Senin, 15 Juli 2024

Persaingan Panas Pasar SoC: MediaTek vs Qualcomm di Q1 2024

BACA JUGA

Selular.ID – Pasar System-on-Chip (SoC) terus menjadi arena persaingan sengit antara dua raksasa industri, MediaTek dan Qualcomm.

Kedua perusahaan ini bersaing ketat untuk menguasai pangsa pasar yang sangat dinamis dan terus berkembang.

Berdasarkan laporan terbaru dari Omdia, telah mengungkap produsen chipset mana yang lebih sukses di pasar 5G.

Menurut laporan tersebut, Qualcomm, yang telah lama mendominasi pasar karena popularitasnya di ponsel unggulan, telah dikalahkan oleh MediaTek.

Pada kuartal pertama tahun 2024, MediaTek menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengiriman unit, sementara Qualcomm juga mencatatkan pertumbuhan, meskipun dengan angka yang lebih moderat.

Kinerja MediaTek

Menurut laporan Omdia, MediaTek mengirimkan 34,7 juta unit SoC pada kuartal pertama tahun 2023.

Angka ini menunjukkan posisi kuat MediaTek di pasar, namun pada kuartal pertama tahun 2024, MediaTek berhasil meningkatkan pengiriman menjadi 53,0 juta unit.

Ini berarti peningkatan sebesar 53% dalam setahun, sebuah pencapaian yang sangat impresif.

Pertumbuhan ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor kunci. Pertama, MediaTek terus berinovasi dalam teknologi SoC mereka, menghadirkan produk-produk yang menawarkan kinerja tinggi dengan efisiensi energi yang lebih baik.

Chipset Dimensity yang mendukung teknologi 5G, misalnya, telah menjadi pilihan populer di berbagai smartphone kelas menengah dan flagship.

Selain itu, MediaTek juga berhasil memperluas jangkauannya ke berbagai segmen pasar, termasuk perangkat IoT dan smart home, yang semakin memperkuat posisinya di industri.

Kinerja Qualcomm

Di sisi lain, Qualcomm tetap menjadi pesaing kuat dengan pengiriman yang stabil dan pertumbuhan yang moderat.

Pada kuartal pertama tahun 2023, Qualcomm mengirimkan 47,2 juta unit SoC. Setahun kemudian, pada kuartal pertama tahun 2024, jumlah ini meningkat sedikit menjadi 48,3 juta unit.

Meskipun peningkatan ini tidak sebesar MediaTek, Qualcomm masih mempertahankan posisinya sebagai pemain dominan di pasar SoC.

Keunggulan Qualcomm terletak pada chipset Snapdragon mereka, yang dikenal dengan kinerja tinggi dan fitur canggih.

Snapdragon 8 Gen 3 misalnya, telah menjadi pilihan utama untuk banyak smartphone flagship, menawarkan performa luar biasa untuk gaming, fotografi, dan AI.

Selain itu, Qualcomm juga telah memperluas portofolio produknya ke berbagai sektor, termasuk otomotif, komputasi edge, dan perangkat wearable, yang membantu mempertahankan pertumbuhan meskipun dalam persaingan ketat.

Dinamika Pasar dan Masa Depan

Peningkatan signifikan dalam pengiriman unit oleh MediaTek menunjukkan bahwa perusahaan ini berhasil memenangkan hati banyak produsen smartphone dan perangkat lainnya.

Dengan fokus pada inovasi dan perluasan ke segmen baru, MediaTek terus mengukuhkan posisinya di pasar. Keberhasilan ini juga mencerminkan respons positif dari pasar terhadap produk-produk MediaTek yang menawarkan nilai tinggi dengan harga yang kompetitif.

Sementara itu, Qualcomm tetap menjadi pemain kuat yang tidak bisa diabaikan. Dengan pengembangan berkelanjutan pada teknologi chipset mereka, termasuk dukungan penuh untuk 5G dan AI, Qualcomm siap untuk mempertahankan posisinya dan terus berkembang di masa depan.

Meski pertumbuhannya moderat, posisi stabil Qualcomm menunjukkan kekuatan dan loyalitas basis pelanggan mereka.

Bagaimanapun, persaingan ini membawa keuntungan bagi konsumen, karena mendorong kedua perusahaan untuk terus menghadirkan produk yang lebih baik dan lebih inovatif.

Di masa depan, kita dapat mengharapkan persaingan yang semakin ketat dan menarik antara MediaTek dan Qualcomm, yang pada akhirnya akan menentukan arah perkembangan teknologi SoC di industri elektronik global.

Baca juga : Kembangkan Teknologi Masa Depan, MediaTek Berfokus Pada AI

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU