasuk jalur sepeda dan fasilitas pejalan kaki.

Wakil Presiden Komunikasi dan Dampak Sosial Strava, Brian Bell, menyatakan bahwa Strava Metro menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan dampak positif melalui pemanfaatan data.

Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap pola komuter dapat membantu meningkatkan keselamatan dan efisiensi perjalanan di kawasan urban.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Laporan ini menganalisis aktivitas pengguna Strava selama periode Januari hingga Desember 2025, dengan fokus pada kebiasaan bersepeda sebagai moda transportasi harian.

Salah satu temuan utama menunjukkan bahwa generasi Baby Boomer menjadi kelompok paling aktif dalam berkomuter menggunakan sepeda.

Sebaliknya, tingkat partisipasi generasi Gen Z tercatat 21% lebih rendah dibandingkan kelompok tersebut.

Selain faktor demografi, laporan juga menyoroti tren penggunaan sepeda listrik atau e-bike yang terus meningkat.

Baby Boomer menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan e-bike, mencerminkan pergeseran preferensi menuju solusi mobilitas yang lebih efisien dan ramah energi.

Secara geografis, Islandia tercatat sebagai negara dengan tingkat penggunaan e-bike tertinggi untuk aktivitas komuter, diikuti oleh Belgia dan Norwegia.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa aktivitas berkomuter dengan sepeda tetap berlangsung dalam berbagai kondisi cuaca.

Dari suhu dingin ekstrem di Finlandia hingga cuaca hangat di Jepang, pengguna tetap memanfaatkan sepeda sebagai moda transportasi harian, menandakan tingkat adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan.

Strava mencatat bahwa total jarak tempuh 550 juta mil tersebut setara dengan mengelilingi bumi sebanyak 22.000 kali.

Angka ini juga melampaui lebih dari 2.170 kali perjalanan misi Artemis II yang direncanakan mengorbit bulan.

Perbandingan ini digunakan untuk menggambarkan skala aktivitas komuter global yang tercatat dalam platform.

Sebagai platform dengan lebih dari 195 juta pengguna di lebih dari 185 negara, Strava memanfaatkan data agregat untuk menghasilkan insight tanpa mengungkap identitas individu.

Pendekatan ini memungkinkan analisis tren mobilitas secara luas sekaligus menjaga privasi pengguna.

Dalam konteks pengembangan kota, data Strava Metro telah digunakan untuk merancang kebijakan transportasi yang lebih inklusif.

Dengan memahami pola perjalanan, pemerintah dan perencana kota dapat mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur seperti jalur sepeda yang aman, titik persimpangan yang lebih efisien, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Brian Bell menambahkan bahwa laporan ini juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekosistem mobilitas aktif.

Dengan merekam aktivitas komuter, pengguna secara tidak langsung berkontribusi pada pengembangan data yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas transportasi di masa depan.

Melalui peluncuran laporan ini, Strava memperkuat posisinya tidak hanya sebagai aplikasi kebugaran, tetapi juga sebagai penyedia data mobilitas yang relevan bagi pengembangan kota dan infrastruktur global.

Baca Juga: Gara-gara Strava, Posisi Kapal Induk Perancis Akhirnya Terungkap

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU