Senin, 15 April 2024
Selular.ID -

Gentleman, Pimpinan Startup Rela Potong Gaji Hingga 30% Demi Perusahaannya

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Tindakan kesatria atau gentleman ditunjukan sejumlah pimpinan startup supaya perusahaan rintisan yang mereka pimpin berkembang.

Pasalnya startup kini didorong untuk lebih efisien demi mengejar profitabilitas.

Sebelumnya, untuk meningkatkan profitabilitas, startup harus melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK kepada para karyawannya.

Kini selain melakukan PHK, para pimpinan startup melakukan hal kesatria alias gentleman dengan cara memangkas gajinya sendiri.

TONTON JUGA:
@selular.id

XL Axiata resmi menutup layanan Live On pada 23 Februari 2024. Layanan yang menyasar pelanggan muda itu hanya berusia 3,5 tahun, sejak diluncurkan pada 5 Oktober 2020. Penutupan Live On menyusul pembubaran dua operator digital lainnya yang pernah ada di Indonesia. Tercatat Smartfren menutup Switch Mobile pada Januari 2021 (debut Maret 2020) dan Indosat Ooredoo Hutchison menutup MPWR (baca: Empower) pada Oktober 2022 (dirilis Desember 2020). Saat ini, tertinggal satu operator digital untuk kalangan muda yakni by.U milik Telkomsel. #byu #telkomsel #xl #xlaxiata #liveon #internet #internetprovider #provider #digital

♬ In Love With You – BLVKSHP

Laporan terbaru Monks Hill Ventures dan Glints yang berjudul Startup Talent Trends Report 2024 menyatakan 29 persen dari CEO startup yang mereka survei menerima pemotongan gaji sepanjang 2023.

Baca juga: Sembilan Startup Terbaik yang Masuk Tahap Inkubasi NextDev Academy 2024

Langkah ini diambil para bos startup untuk memangkas biaya dan menjaga ketersediaan kas agar perusahaannya bisa bertahan lebih lama tanpa kucuran modal baru dari investor.

Mayoritas, sekitar 55 persen, dari bos startup memangkas gajinya sendiri sebesar 11 persen sampai 30 persen.

Namun, ada juga yang memotong gajinya sendiri hingga 80 persen.

“Tren C-level startup mengurangi gaji mereka sendiri diperkirakan berlanjut hingga 2024 karena perlambatan ekonomi sepertinya masih terus berlangsung,” tertulis di laporan tersebut.

Glints dan Monks Hill melakukan survei ke startup yang bermarkas di Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Taiwan.

Laporan tidak menyediakan data detail standar gaji yang diterima oleh bos startup di Indonesia, tetapi menyediakan data gaji bos startup di luar Singapura.

Baca juga: Inilah Negara Startup AI Tertinggi di Dunia, Indonesia?

Menurut laporan tersebut, bos di startup yang sudah menggalang dana hingga US$ 5 juta (Rp 78,5 miliar) menerima gaji di median US$ 4.000 per bulan atau sekitar Rp 62,8 juta.

Media gaji CEO, CTO, dan COO di startup dengan akumulasi penggalangan dana antara US$ 6 juta hingga US$ 10 juta adalah US$ 5.700 per bulan atau sekitar Rp 89,52 juta.

Untuk startup dengan penggalangan dana US$ 11 juta hingga US$ 50 juta, gaji per bulan yang diterima mediannya ada di US$ 6.200 (Rp 97,38 juta).

Sebagai perbandingan, startup di level yang sama tetapi bermarkas di Singapura memberikan gaji di median US$ 19.500 per bulan (Rp 306,28 juta).

Simak berita menarik lainnya dari Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU