Senin, 15 Juli 2024

Bidik Pasar Indonesia, SpaceX Starlink Bukukan Pendapatan $1,4 Miliar Pada 2022

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Jakarta, Selular.ID – Starlink, layanan internet satelit SpaceX, menghasilkan pendapatan $1,4 miliar pada akhir tahun lalu, menurut dokumen yang dilihat oleh The Wall Street Journal.

Jumlah tersebut naik dari $222 juta dibandingkan 2021 tetapi $11 miliar lebih rendah dari proyeksi aslinya, tambah Journal.

Menariknya, laporan The Wall Street Journal muncul pada hari yang sama ketika eksekutif SpaceX Jonathan Hofeller mengatakan pada sebuah konferensi bahwa pihaknya tidak lagi mengalami kerugian dalam memproduksi antena satelit Starlink, lapor CNBC.

Menurut dokumen yang dilihat oleh The Wall Street Journal, profitabilitas terpukul pada 2022, tetapi laporan dari outlet tersebut bulan lalu mengatakan SpaceX berhasil menghasilkan keuntungan pada kuartal pertama 2023.

Dalam presentasinya kepada investor pada 2015, perusahaan yang didirikan Elon Musk ini awalnya memperkirakan bahwa Starlink akan menghasilkan laba operasional sebesar $12 miliar dan $7 miliar pada 2022.

SpaceX juga memproyeksikan divisi tersebut akan memiliki 20 juta pelanggan pada akhir 2022, ungkap presentasi tersebut. Sebaliknya, pada akhir tahun lalu, Starlink hanya memiliki lebih dari 1 juta pelanggan aktif.

Baca Juga: Starlink Masuk Indonesia, APJII Khawatirkan Hal Ini

Pada Mei 2023, perusahaan melaporkan memiliki sekitar 1,5 juta pengguna. Namun, menurut klaim Hofeller sekarang sudah “lebih dari” angka tersebut.

Di Indonesia sendiri, Starlink dikabarkan sudah melobi pemerintah untuk bisa menawarkan layanan telepon dan internet di Indonesia.

Diketahui, perusahaan yang berkantor pusat di Dubai, UEA itu, langsung menemui Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengungkapkan perizinan layanan internet satelit milik miliarder Elon Musk, Starlink, seharusnya berjalan mulus dan tidak ada masalah.

“Ya sedang kita proses semua mestinya tidak ada masalah,” kata dia usai meresmikan EdgeConnex Indonesia di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/9/2023).

Selain molobi Menko Marves Luhut Panjaitan, perwakilan Starlink, diketahui sudah menemui Kominfo untuk mengetahui syarat dan prosedur perusahaan asing berbisnis di Indonesia.

Namun berbeda dengan Luhut, Menkominfo Budie Arie Setiadi sudah menyatakan kalau tak akan memberi keistimewaan untuk Starlink soal regulasi.

“Nggak ada, semuanya ke semua pemain kita equal treatment,” tegas Budi kepada awak media ditemui di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (20/9/2023).

Menurut Budi Arie, kerjasama ini dapat berlangsung apabila Starlink mematuhi regulasi akses internet yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Meski Menabrak Regulasi, Starlink Bakal Luncurkan Layanan Telepon dan Internet Tahun Depan

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU