Selular.ID -

Indosat Dorong AI dan 5G Cegah Kecelakaan Transportasi

BACA JUGA

Selular.ID – Indosat Ooredoo Hutchison menegaskan kesiapan perusahaan dalam menghadirkan solusi berbasis Artificial Intelligence dan 5G untuk sektor transportasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Danny Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menurutnya, pemanfaatan AI untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional, termasuk pada sistem perkeretaapian.

Danny menjelaskan bahwa teknologi AI saat ini sudah luas diterapkan pada kendaraan modern, khususnya mobil dan truk, melalui fitur keselamatan seperti deteksi objek dan sistem pengereman otomatis.

Fitur tersebut memungkinkan kendaraan menghitung jarak, kecepatan, dan potensi tabrakan secara real-time, lalu mengambil keputusan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Menurutnya, konsep yang sama dapat diadopsi pada moda transportasi lain, termasuk kereta api.

Implementasi AI pada sistem transportasi rel dinilai mampu meningkatkan aspek keselamatan, misalnya dengan mendeteksi potensi bahaya di lintasan dan memberikan respons otomatis untuk mencegah insiden.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Teknologi itu sebenarnya sudah ada dan terbukti di kendaraan modern. Tinggal bagaimana implementasinya di sektor lain seperti kereta atau transportasi berat,” ujar Danny, di Indotelko Forum, di Jakarta, (29/04/26).

Ia menyebutkan bahwa Indosat telah memiliki solusi teknologi yang dapat diterapkan di sektor transportasi, termasuk kerja sama dengan sejumlah perusahaan transportasi.

Salah satu implementasi yang telah berjalan dilakukan bersama PT Kereta Api Indonesia, meskipun masih terbatas pada fitur tertentu.

Dalam implementasi tersebut, AI digunakan untuk memantau kondisi masinis, termasuk tingkat kelelahan.

Sistem mampu mendeteksi indikasi kelelahan melalui pemantauan visual, seperti kondisi mata atau aktivitas yang berpotensi mengganggu konsentrasi.

Informasi tersebut kemudian dikirimkan secara real-time ke pusat kendali untuk ditindaklanjuti.

“Kalau terdeteksi masinis mengalami kelelahan, sistem akan memberikan peringatan agar dilakukan pergantian. Ini untuk mengurangi potensi kesalahan manusia,” kata Danny.

Penggunaan AI untuk monitoring operator ini menjadi salah satu langkah awal dalam penerapan teknologi cerdas di sektor transportasi nasional.

Namun, implementasi yang lebih luas, seperti sistem pencegahan tabrakan otomatis pada kereta, masih memerlukan kesiapan ekosistem, termasuk roadmap dari operator dan dukungan regulasi.

Danny menekankan bahwa penerapan teknologi tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari operator transportasi, penyedia teknologi, hingga regulator.

Dalam hal ini, Indosat menyatakan kesiapan untuk menyediakan solusi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mempercepat adopsi teknologi.

Selain AI, peran jaringan 5G juga menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi sistem transportasi cerdas.

Baca Juga:Indosat Ooredoo Hutchison Targetkan Pemulihan Jaringan di Aceh Capai 90%

Teknologi 5G menawarkan latensi rendah dan kapasitas data tinggi, yang dibutuhkan untuk pengolahan data secara real-time dalam sistem berbasis AI.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU