Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

Kominfo Jelaskan Pentingnya Satelit Internet Hadir di Indonesia

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut satelit internet sangat dibutuhkan di Indonesia lantaran masih banyak desa yang blankspot internet.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kementrian Kominfo, Aju Widya Sari di acara Selular Business Forum atau SBF 2023.

“Baru 70 persen desa di Indonesia yang tercover internet dan sisanya masih blankspot,” kata Aju.

Aju menjelaskan biaya infrastruktur untuk membangun jaringan internet di Indonesia sangat tinggi dan dikeluhkan para operator.

TONTON JUGA:

Hal tersebut yang membuat pemerintah dalam hal ini Kominfo beralih ke satelit internet.

“Saat ini terdata 1020 desa dan masih banyak lagi yang mengajukan permohonan dari pemda-pemda untuk penanganan desa blankspot,” sambungnya.

Baca juga: Kominfo Sebut Satelit Internet Starlink Belum Ajukan Izin Masuk ke Indonesia

Sementara itu, pengamat telekomunikasi, Agung Harsoyo menyebut ada catatan yang perlu dipertimbangkan untuk kebijakan satelit internet Starlink di Indonesia.

Menurut dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus mantan komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) itu ada tiga catatan penting terkait masuknya Starlink di Indonesia.

Pertama, tidak melakukan keputusan berupa pemberian izin baru, sebelum dilakukan kajian yang menyeluruh dan cermat oleh seluruh stakeholders terkait kepentingan nasional.

“Kajian tersebut mulai dari asesmen dampak, analisis cost-benefit, analisis berbasis-resiko oleh seluruh stakeholders. Lalu melihat pengalaman negara lainnya,” ujar Agung di acara Selular Business Forum, Senin (27/11/2023).

“Ada pula pertimbangan risiko (beserta kendali dan mitigasinya) pada daerah rawan konflik, separatisme dan sejenisnya,” sambungnya.

Catatan kedua menurut Agung yakni bekerjasama dalam memberikan layanan telekomunikasi untuk wilayah unserved dan underserved sebagai prioritas utama.

“Tentunya ini untuk melindungi bangsa Indonesia, memajukan kejahterakan umum dan mencerdasakan kehidupan bangsa, seperti yang tertuang di pembukaan UUD 45,” kata Agung.

“Lalu catatan ketiga, memulai penerapan collaborative regulation : telekomunikasi, transaksi keuangan, pertahanan-keamanan, layanan kesehatan dan pendidikan,” sambungnya.

Baca juga: Guru Jadi Profesi yang Paling Banyak Gunakan Pinjol

Pro Kontra Starlink

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU