Selasa, 21 Mei 2024
Selular.ID -

Seri iPhone 15 Dirakit di Empat Pabrikan Berbeda

BACA JUGA

Selular.ID – Apple mengandalkan empat produsen kontrak untuk merakit varian iPhone yang berbeda.

Salah satu perusahaan yang bisa dibilang paling terkait dengan Apple adalah Foxconn yang berbasis di Taiwan.

Menurut Visual Capitalist, mengutip data yang dikumpulkan oleh TrendForce, Foxconn bertanggung jawab atas produksi 70% model iPhone 15.

25% unit iPhone 15 berasal dari jalur perakitan Luxshare.

Pabrikan kontrak itu berbasis di Tiongkok.

5% sisanya dibangun oleh Tata India.

Rincian produksi iPhone 15 Plus dimulai dengan 60% dirakit oleh Luxshare.

Pegatron Taiwan memproduksi 35% dari model iPhone non-Pro 6,7 inci yang diproduksi tahun lalu.

Sisanya 5% dirakit oleh Tata.

Beralih ke seri iPhone 15 Pro premium, model ini hanya dibuat oleh dua pabrikan kontrak.

Foxconn dan Pegatron masing-masing membuat 70% dan 30% model iPhone 15 Pro.

Sedangkan untuk iPhone 15 Pro Max, Foxconn bertanggung jawab atas perakitan 70% unit terbaik sementara Luxshare membangun 30% sisanya.

Baca Juga: Bagaimana Kemitraan Apple dan Foxconn Mengubah Wajah Teknologi Dunia?

Anda mungkin pernah melihat nama Foxconn dan bahkan mungkin mengetahui Pegatron.

Luxshare adalah satu-satunya produsen kontrak yang berkantor pusat di Tiongkok daratan yang memproduksi unit iPhone.

Namun seperti yang terlihat, Apple lebih percaya pada Foxconn karena mereka merakit 70% seri iPhone 15 Pro.

Sedangkan Tata India merupakan konglomerat terbesar di negara tersebut dengan anak perusahaan meliputi Tata Motors, Tata Steel, dan Air India.

Keempat produsen kontrak tersebut menerima komponen dari lebih dari 200 pemasok dan harus menggabungkan semuanya untuk membuat salah satu dari empat model iPhone 15.

Apple dilaporkan berupaya memindahkan perakitan iPhone keluar Tiongkok untuk menghindari masalah politik dan perang dagang.

Raksasa teknologi ini berupaya memperluas produksi ponselnya di India dan negara-negara lain yang disebut-sebut sebagai tempat pendaratan fasilitas produksi iPhone, termasuk Vietnam, yang telah menjadi pusat teknologi utama, dan Meksiko.

Negara mana pun yang dipilih Apple harus dekat dengan rantai pasokan yang dapat mengirimkan komponen dalam kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan Apple.

Baca Juga: Foxconn Mendunia Namun Gagal Menginvasi Pasar Smartphone Indonesia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU