Selasa, 20 Januari 2026
Selular.ID -

Acer Indonesia Kumpulkan 3 Ton e-Waste, Tanam 2.000 Pohon

BACA JUGA

Selular.ID – Acer Indonesia memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan menutup program “Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” melalui capaian pengelolaan lebih dari 3 ton limbah elektronik serta dilanjutkan penanaman 2.000 pohon.

Program ini berlangsung sepanjang 14 Oktober hingga 31 Desember 2025 dan ditutup secara resmi pada 19 Januari 2026 di Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari inisiatif jangka panjang Acer Indonesia dalam mendorong praktik teknologi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Capaian tersebut melampaui target awal pengumpulan e-waste sebesar 2 ton. Acer Indonesia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari karyawan internal, sekolah dan madrasah, mitra bisnis, hingga masyarakat umum.

Seluruh limbah elektronik yang terkumpul diserahkan kepada mitra pengelola resmi untuk memastikan proses daur ulang dan pemusnahan dilakukan secara aman serta sesuai prinsip keberlanjutan lingkungan.

President Director Acer Indonesia, Leny Ng, menjelaskan bahwa keberlanjutan menjadi bagian integral dari strategi perusahaan.

Menurutnya, setiap perangkat elektronik yang dikelola dengan benar memiliki dampak langsung terhadap pengurangan risiko pencemaran lingkungan.

Ia juga menegaskan bahwa langkah penanaman pohon merupakan kelanjutan logis dari pengelolaan e-waste, sebagai upaya menekan jejak karbon sekaligus memulihkan ekosistem yang terdampak aktivitas manusia.

Dalam konteks industri teknologi, limbah elektronik menjadi tantangan yang terus meningkat seiring tingginya tingkat adopsi perangkat digital.

Data berbagai lembaga internasional menunjukkan bahwa e-waste termasuk jenis limbah dengan pertumbuhan tercepat secara global.

Di Indonesia, kesadaran pengelolaan e-waste masih terus dibangun, terutama di tingkat rumah tangga dan institusi pendidikan. Melalui program ini, Acer Indonesia mencoba masuk dari dua sisi sekaligus, yakni pengelolaan limbah dan edukasi publik.

Sebagai bagian dari upaya edukatif, Acer Indonesia menggelar pelatihan bertajuk “Dari Sampah Elektronik, Jadi Aksi Heroik” di lima sekolah dan madrasah.

Program ini melibatkan sekitar 250 siswa yang dibekali pemahaman mengenai dampak limbah elektronik, cara pemilahan e-waste, serta peran generasi muda sebagai agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

Pendekatan ini mencerminkan upaya Acer Indonesia menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, bukan sekadar mengandalkan kampanye jangka pendek .

Langkah penanaman 2.000 bibit pohon menjadi fase lanjutan dari inisiatif #SayangBumi yang diusung Acer Indonesia.

Program ini dirancang untuk mendukung pemulihan ekosistem, meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dioksida, serta membantu mencegah degradasi lahan.

Penanaman perdana dilakukan di kawasan Sentul Edu Eco Tourism Forest, Bogor, dengan melibatkan karyawan Acer Indonesia, perwakilan sekolah dan madrasah, mitra bisnis, serta komunitas lingkungan Seasoldier Indonesia. Penanaman akan dilanjutkan secara bertahap di lokasi lain.

Dari sisi tata kelola, Acer Indonesia menegaskan seluruh program keberlanjutan dijalankan dengan prinsip good governance, transparansi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap inisiatif tidak berhenti pada simbolisme, tetapi benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Pendekatan ini juga sejalan dengan arah industri teknologi global yang semakin menempatkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai bagian dari indikator kinerja perusahaan.

Sebagai perusahaan ICT yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1999, Acer Indonesia kini memposisikan diri tidak hanya sebagai penyedia perangkat keras, tetapi juga solusi teknologi yang berkelanjutan.

Melalui program pengelolaan e-waste dan penanaman pohon ini, Acer Indonesia memperlihatkan bagaimana pelaku industri teknologi dapat mengambil peran lebih aktif dalam isu lingkungan, tanpa melepaskan fokus utama pada inovasi dan pertumbuhan bisnis.

Ke depan, pendekatan kolaboratif yang melibatkan komunitas, institusi pendidikan, dan mitra bisnis membuka peluang perluasan program serupa dalam skala yang lebih besar.

Jika konsistensi ini terjaga, pengelolaan e-waste berpotensi menjadi bagian dari budaya penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan perangkat digital di berbagai sektor kehidupan.

Baca juga: 4 Monitor Gaming Predator Acer Terbaru dengan Refresh Rate 1000 Hz

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU