Senin, 15 April 2024
Selular.ID -

Tips Diversifikasi Investasi Uang THR Sesuai Profil Risiko

BACA JUGA

Selular.ID – Uang THR (Tunjangan Hari Raya) Idul Fitri 1445 H sudah di depan mata. Uang THR dinanti-nantikan banyak orang setiap tahunnya.

Selain untuk menyemarakkan dan memenuhi kebutuhan perayaan hari raya hingga bayar utang, uang THR pada dasarnya merupakan pendapatan tambahan yang dapat digunakan untuk tabungan masa depan melalui investasi. Oleh sebab itu, uang THR dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Baca juga: Ojol Gojek dan Grab Tidak Dapat THR, Bertentangan dengan SE Kemenaker?

Community Lead IPOT, Angga Septianus menegaskan daripada hanya menghabiskannya untuk kebutuhan konsumtif, memanfaatkan uang THR untuk investasi agar keuangan makin sehat bisa menjadi dan keputusan bijak, dengan salah satu strateginya yakni diversifikasi.

“Diversifikasi investasi adalah prinsip menginvestasikan uang di berbagai aset atau instrumen keuangan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang mendapatkan hasil yang stabil dalam jangka panjang,” tegasnya di Jakarta pada Rabu, 27 Maret 2024.

Namun, diversifikasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setiap individu memiliki profil risiko yang berbeda-beda tergantung pada toleransi risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Angga pun menyampaikan tip memaksimalkan uang THR dengan diversifikasi investasi reksa dana sesuai profil risikonya.

1. Bagi investor yang memiliki profil risiko yang cenderung menghindari risiko (risk averse), dapat mengalokasikan sebagian dari uang THR mereka ke dalam berbagai jenis reksa dana.

2. Untuk investor dengan profil konservatif, alokasi aset THR dapat dibagi dengan mayoritasnya sebanyak 60 persen dialokasikan ke dalam reksa dana pasar uang, 30 persen ke dalam reksa dana pendapatan tetap dan 10 persen ke dalam reksa dana saham atau reksa dana indeks.

3. Bagi investor dengan profil agresif, alokasi aset THR dapat dibagi dengan mengalokasikan 30 persen ke reksa dana pasar uang, 30 persen ke reksa dana pendapatan tetap, dan 40 persen ke reksa dana saham atau reksa dana indeks. Hal ini disarankan oleh Angga karena investor agresif cenderung mencari risiko untuk investasi jangka panjang.

4. Investor dengan profil sangat agresif dapat membagi alokasi asetnya dengan mengalokasikan 30 persen ke reksa dana pendapatan tetap, 20,6 persen ke reksa dana pasar uang sebagai tambahan untuk dana darurat dan 49,4 persen ke reksa dana saham atau reksa dana indeks.

“Berapa pun uang THR yang bisa diinvestasikan, profil risiko sangat penting diperhatikan agar tujuan investasi tercapai,” sarannya.

Baca juga: Uang Lebaran Habis? Begini Tips Mengajukan Pinjol Agar Cepat Cair

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU