Selular.ID -

Kelangkaan Memori Jadi Momok Vendor-Vendor China, Produksi Xiaomi Terpangkas Paling Dalam

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Seperti telah diproyeksikan sebelumnya, pasar smartphone global pada tahun ini bakal terkontraksi. Imbas tantangan yang tak ringan, terutama keterbatasan memori yang memangkas kenaikan harga.

Menurut International Data Corporation (IDC), pengiriman smartphone global pada kuartal pertama tahun 2026 turun 4,1% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY) menjadi 289,7 juta unit.

Sebagai perbandingan, sebanyak 302 juta smartphone dikirimkan pada kuartal pertama tahun 2025.

Ini adalah pertama kalinya pengiriman smartphone global mengalami penurunan sejak pertengahan tahun 2023, mengakhiri tren pertumbuhan selama 10 kuartal berturut-turut.

IDC memperkirakan tren penurunan ini akan berlanjut pada tahun 2026, karena kekurangan RAM terus menghambat pertumbuhan pasar lebih lanjut.

Research Director Mobile Phones IDC Anthony Scarsella menyebut penurunan sekitar 4% ini hanyalah gambaran awal dari tekanan yang akan datang seiring memburuknya situasi pasokan memori.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Pasar berkembang yang bergantung pada perangkat di bawah US$200 akan menghadapi tantangan lebih besar dibandingkan masa pandemi,” katanya.

Meski demikian, IDC melihat tren premiumisasi akan terus berlanjut, dengan harga jual rata-rata (ASP) meningkat seiring strategi vendor yang menggeser portofolio ke segmen yang lebih tinggi.

Baca Juga: DRAM Diprediksi Langka Hingga 2027, Harga Komponen PC Berpotensi Terus Meroket

Berdasarkan laporan IDC, penurunan pengiriman global, merek-merek teratas terus menikmati penjualan yang baik.

Samsung memegang pangsa pasar terbesar sebesar 21,7% dengan 62,8 juta unit yang dikirimkan, pertumbuhan 3,6% YoY untuk merek asal Korea Selatan ini.

Di sisi lain, Apple yang merupakan competitor terdekat, juga mengalami pertumbuhan 3,3% YoY, mengirimkan 61,1 juta unit untuk pangsa pasar 21,1%.

Di luar Samsung dan Apple, tiga merek lainnya (semua brand China) yang berada di posisi 5 besar mengalami penurunan pengiriman, tetapi berhasil mempertahankan posisi pasar masing-masing.

Menurut IDC, Xiaomi, OPPO, dan Vivo menghadapi tekanan yang tak mudah. Xiaomi mencatat pengiriman 33,8 juta unit, turun 19,1% dibandingkan 41,8 juta unit pada kuartal I/2025.

Sementara itu, OPPO membukukan pengiriman 30,7 juta unit, turun 9,9% dari 34,1 juta unit. Adapun Vivo mengirimkan 21,2 juta unit, terkoreksi 6,8% dari 22,7 juta unit pada periode yang sama tahun lalu.

Associate Director Consumer Devices IDC Kiranjeet Kaur mengatakan kuartal ini menjadi periode yang sulit bagi seluruh pemain smartphone dalam mencari keseimbangan antara profitabilitas dan pertumbuhan.

Di sisi lain, vendor juga harus menjaga stabilitas di pasar domestik dan mendorong ekspansi ke luar negeri di tengah tekanan pasokan dan harga.

Baca Juga: Samsung Tinggalkan Lini LPDDR4, Produsen DRAM Tiongkok Ambil Alih Pasar

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU