Kamis, 23 Mei 2024
Selular.ID -

Huawei Targetkan Cetak 200 Ribu Talenta Digital di 2024

BACA JUGA

Selular.ID –  Perusahaan teknologi Huawei mengumumkan keberhasilannya dalam mencetak talenta digital. Bahkan 100 ribu yang ditargetkan, dipenuhi Huawei setahun lebih cepat.

Sehingga untuk program berikutnya Huawei diharapkan mampu meningkatkan target  mencetak talenta digital pada 2024.

Pencapaian tersebut disampaikan dalam Indonesia Digital Talent Day 2023 yang diselenggarakan di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, (20/12/23). Gelaran yang dilandasi pilar komitmen “I Do Collaborate”, merupakan kerja sama dengan Kantor Staf Presiden dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Guo Hailong CEO of Huawei Indonesia  mengatakan, meski sudah melewati target yang disepakati, Huawei berupaya meningkatkan pembangunan talenta digital untuk menyukseskan Visi Indonesia Emas 2045.

Adapun talenta digital itu berhasil dicetak Huawei lewat berbagai program kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, hingga pemberian kelas lokakarya kepada pelanggan maupun mitra kerja di industri.

Guo Hailong juga berupaya menguatkan kolaborasi dengan ekosistem dari industri teknologi dan digital dalam hal menyiapkan talenta digital yang lebih banyak di Indonesia.

“Kami akan melanjutkan kontribusi kami dan komitmen untuk berkolaborasi di Indonesia membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan siapa saja di ekosistem kami, gotong royong adalah hal yang kami pelajari di indonesia, sehingga bisa mencapai Indonesia emas 2045,”ucap Guo Hailong.

Baca Juga:Telkom dan Huawei Jalin Kerja Sama Strategis B2B, Data Center, dan Cloud

Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan dalam Indonesia Digital Talent Day 2023 mengatakan, Huawei mampu mencetak 100 ribu telenta digital pada 2023, menurut Moeldoko ini pencapaian yang cukup baik. Mengingat Indonesia membutuhkan talenta digital.

Dikatakan Moeldoko, hal ini sesuai arahan Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia yang menargetkan setidaknya ada 9 juta talenta digital pada 2045.

Artinya 600 ribu talenta digital setiap tahun. Namun menurut Moeldoko sayangnya, hingga saat ini, perguruan tinggi di Indonesia hanya mampu menyuplai sekitar 100.000-200.000 talenta digital per tahun.

Artinya, terdapat gap sebesar 400.000-500.000 talenta digital per tahun. Pandemi Covid-19 pun memiliki andil besar dalam tren peningkatan kebutuhan keterampilan digital.

Kondisi ini mendorong berbagai sektor untuk melakukan transformasi digital besar-besaran. Dampaknya, permintaan terhadap kandidat dengan kemampuan digital turut meningkat.

“Jadi memang beberapa tahun lalu kami membentuk MoU dengan Huawei untuk sebuah program yang mampu mencetak talenta digotal ,Nah ternyata targetnya dipenuhi setahun lebih cepat. Untuk itu program berikutnya kami minta Huawei meningkatkan target mereka menjadi 200 ribu talenta digital tahun depan,” pinta Moeldoko

Ia menekankan kolaborasi harus terus ditingkatkan antara pemerintah dan industri agar penciptaan talenta digital bisa efektif tercipta sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

Seperti diketahui, sebelumnya, keterampilan digital umum dikaitkan dengan kemampuan mengoperasikan komputer, mencari informasi secara daring, dan menggunakan aplikasi produktivitas. Namun, keterampilan tersebut kini menjadi jenis keterampilan dasar.

Saat ini, industri juga membutuhkan talenta dengan keterampilan digital lanjutan, seperti data scientist, cyber security, cloud computing, dan artificial intelligence (AI).

Menurut laporan Statista, seperti dikutip dari berbagai sumber, para pemimpin bisnis dan tenaga kerja di seluruh dunia bahkan menggunakan AI untuk membantu pekerjaan mereka.

Sebanyak 58 persen dari mereka mengklaim bahwa AI dapat membantu meningkatkan konsistensi dan kualitas pekerjaan, 26 persen merasa AI membantu pekerja meningkatkan produktivitas, serta 16 persen digunakan untuk meningkatkan wawasan.

Baca Juga:Sukseskan Transformasi Digital, Huawei Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder

Percepatan pemenuhan kebutuhan talenta digital Pemenuhan kebutuhan talenta digital tak sekadar bentuk adaptasi dalam menyongsong era industri 4.0. Lebih dari itu, talenta digital juga menjadi bekal bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai ekonomi digital Tanah Air.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU