Selular.ID – Blibli menggelar program pengelolaan limbah elektronik (e-waste) bertajuk Gadget for Good dalam periode 14 April hingga 3 Mei 2026, sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan yang diperkuat pada momentum Earth Day 2026.
Melalui inisiatif ini, Blibli mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan perangkat elektronik pascakonsumsi sebagai kebiasaan sehari-hari, sekaligus memperluas akses terhadap fasilitas daur ulang yang lebih bertanggung jawab.
Program ini sejalan dengan tema global Earth Day 2026 “Our Power, Our Planet”, yang dimaknai Blibli sebagai dorongan untuk menghadirkan dampak lingkungan secara konsisten, tidak terbatas pada peringatan tahunan.
Perusahaan menegaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari operasional harian, diwujudkan melalui berbagai inisiatif seperti E-Waste Collection Program dan Take Back Packaging.
Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan, menyampaikan bahwa pendekatan keberlanjutan perusahaan tidak bersifat temporer.
Ia menekankan bahwa Blibli terus membuka peluang bagi pelanggan untuk berkontribusi terhadap lingkungan melalui berbagai kanal transaksi, baik online maupun offline.
Menurutnya, inisiatif pengelolaan limbah yang konsisten menjadi fondasi dalam membangun ekosistem yang lebih bertanggung jawab.
Program Gadget for Good hadir di ruang publik melalui kolaborasi dengan AEON Mall Sentul City, tepatnya di area Eternity Privilege lantai 2.
Dalam periode pelaksanaan, masyarakat dapat menyerahkan minimal empat perangkat elektronik kecil, seperti charger, earphone, powerbank, hingga konsol gim.
Sebagai bentuk apresiasi, peserta berkesempatan memperoleh voucher senilai Rp100.000 untuk pembelian produk Samsung di Blibli Store AEON Mall Sentul City, selama kuota tersedia.
Inisiatif ini memperluas jangkauan program e-waste collection yang sebelumnya telah tersedia secara permanen di lima Blibli Store, yaitu Central Park, Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange Mall, Lippo Mall Puri, dan AEON Mall Sentul.
Dropbox pengumpulan limbah elektronik tersebut dapat diakses sepanjang tahun tanpa bergantung pada momen tertentu.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya volume limbah elektronik secara global dan nasional.
Laporan Global E-waste Monitor 2024 mencatat bahwa volume e-waste dunia mencapai 62 juta ton pada 2022 dan diproyeksikan meningkat menjadi 82 juta ton pada 2030.
Namun, hanya sekitar 22,3 persen yang berhasil didaur ulang secara formal berdasarkan data World Health Organization.
Di Indonesia, tantangan pengelolaan limbah elektronik juga signifikan.
Data dalam laporan yang sama menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 2 juta ton e-waste per tahun, menjadikannya salah satu kontributor terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pulau Jawa tercatat menyumbang lebih dari separuh total volume tersebut.

Kesenjangan antara volume limbah dan kapasitas pengelolaan masih terlihat, terutama di wilayah perkotaan.
Di DKI Jakarta, misalnya, hanya sekitar 165 ton e-waste yang berhasil dikelola dalam periode 2019 hingga Mei 2024, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dalam konteks tersebut, Blibli mencatat adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam program pengumpulan e-waste.
Rata-rata volume yang terkumpul meningkat sebesar 54 persen, dari 1,5 item per hari pada Desember 2025 menjadi 2,4 item per hari pada kuartal pertama 2026.
Jenis perangkat yang paling banyak dikumpulkan meliputi charger ponsel, mouse, dan powerbank.

Selain pengelolaan limbah elektronik, Blibli juga menjalankan program Take Back Packaging sejak 2020. Inisiatif ini memungkinkan pelanggan mengembalikan kemasan bekas untuk didaur ulang.
Setiap 150 kemasan yang terkumpul dikonversi menjadi satu bibit pohon, sementara pelanggan mendapatkan insentif berupa Blibli Tiket Points untuk setiap kemasan yang dikembalikan.
Program tersebut diperkuat dengan fitur Misi Tanam Pohon, layanan Green Delivery, serta penerapan konsep Green Building pada fasilitas gudang.
Seluruh inisiatif ini dirancang untuk mengurangi jejak karbon di sepanjang rantai operasional perusahaan, sekaligus mendorong partisipasi pelanggan dalam praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan.
Blibli menyatakan akan terus mengembangkan program pengelolaan limbah secara bertahap, termasuk melalui penambahan titik layanan dan kolaborasi dengan berbagai mitra.
Pendekatan ini diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular, di mana material pascakonsumsi dapat dimanfaatkan kembali secara optimal.
Melalui Gadget for Good dan rangkaian inisiatif keberlanjutan lainnya, Blibli menempatkan pengelolaan e-waste sebagai bagian dari kebiasaan harian.
Program ini sekaligus memperkuat peran sektor e-commerce dalam mendukung pengurangan dampak lingkungan di tengah pertumbuhan konsumsi perangkat elektronik di Indonesia.
Baca Juga: Blibli Store Kini Jual Starlink, Harga Mulai 4 Jutaan




