Sabtu, 22 Juni 2024
Selular.ID -

Terungkap Ada Commitment Fee 10 Persen di Kasus Korupsi BTS 4G Kominfo

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Sejumlah fakta terungkap dalam persidangan kasus korupsi pembangunan menara pemancar BTS Kominfo, di mana ada perusahaan diminta commitment fee sebesar 10 persen.

Persidangan kasus dugaan korupsi proyek penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G Bakti Kominfo ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat pada Selasa (29/8/2023).

PT Aplikanusa Lintasarta, perusahaan yang terkait dalam proses pembangunan menara pemancar BTS Kominfo, mengaku dimintai commitment fee sebesar 10 persen.

Alasan pembayaran commitment fee sebesar 10 persen ini untuk bisa bergabung dalam proyek.

TONTON JUGA:

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Aplikanusa Lintasarta Arya Damar dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi.

Dia mengungkapkan bahwa salah satu terdakwa, yakni mantan Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo Galumbang Menak menyampaikan untuk mengajak pihaknya dalam megaproyek pemerintah ini.

Baca juga: Menkominfo Budi Arie Melanti Pejabat Tinggi Kominfo, Beri Pesan Begini

Jika perusahaannya setuju, maka Arya perlu memberikan commitment fee sebesar 10 persen atau sekitar Rp240 miliar.

“Mereka meminta kepada kami mau ikut Bakti atau tidak. Nah, di situ kami diminta untuk ada komitmen kalau bisa [commitment fee 10 persen] kalau nanti ikut Bakti,” kata Arya dalam persidangan.

Kemudian, dia juga mengaku tawaran itu disaksikan oleh Direktur Niaga atau Komersial Lintasarta Alfi Asman.

Namun, tawaran itu ditolak oleh Arya dan menyampaikan kesepakatannya adalah tidak mau ada uang muka dan juga mempertimbangkan keuntungan yang didapat perusahaan.

Baca juga: Taktik OJK Pelototi Pinjol, Agusman Bocorkan Pengawasannya

“Deal-nya adalah satu, kita tidak mau ada uang muka, yang kedua kita katakan bahwa harus melihat operasional keuntungan operasional Lintasarta, itu saja,” jawab Arya.

Pada akhirnya, tawaran itu tidak disepakati kedua pihak.

Namun, kerja sama berlanjut dengan kesepakatan untuk melakukan pengawasan dalam proyek pembangunan menara ini pada paket tiga.

PT Aplikanusa Lintasarta ini kemudian mengaku telah menerima transaksi Rp26 miliar atas pekerjaan pengawasan dari PT JIG Nusantara Persada atas nama perusahaan.

Baca juga: Kominfo Gabungkan 27.400 Aplikasi Pemerintah Terpusat Jadi Satu

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Realme GT 6 Ada Versi Murahnya!