Selular.id – Minat masyarakat Indonesia terhadap smartphone 5G terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
NielsenIQ (NIQ), perusahaan intelijen konsumen global, melaporkan bahwa penjualan ponsel 5G di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan di kisaran 50-60% selama tahun ini.
Lonjakan ini menunjukkan percepatan adopsi teknologi generasi kelima di tanah air.
Bramantiyoko Sasmito, Director Tech and Durables Commercial Lead NielsenIQ Indonesia, mengungkapkan bahwa pasar gadget nasional bergerak positif pada kuartal kedua dan ketiga tahun 2025.
Dalam acara Digital Economy & Telco Outlook 2026 yang digelar Selasa (26/11/2025), Bramantiyoko menyampaikan optimisme untuk tahun depan.
“Berpatokan pada dua kuartal tersebut, kami optimis di tahun 2026 nanti masih ada peningkatan pertumbuhan,” ujarnya.
Meski tidak memerinci total unit yang terjual, NIQ menegaskan bahwa adopsi ponsel 5G semakin meluas seiring banyaknya pilihan perangkat di kelas harga menengah yang kini mendukung jaringan generasi kelima tersebut.
Fenomena ini sejalan dengan kehadiran berbagai varian ponsel 5G di pasaran, termasuk Itel P55 sebagai ponsel 5G Rp1 jutaan yang semakin mendemokratisasi akses teknologi ini.
Faktor lain yang mendorong lonjakan penjualan smartphone 5G adalah turunnya harga perangkat dibanding dua tahun terakhir dan semakin luasnya jangkauan jaringan 5G di kota-kota besar.
Harga yang semakin terjangkau membuat teknologi yang sebelumnya premium kini bisa dinikmati lebih banyak kalangan.
Baca Juga:
Perubahan Preferensi Konsumen dan Tren Penyimpanan
Selain dukungan 5G, preferensi konsumen juga mengalami pergeseran signifikan.
NIQ mencatat bahwa ponsel dengan kapasitas penyimpanan 512 GB menjadi yang paling diminati, dengan 28% konsumen memilih memori jumbo tersebut saat membeli smartphone baru.
Tren ini menunjukkan kebutuhan pengguna yang semakin besar untuk menyimpan foto, video, aplikasi, dan konten digital, termasuk konten AI yang mulai banyak digunakan.
Perkembangan ini mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya menginginkan konektivitas yang cepat, tetapi juga perangkat yang mampu menampung kebutuhan digital mereka yang semakin kompleks.
Peningkatan kapasitas penyimpanan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih smartphone baru.
Pertumbuhan Segmen Komputer dan Proyeksi 2026
Tidak hanya segmen smartphone, perangkat terkait komputer juga mengalami kenaikan permintaan.
Bramantiyoko memaparkan bahwa produk seperti laptop, PC, tablet, dan keyboard mencatat pertumbuhan hingga 14% dibanding periode sebelumnya.
“Secara overall itu flat, tapi komputernya masih tumbuh 14%,” kata dia.
Dengan proyeksi pasar yang masih positif pada 2026, NIQ menilai bahwa produsen gadget perlu fokus pada kualitas dan inovasi agar dapat memenangkan persaingan.
Bramantiyoko menekankan pentingnya memahami kebutuhan konsumen.
“Dari survei kami, brand harus menyediakan produk yang diinginkan konsumen, misalnya durability, kualitas yang bagus hingga membangun kepercayaan konsumen terhadap brand,” ujarnya.
Meningkatnya permintaan terhadap ponsel 5G dan perangkat komputasi menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin mengandalkan perangkat digital untuk aktivitas kerja, hiburan, dan produktivitas harian.
Transformasi digital yang terjadi selama beberapa tahun terakhir tampaknya terus berlanjut dengan dukungan infrastruktur dan perangkat yang semakin memadai.
Pertumbuhan ponsel 5G di Indonesia sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu.
Sharp Aquos V6 5G yang diluncurkan secara eksklusif di Indonesia menjadi salah satu bukti awal komitmen brand dalam menghadirkan teknologi 5G ke pasar domestik.
Sementara OPPO juga turut mendorong pertumbuhan pasar 5G dengan berbagai inovasi produknya.
Ke depan, dengan semakin matangnya ekosistem 5G di Indonesia dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, adopsi teknologi ini diprediksi akan terus menunjukkan tren positif.
Kolaborasi antara penyedia jaringan, manufacturer perangkat, dan developer konten menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman digital yang optimal bagi pengguna akhir.



