Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

Bos Google Peringatkan Pengguna Handphone Android di Indonesia

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Bos Google memberikan peringatan kepada seluruh pengguna handphone atau hp Android di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Peringatan tersebut langsung dikeluarkan oleh CEO Google Sundar Pichai kepada seluruh pengguna handphone atau hp Android.

Peringatan tersebut terkait para pengguna handphone atau hp Android untuk tidak melakukan sideloading pada perangkatnya.

Menurutnya, aplikasi yang dilakukan secara sideloading memiliki risiko. Yakni perangkat rentan pada infeksi malware.

TONTON JUGA:

Sideloading merupakan cara saat pengguna HP Android bisa memasang aplikasi di luar toko aplikasi, yakni dari website atau sumber lainnya.

Namun praktik ini membelah banyak orang dalam dua pendapat yang saling berseberangan.

Baca juga: Kerentanan Ditemui Pada Android, Hacker Bisa Retas Ponsel Jarak Jauh

Kedua kubu berdebat soal penggunaan sideloading yang akan mendatangkan kebebasan pada pengguna, namun ada juga terkait keamanan perangkat.

Di satu sisi, para pendukung sideloading menyoroti soal fleksibilitas dan kebebasan.

Praktik ini memberikan kebebasan pengguna mengakses aplikasi buatan yang tidak ada di toko aplikasi resmi.

Poin lainnya, sideloading juga mendukung developer aplikasi yang enggan terikat dengan sistem pada toko resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store.

Namun, sama seperti Pichai, banyak juga yang berpendapat sideloading mengandung risiko besar.

LIHAT JUGA:

Aplikasi dari toko aplikasi resmi dirasa jauh lebih aman karena melalui banyak proses penyaringan.

Sementara pihak Apple tidak mau memberikan izin sideloading.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) menjadikan pernyataan Google untuk mendukung pendiriannya dan menyatakan rivalnya tahu persis potensi bahaya dari aplikasi-aplikasi tersebut.

Banyak di Indonesia

Baca juga: Guru Jadi Profesi yang Paling Banyak Gunakan Pinjol

Sideloading juga tak bisa dilakukan di iPhone.

iOS sangat eksklusif, memungkinkan semua aplikasi yang diinstall ke dalam perangkat Apple harus melalui App Store.

Namun pendirian Apple ini mungkin agak goyah dengan aturan baru Uni Eropa. Undang-undang Pasar Digital (DMA) akan memaksa perusahaan membuka mekanisme sideloading pada perangkat.

Berdasarkan aturan, sideloading dinilai penting untuk menutup potensi praktik monopoli.

Namun sejauh ini, Apple masih menentang undang-undang tersebut.

Bahkan kabarnya, Apple akan menggugat Uni Eropa.

Perusahaan menilai App Store tidak masuk dalam kategori ‘gatekeeper’, di mana harus mematuhi aturan tersebut.

Sementara itu, pengguna sideloading atau apk di luar play store kerap digunakan di Indonesia.

Banyak pengguna Android di Indonesia yang menggunakan apk diluar yang ada di play store atau google store.

Baca juga: Revisi UU ITE Bisa Pidanakan Perusahaan Pinjol hingga Debt Collector

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU