Selular.ID – Apple Music di Android kian menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi fitur, kualitas audio, dan integrasi ekosistem, membuat layanan streaming musik milik Apple ini semakin kompetitif bagi pengguna smartphone Android di Indonesia dan global.
Perkembangan tersebut disorot oleh media teknologi internasional Android Central, yang menilai Apple Music secara konsisten menghadirkan fitur-fitur premium di platform Android, bahkan dalam beberapa aspek melampaui layanan streaming musik populer lain yang lebih dulu mapan di ekosistem Android.
Sejak pertama kali hadir di Android pada 2015, Apple Music sempat dipandang sebagai layanan “tambahan” bagi pengguna non-iOS.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Apple justru melakukan pendekatan berbeda dengan menghadirkan pengalaman yang relatif setara, bahkan unggul, dibanding versi iOS-nya.
Evolusi Apple Music di Platform Android
Apple Music kini tidak lagi sekadar tersedia di Android, tetapi aktif dikembangkan sebagai produk utama.
Aplikasi Apple Music untuk Android secara rutin menerima pembaruan fitur melalui Google Play Store, termasuk pembaruan UI, peningkatan performa, dan dukungan teknologi audio terbaru.
Salah satu pembaruan penting adalah dukungan Lossless Audio dan Hi-Resolution Lossless tanpa biaya tambahan.
Fitur ini memungkinkan pengguna menikmati kualitas audio hingga 24-bit/192 kHz, selama perangkat dan headphone mendukung.
Di sisi Android, dukungan ini menjadi nilai jual kuat karena tidak semua layanan streaming menyediakan audio resolusi tinggi tanpa paket khusus.
Selain itu, Apple Music di Android juga telah mendukung Dolby Atmos dan Spatial Audio, teknologi audio imersif yang menghadirkan pengalaman mendengarkan lebih luas dan detail.
Fitur ini dapat dinikmati baik melalui headphone kompatibel maupun speaker tertentu, tanpa harus menggunakan perangkat Apple.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna yang Konsisten
Dari sisi antarmuka, Apple Music di Android mengadopsi desain Material You yang selaras dengan standar visual Android modern. Navigasi terasa lebih ringan, responsif, dan mudah dipahami, bahkan bagi pengguna baru.
Beberapa fitur utama yang kini tersedia di Apple Music Android antara lain:
• Offline download dengan manajemen penyimpanan fleksibel
• Lyrics real-time yang tersinkronisasi dengan lagu
• Crossfade untuk transisi lagu yang lebih halus
• Equalizer bawaan dan integrasi dengan pengaturan audio sistem Android
Konsistensi pengalaman lintas platform menjadi salah satu kekuatan Apple Music. Playlist, histori pemutaran, dan preferensi pengguna tersinkronisasi secara real-time antara Android, iOS, PC, hingga web player.
Algoritma Kurasi dan Fokus pada Musik
Berbeda dengan beberapa kompetitor yang semakin menonjolkan konten non-musik seperti podcast dan video pendek, Apple Music tetap berfokus pada musik.
Pendekatan ini tercermin dari kurasi editorial yang kuat, playlist berbasis genre, serta rekomendasi yang dikombinasikan antara algoritma dan kurator manusia.
Apple juga aktif menggandeng label besar dan musisi global untuk menghadirkan konten eksklusif, termasuk album rilis awal, versi Spatial Audio, hingga sesi live tertentu.
Bagi pengguna Android yang mengutamakan kualitas musik dan kurasi, pendekatan ini menjadi diferensiasi penting.
Perbandingan dengan Layanan Streaming Lain di Android
Di ekosistem Android, persaingan layanan streaming musik sangat ketat.
Spotify unggul dalam algoritma rekomendasi sosial, sementara YouTube Music terintegrasi erat dengan ekosistem Google.
Namun Apple Music menawarkan kombinasi berbeda: kualitas audio tinggi, harga kompetitif, dan fitur premium tanpa add-on berbayar.
Secara harga, Apple Music di Indonesia berada di kisaran yang setara dengan kompetitor, termasuk paket individu, keluarga, dan pelajar.
Semua paket sudah mencakup akses penuh ke fitur lossless dan Dolby Atmos, tanpa biaya tambahan.
Keunggulan ini membuat Apple Music semakin relevan bagi pengguna Android kelas menengah hingga premium, khususnya mereka yang menggunakan headphone berkualitas tinggi atau perangkat audio eksternal.
Strategi Apple Perluas Basis Pengguna Non-iOS
Langkah Apple mengoptimalkan Apple Music di Android mencerminkan strategi bisnis yang lebih luas.
Layanan (services) menjadi pilar pertumbuhan utama Apple, di luar penjualan perangkat keras.
Dengan memperkuat Apple Music di Android, Apple memperluas basis pelanggan di luar ekosistem iPhone.
Pendekatan ini juga terlihat dari ketersediaan Apple Music di berbagai platform lain, termasuk Windows, smart TV, hingga konsol game. Android menjadi pasar penting karena dominasi pangsa pasar global, termasuk di Indonesia.
Bagi Apple, memenangkan pengguna Android tidak harus melalui perangkat, tetapi melalui layanan digital yang kompetitif dan bernilai tambah.
Implikasi bagi Pasar Streaming Musik Indonesia
Di Indonesia, konsumsi musik digital terus meningkat seiring penetrasi smartphone dan jaringan internet.
Kehadiran Apple Music yang semakin matang di Android berpotensi memperketat persaingan, mendorong inovasi fitur, dan meningkatkan standar kualitas layanan secara keseluruhan.
Bagi konsumen, kondisi ini membuka lebih banyak pilihan dengan value yang lebih seimbang antara harga, kualitas audio, dan pengalaman pengguna.
Bagi industri, kompetisi sehat mendorong investasi pada teknologi audio dan kurasi konten yang lebih baik.
Baca Juga:Apple Music Kini Terintegrasi ChatGPT, Bisa Buat Playlist Otomatis
Ke depan, penguatan Apple Music di Android menunjukkan bahwa batas antara ekosistem kian memudar. Fokus bergeser dari perangkat ke pengalaman layanan, dengan pengguna sebagai pusatnya.



