Jumat, 1 Maret 2024
Selular.ID -

Inovasi Masa Depan, Evolusi Industri Game Dengan Hadirnya Web3

BACA JUGA

Selular.ID – Pintu, platform jual beli dan investasi aset kripto di Indonesia kembali menggelar Buidlrs. Gelaran yang masuk tahun ke lima ini Pintu bekerja sama dengan Polygon Labs, mengadakan diskusi bertajuk, Scaling Ethereum with zkEVM dan Solving Web3 Gaming.

Jonathan Harton, Head of Community PINTU mengungkapkan, Buidlrs telah berkembang menjadi salah satu acara terbesar bagi komunitas Web3 di Indonesia.

Antusiasme komunitas terhadap kripto, blockchain, dan Web3 terus meningkat, terbukti dengan banyaknya partisipasi dalam Buidlrs.

“Buidlrs, membahas berbagai topik menarik di dunia Web3. Acara Buidlrs, dirancang sebagai platform bagi komunitas untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi dalam membangun proyek-proyek besar untuk Web3 di Indonesia,”ujar Jonathan.

Dikatakan Jonathan, Industri game merupakan sektor dengan pangsa pasar sangat besar. Mengutip laporan yang diterbitkan Newzoo, hingga 2023 kemarin, jumlah pemain video game di seluruh dunia telah mencapai 3.38 miliar atau naik 6,3% dibandingkan tahun 2022. Selain itu secara pendapatan juga mampu menghasilkan $184 miliar, tumbuh 0.6% secara tahunan.

“Dalam beberapa waktu mendatang, diharapkan industri game dapat merevolusi persepsi dan konsepsi dari Web3 gaming, sehingga setiap orang bisa mengetahui tentang berbagai game berbasis kripto,”harap Jonathan.

Salah satu panelis Buidlrs yaitu Sungmo Park, Head of Business Polygon Labs Korea membagikan analisisnya mengenai Scaling Ethereum with Polygon.

Menurutnya, semua mengetahui bahwa Ethereum telah merevolusi industri kripto dengan membuka kesempatan bagi para developer untuk membangun sebuah bisnis berbasis smart-contract.

Baca Juga:Perkuat Komunitas Ethereum di Indonesia, Pintu Sasar Tiga Kota di Indonesia

Namun dalam prakteknya, ada tantangan dalam penggunaan Ethereum, yaitu dari sisi kecepatan terbilang lambat dan biaya yang mahal untuk bisa diadopsi secara masal.

“Polygon menjawab permasalahan tersebut dengan menghadirkan layanan dengan gas fee lebih murah dan kecepatan transaksi lebih baik,”terang Sungmo.

Sungmo menambahkan, Polygon sejauh ini cukup sukses mendukung ekosistem Ethereum, di mana sejak Januari 2022, jumlah decentralized apps (dApps) yang didukung oleh Polygon mengalami peningkatan hingga delapan kali lipat.

Arief Widhiyasa, CEO Mythic Protocol dalam diskusinya menyoroti evolusi industri game dengan hadirnya Web3, “Video game pertama yang dibuat adalah Tennis for Two di tahun 1958 namun tidak pernah diskalakan ke publik karena tidak semua orang memiliki oscilloscope yaitu sebuah instrumen untuk men-debug sirkuit digital.

Untuk menjawab masalah tersebut, teknologi pertama yang membuat industri game menggunakan semiconductor yang memungkinkan perangkat seperti komputer, arkade, konsol, yang bisa dimainkan di rumah.

Teknologi tersebut mampu meningkatkan nilai dari industri game dari 0 sampai ke $40 miliar hanya dalam waktu 20 tahun, siklus ini kami kategorikan sebagai siklus pertama dari industri game.

Arief menambahkan, siklus kedua datang karena adanya internet dan smartphone. Smartphone memudahkan akses game, sedangkan internet menjawab dalam hal distribusi. Untuk siklus ketiga, kami melihat akan didorong oleh dua teknologi yakni artificial intelligence (AI) dan blockchain.

AI akan menjawab masalah terkait kesenjangan dari sisi kapabilitas untuk menciptakan sebuah game.

Dulu untuk membuat sebuah game harus belajar mengenai computer science dalam beberapa tahun, namun dengan dukungan AI bisa membuat game dalam waktu singkat.

Kemudian blockchain dipercaya bisa menjawab soal “trust” yang dirasakan oleh kreator game.

Baca Juga:Pintu Community NFT, Tanda Membaiknya Pasar NFT di Indonesia

Kombinasi dari AI dan blockchain menghadirkan kesempatan bagi dunia Web3 gaming karena akan banyak konten yang dibuat dengan AI yang didukung oleh “trust” yang disediakan blockchain,”

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU