Kamis, 23 Mei 2024
Selular.ID -

Kominfo Blokir 174 Konten Berbau Radikalisme, Gandeng TNI dan BNPT

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo blokir atau take down 174 konten yang terindikasi aktivitas radikalisme.

Total 174 konten dan akun terindikasi memuat aktivitas indoktrinasi serta penyebaran paham radikalisme ini Kominfo blokir atau take down sejak Juli hingga Agustus 2023.

“Sejak awal bulan Juli 2023 sampai hari ini, Kominfo menemukan total 174 akun dan konten indoktrinasi dan penyebaran paham radikalisme,” ujar Menkominfo, Budi Arie Setiadi, Kamis (31/8/2023).

“Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi untuk menciptakan Pemilu 2024 Damai, Kominfo segera melakukan take down akses konten tersebut,” sambungnya.

TONTON JUGA:

Pihak Kominfo juga bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT).

Hal ini untuk terus melakukan pemantauan platform digital yang memuat konten radikalisme dan terorisme.

Baca juga: Kominfo Terbitkan Draf RPP Perlindungan Data Pribadi, Targetkan Selesai Akhir 2023

“Hasil pantauan bersama TNI dan BNPT menunjukkan peningkatan signifikan penyebaran konten radikalisme,” ujar Budi Arie.

“Ada yang terafiliasi Jemaah Ansharud Daulah (JAD) dan Jamaah Islamiah (JI),” imbuhnya.

Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo, 174 akun dan konten tersebut tersebar di berbagai platform digital.

Temuan terbanyak ada di platform X (dulu Twitter) dengan 116 konten. Kemudian ada 46 konten Facebook, 11 konten di Instagram, dan 1 konten di YouTube.

Baca juga: Taktik OJK Pelototi Pinjol, Agusman Bocorkan Pengawasannya

Budi Arie menyatakan pemutusan akses dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kementerian Kominfo terus melakukan pencarian konten dalam situs web atau platform dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali,” katanya.

“Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan TNI dan BNPT untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten terorisme, radikalisme dan separatisme,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Budi Arie mengimbau masyarakat untuk menghindari penyebaran konten yang radikalisme, terorisme dan separatisme.

Masyarakat juga bisa melakukan pengaduan jika menemukan konten semacam itu.

“Jika menemukan keberadaan situs seperti itu dapat melaporkannya ke aduankonten.id atau akun X @aduankonten,” pungkasnya.

Baca juga: Terungkap Ada Commitment Fee 10 Persen di Kasus Korupsi BTS 4G Kominfo

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU